Namun sayangnya nafsu Kurawa telah merasuki sang pembisik yang dikenal sebagai menteri serba bisa dan mengkoordinasikan segala kepentingan meski bukan urusannya. Sang menteri rupanya telah diperbudak oleh kepentingan oligarki atau bahkan dia bagian dari oligarki itu sendiri, sehingga sangat berkepentingan dengan rezim tiga periode atau diperpanjang massa jabatannya dengan dalih butuh kestabilan. Padahal sejatinya yang butuh itu semua adalah gerombolan sang menteri dan kelompok oligarki yang jelas jelas merampok Reformasi.
Rakyat pun sudah bisa membaca apa yang ada di balik itu semua, tentu saja kebiasaan mengeruk uang negara dengan cara-cara yang tidak dibenarkan dengan alasan konstitusi.
BACA JUGA: Pasar Turi di Tangan Eri Cahyadi
Ambisi kekuasaan dan kerakusan telah merusak sendi-sendi kita berdemokrasi, sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara terasa tidak sedang baik-baik saja. Rakyat terbelah, keadilan tergadai, oligarki merajalela, pejabat busuk dan pengkhianat reformasi hidup makmur diatas penderitaan rakyat, aparat pun tak lagi mengabdi pada ibun Pertiwi, mereka menghamba pada kekuasaan.
Akankah ini dibiarkan? Tentu tidak. kita masih memiliki mereka yang berakal sehat dan menjaga nurani, ada intelektual, ada politisi, ada partai politik, ada mahasiswa, ada buruh dan ada rakyat serta aktivis yang masih menjaga idealismenya tentang tujuan bernegara dan mengelola negara.
Beruntung dari Parlemen di Senayan, kita mendengar adanya upaya menutup kerakusan kekuasaan tersebut, mereka berasal dari PKS, Demokrat, PPP, Nasdem dan PDIP serta Gerindra. Kita berharap mereka konsisten dalam menjaga konstitusi. Karena memang di sinilah benteng terakhir pertahanan konstitusi.
BACA JUGA: Jokowi Mengulang Sejarah Orde Baru
Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, begitulah pesan Bung Karno. Janganlah mengulang pertikaian antar warganegara dengan ambisi dan kerakusan kekuasaan, rakyatlah yang akan dirugikan. Kitapun sekarang sedang merasakan bahwa ibu pertiwi sedang tidak baik-baik saja, sedang mengalami konstraksi akibat perilaku licik Kurawa di lingkaran istana. Sehingga siapapun yang akan ditugaskan oleh istana dan oligarki patut dicurigai sebagai elemen-elemen yang akan menghancurkan ibu pertiwi.
Semoga saja ibu pertiwi bisa mengatasi dengan baik! (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi