JAKARTA, KEMPALAN – Menjelang satu abad usia PSSI (1930–2026), sejarah baru tertulis dengan tinta emas. Malam penganugerahan PSSI Awards 2026 di Studio 6 Emtek, Jakarta, bukan sekadar seremoni rutin, melainkan saksi bisu atas “Hegemoni Mutlak” Jawa Timur. Di bawah komando Ahmad Riyadh UB, PhD, Asprov PSSI Jatim mempersembahkan kado istimewa bagi ulang tahun PSSI ke-96: sebuah cetak biru kesuksesan yang menjadi barometer tunggal sepak bola Indonesia.
Tangan Dingin Ahmad Riyadh: Arsitek di Balik Layar

Kesuksesan Jatim memborong penghargaan tertinggi bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari Mahakarya Ahmad Riyadh. Peran ganda beliau—sebagai Ketua Asprov PSSI Jatim sekaligus Exco PSSI Pusat—menjadi jembatan krusial bagi sinkronisasi kebijakan sepak bola nasional dan daerah.
Riyadh tidak hanya fokus pada hasil akhir (skor), tetapi pada penguatan fondasi (SDM). Di tangan beliau, Jatim secara masif melakukan:
- Revolusi Lisensi Pelatih: Membuka keran pelatihan pelatih secara berjenjang mulai dari Lisensi D hingga Lisensi A. Ini memastikan setiap talenta di pelosok Jatim dididik oleh tangan yang kompeten.
- Integritas Perangkat Pertandingan: Melakukan penyegaran wasit dan perangkat pertandingan secara berkala guna menjamin kompetisi yang bersih dan kompetitif.
- Filosofi Grassroot: Menghidupkan kompetisi dari akar rumput (akar tunggang), memastikan talenta muda memiliki panggung sejak usia dini.
“Prestasi ini adalah hasil dari pembinaan yang linier. Kami tidak membangun rumah dari atap, tapi dari fondasi. Pelatih bersertifikasi, wasit yang jujur, dan kompetisi akar rumput yang sehat adalah kuncinya,” ujar Ahmad Riyadh usai menerima trofi Provincial Association of the Year.
Dominasi Jatim di Angka

- Asprov PSSI Jatim di bawah kepemimpinan Ahmad Riyadh bersama talenta emas seperti Marselino Ferdinan, Rizky Ridho, hingga Tim PON Jatim.
- Dominasi total Jatim dengan menyapu bersih kategori bergengsi (Pemain Muda Terbaik, Wasit Terbaik, hingga Asosiasi Provinsi Terbaik) dalam PSSI Awards 2026.
- Studio 6 Emtek, Jakarta (Pusat pengakuan nasional).
- Sabtu, 28 Maret 2026, dalam rangkaian menyambut HUT PSSI ke-96 pada 29 April mendatang.
- Karena konsistensi dalam mengelola 69 klub Liga 4 dan menjadi penyumbang klub terbanyak di Liga 1 (Persebaya, Arema, Madura United, Persik) dan Liga 2.
- Melaluodern adukan kuantitas (69 klub) dengan kualitas (medali emas PON).
Komentar Spesifik: Peran Ahmad Riyadh di PSSI
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara eksplisit menyebut Jatim sebagai “Pabrik Sepak Bola Paripurna”. Pengaruh Ahmad Riyadh di level pusat diakui mampu menyelaraskan program transformasi PSSI ke tingkat daerah. Beliau berhasil membuktikan bahwa fungsi Asprov bukan sekadar administratif, melainkan motor penggerak prestasi nasional.
Mahakarya Ahmad Riyadh: Kado Emas 96 Tahun PSSI dan Hegemoni Mutlak Jawa Timur di Panggung Nasional

| Kategori Penghargaan | Penerima (Winner) | Signifikansi & Peran SDM |
|---|---|---|
| Provincial Association of the Year | Asprov PSSI Jatim | Bukti manajemen organisasi terbaik di Indonesia. |
| Men’s Young Player of the Year | Marselino Ferdinan | Produk asli kompetisi internal Jatim. |
| Goal of the Year | Rizky Ridho | Bek modern hasil tempaan sistem Jatim. |
| Assistant Referee of the Year | Fuad Qohar | Hasil dari program penyegaran wasit yang ketat. |
| Best Grassroot Development | PSSI Jawa Timur | Sukses mengelola 69 klub Liga 4 & akar rumput. |
| Achievement of Excellence | Tim PON Jawa Timur | Supremasi talenta lokal (Medali Emas). |
Penutup:
Mahakarya Ahmad Riyadh bagi PSSI ke-96 ini menjadi pesan kuat bagi seluruh provinsi di Indonesia: bahwa sepak bola maju hanya bisa dicapai dengan kerja keras dari akar, keteraturan administrasi, dan visi kepemimpinan yang tajam. Jawa Timur kini bukan lagi sekadar peserta, melainkan kiblat utama sepak bola Nusantara. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi