Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 20:31 WIB
Surabaya
--°C

Mudik Booster

KEMAPALAN: ‘’Ask not what your country can do for you, as what you can do for your country’’. Jangan tanyakan apa yang bisa diberikan negara kepadamu, tapi tanyakan apa yang bisa kamu berikan kepada negaramu. Ungkapan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy (1917-1963) itu menjadi ungkapan paling terkenal di dunia mengenai nasionalisme dan patriotisme.

Kennedy atau JFK, presiden ke-35 Amerika Serikat, meninggal muda pada usia 46 tahun karena ditembak oleh Lee Harvey Oswald di Dallas. Tetapi ungkapannya menjadi legend dan dikutip para politisi di seluruh dunia sampai sekarang.

Kutipan bela negara oleh Kennedy itu sekarang rasanya sangat tepat disampaikan oleh elite-elite politik Indonesia. Ketika kondisi rakyat masih berat karena kelangkaan minyak goreng, rakyat harus didoktrin untuk tidak menuntut kepada negara.

‘’Jangan kamu tanya apakah negara sudah memberimu minyak goreng, tapi tanyakan apa yang sudah kamu lakukan kepada negara untuk mengatasi krisis minyak goreng’’. Mungkin begitu narasi yang lebih tepat dengan kondisi Indonesia sekarang ini.

BACA JUGA: Nikah Politik

Sudah berbulan-bulan krisis minyak goreng terjadi dengan segala macam drama, tapi belum ada tanda-tanda akan ada penyelesaian yang komprehensif. Negara sudah mencoba hadir, tapi tidak efektif. Menteri Perdagangan M. Lutfi sudah mengeluarkan enam kali permen, tapi tidak mengefek sama sekali kecuali menjadi pemanis di bibir seperti permen.

Sepuluh hari menjelang Ramadan belum ada tanda-tanda krisis akan berhasil diatasi. Malah yang terlihat krisis akan makin berkepanjangan kalau sampai berlanjut ke Ramadan. Tingkat konsumsi yang tinggi selama Ramadan akan membuat perburuan minyak goreng semakin sengit.

Tetapi, rakyat harus ingat, jangan tanya kepada negara apa yang negara berikan. Rakyat harus bertanya pengorbanan apa lagi yang bisa diberikan kepada negara. Tentun saja, rakyat sudah banyak memberikan pengorbanan kepada negara selama masa pandemi, setidaknya rakyat sudah mengorbankan kebebasannya selama masa-masa PPKM.

BACA JUGA: Dukun MotoGP

Sudah tiga kali lebaran rakyat rela berkorban untuk tidak mudik. Ibarat Bang Toyib, rakyat sudah tiga kali puasa dan tiga kali lebaran tapi tidak pulang-pulang. Sekarang, ada tanda-tanda rakyat bakal memecahkan rekor Bang Toyib, karena lebaran 2022 ini rakyat terancam tidak akan bebas mudik.

Wakil presiden Ma’ruf Amin sudah memberi warning itu. Boleh mudik, tapi wajib booster vaksin ketiga. Antigen maupun PCR tidak wajib lagi, tapi diganti dengan wajib booster. Rakyat harus berkorban lagi, dan rakyat tidak akan bertanya lagi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.