KEMPALAN: Sri Lanka terbelit utang dan secara resmi mengumumkan tidak mampu lagi membayar utangnya. Sri Lanka menjadi negara pertama yang tahun ini menyatakan diri bangkrut tidak bisa membayar utang. Kondisi ekonomi yang porak poranda akibat antaman pandemi mempercepat kebangkrutan Sri Lanka.
Beberapa negara di Afrika juga tengah dalam bahaya jebakan utang. Uganda sedang kembang kempis menghadapi utang luar negeri. Karena tidak bisa membayar utang maka Bandar Nasional Uganda disita oleh China sebagai ganti bayar utang.
Akan semakin banyak negara-negara yang terperangkap oleh utang. Utang yang menjebak itu disebut sebagai utang najis atau odious debt yang selalu menjebak negara-negara miskin. Negara kaya yang menjadi rentenir memberikan utang sebanyak-banyaknya sampai akhirnya tidak mampu bayar cicilan. Utang najis tidak banyak dirasakan manfaatnya oleh rakyat, tapi lebih banyak masuk kantong elite politik dan ologarkis.
Utang najis adalah jebakan yang diatur dengan rapi dengan mempekerjakan orang profesional tingkat tinggi yang bekerja layaknya agen spionase dalam film James Bond. Dalam operasi utang najis itu sang agen membuat skenario politik yang melibatkan agen-agen spionase asing yang menciptakan plot politik sampai bisa menjatuhkan seorang kepala negara yang negaranya terperangkap oleh utang najis.
BACA JUGA: The Front Runner
Salah satu operator utang najis ulung tingkat dewa yang paling terkenal adalah John Perkins. Ia melanglang buana ke berbagai penjuru dunia untuk menjadi operator utang najis sekaligus menjadi ”economi hitman” tukang pukul dan pembunuh bayaran.
Belakangan Perkins insaf dan mengungkapkan praktik utang najis itu dalam bukunya “The Confession of an Economic Hitman” (2009). Perkins mengungkap pengalamannya dalam operasi intelijen untuk menjebak seorang kepala negara agar mau menerima utang najis. Berbagai macam cara dilakukan termasuk suap dan umpan perempuan. Jika seorang kepala negara menolak dan melawan dia bisa dihabisi melalui operasi intelijen yang rapi sehingga terkesan sebagai sebuah kecelakaan biasa.
Perkins juga pernah bertugas di Indonesia pada awal-awal masa Orde Baru. Ia berinteraksi dengan masyarakat marginal di Jakarta dan Bandung yang hidup di kawasan kumuh berumah kardus. Penugasannya di Indonesia itu untuk membuat rencana strategi energi di Pulau Jawa. Perkins ditugasi untuk menghasilkan model ekonometrik bagi Indonesia. Di situlah dia mengaku mulai memanipulasi data statistik untuk menghasilkan sebuah asumsi ekonomis demi memperkuat kesimpulan yang direkayasa oleh para analis bagi kepentingan korporat internasional yang ingin masuk ke Indonesia.
BACA JUGA: Voltaire
Perkins mengungkap operasi kotor di berbagai belahan dunia dengan gamblang. Ia menceritakan bagaimana profil seorang agen rahasia yang direkrut secara terselubung oleh National Security Agency (NSA), sebuah organisasi spionase Amerika terbesar yang jarang muncul di permukaan.
Perkins telah berkelana ke berbagai penjuru dunia, seperti Indonesia, Panama, Ekuador, Kolombia, Arab Saudi, Iran, dan negeri strategis lainnya. Tugas utamanya economic hitman, EHM, adalah menjadi operator “corporatocracy” penggarongan oleh korporat internasonal yang berkoalisi dengan pemerintah dan perbankan Amerika.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi