OLEH: Isa Ansori (Kolumnis)
KEMPALAN: Sejarah perebutan kekuasaan sejatinya sejarah yang tak akan pernah usai, karena sejarah itu akan terus berulang hanya pelaku-pelakunya saja yang berbeda.
Adalah perang di Kurukshetra, perang ini merupakan kisah pertikaian Dinasti Kuru sebagai titik sentralnya. Perebutan kekuasaan merupakan penyebabnya.
Kisah ini diawali dari para Kurawa, khususnya Duryodhana berusaha menyingkirkan Yudistira dan para Pendawa dengan berbagai upaya, termasuk pembunuhan, namun usahanya selalu gagal, bahkan kelima putra Pandhu selalu selamat berkat perlindungan dari pamannya, Widura dan Krisna.
Gagal melakukan pembunuhan, Korawa lalu menggunakan tipu daya licik dengan permainan dadu. Dalam permainan itu disepakati bahwa yang kalah harus meninggalkan istana. Karena permainan sudah dibuat licik agar Pandawa kalah, maka akhirnya Pandawa harus meninggalkan istana, meski sejatinya Pandawa sudah saatnya memasuki kembali istana selama masa pengasingan meninggalkan istana.
BACA JUGA: Anies Gubernur Rasa Presiden
Meski mengetahui bahwa dia dicurangi, Pandawa berusaha mengalah dan mencari jalan tengah, namun Korawa tetap memaksakan kehendak untuk tidak menyerahkan kekuasaan. Meski sesuai dengan perjanjian sudah harus diserahkan. Akhirnya perang menjadi pilihan untuk menyelesaikan konflik di Kurukshetra.
Kisah perang Baratayudha, menjadi pengingat bahwa kekuasaan yang diperoleh dengan cara-cara kotor dan curang, tentu akan berujung upaya mempertahankannya.
Nampaknya kisah ini tidak salah kalau digunakan untuk memotret dinamika politik yang sedang terjadi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi