Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 12:36 WIB
Surabaya
--°C

Pasar Turi di Tangan Eri Cahyadi

OLEH: Isa Ansori (Kolumnis)

KEMPALAN: Tiga periode kepemimpinan walikota Surabaya, mulai tahun 2007, belum mampu menjadikan Pasar Turi yang legendaris hidup kembali.

Sejak peristiwa kebakaran pada tahun 2007, Pasar Turi menyisakan cerita panjang. Sejak saat itu Pasar Turi seakan menjadi ‘Pasar Turu’ alias pasar tidur karena sekitar 15 tahun pedagang tak lagi bisa berjualan seperti biasanya.

Sejak 2015 sejatinya Pasar Turi sudah dibuka. Namun akibat konflik berkepanjangan PT Gala Bumi dengan Pemkot Surabaya, Pedagang Pasar Turi Baru mulai resah. Tiga tahun berjualan, tahun 2018, pengunjung masih sepi. Gara-garanya polemik berkepanjangan antara pengembang dengan Pemerintah Kota Surabaya.

Izin operasional tak kunjung keluar. Belum lagi tempat penampungan sementara pedagang lama yang tak dibongkar. Kompleks. Sehingga sejak saat itu kondisi pedagang mati segan hidup tak mampu.

Pasar Turi Baru sebetulnya sudah resmi dibuka beberapa tahun lalu. Kios-kios sebagian sudah terisi, kendati para pedagang belum memperoleh sertipikat strata title seperti skema dalam perjanjian. Terutama di lantai dasar, pedagang sudah membuka kios dan menjajakan dagangannya. Tapi jangankan untung, ramai pengunjung pun tidak.

BACA JUGA: Jokowi Mengulang Sejarah Orde Baru

Tahun 2022 nampaknya menjadi tahun gembira, betapa tidak selama mengalami massa pandemi sejak tahun 2019, dimana semua orang mengalami keterpurukan, tak terkecuali para pedagang.

Sebanyak 157 pedagang di TPS Pasar Turi itu tampak sibuk sejak pagi, ada yang berkemas, ada pula yang baru mulai memindahkan barang dagangannya.

Tepat di hari Senin, tanggal 21 Maret 2022, Eri Cahyadi walikota Surabaya, menancapkan tonggak kepemimpinan Surabaya yang humanis.

Betapa tidak, Eri Cahyadi menegaskan pada tanggal 8 Maret 2022 mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa dalam satu forum yang langsung beliau pimpin.

BACA JUGA: Menakar Peluang Ganjar dan Puan untuk Pilpres 2024

Sebagai pemimpin Surabaya, Eri mampu menempatkan diri sebagai “Bapake arek Suroboyo”. Eri mengatakan dalam menyelesaikan sikap yang berbeda, tidak boleh kita menang menangan dan egois.

Hal yang ditempuh Eri Cahyadi adalah dengan mempertemukan pedagang yang tergabung dalam Himpunan 7 Organisasi Pedagang Pasar Turi (HOPPT), dengan manajemen Pasar Turi di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Selasa 8 Maret 2022.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.