Kamis, 25 Juni 2026, pukul : 17:22 WIB
Surabaya
--°C

Omicron Meningkat, Presiden Bilang Pemerintah Berhasil Mengatasi Covid-19

JAKARTA – KEMPALAN: Bertambahnya jumlah pasien yang terpapar Covid-19 varian Omicron membuat pemerintah makin khawatir.

Meningkatnya Omicron disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 10 Januari 2022, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Luhut, penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron telah menyebar ke 150 negara di dunia, sebagian besar di antaranya menginfeksi berbagai negara maju hingga mencapai puncaknya dan lebih tinggi dari gelombang sebelumnya yaitu varian Delta. Di Indonesia, sebagian besar peningkatan kasus Covid-19 disebabkan oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

“Pada 9 Januari di Jakarta, dari 393 kasus yang terjadi hampir 300 kasus di antaranya disebabkan oleh para pelaku perjalanan dari luar negeri,” ucap Menko Marves seperti dikutip Biro Pers Setpres.

BACA JUGA  Tren Novel Online: Menantu versus Mertua

Luhut mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dalam beberapa minggu ke depan untuk mencegah penyebaran virus Omicron. Luhut menyebut, kasus konfirmasi PPLN mendominasi kasus harian di Indonesia hingga menyebabkan kenaikan kasus aktif dan perawatan pasien di Jawa-Bali.

Meski demikian, Presiden Joko Widodo menyinggung keberhasilan pemerintah di bidang kesehatan khususnya keberhasilan mengatasi Covid-19.

Menurut Joko Widodo, pemerintah telah berhasil mengelola permasalahan Covid-19 di Tanah Air. Per Januari 2022, kasus konfirmasi Covid-19 telah mengalami penurunan yang signifikan dari puncak kasus pada Juli 2021.

“Kasus konfirmasi per 9 Januari kemarin tahun 2022 sebanyak 529 kasus, turun 99 persen dari puncak di bulan Juli yang lalu. Ini patut kita syukuri,” ujar Presiden saat mengikuti HUT PDIP ke-49 di Istana Negara, Senin (10/1).

BACA JUGA  Malik: Baru 39,81 Persen Pekerja Surabaya Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Selain memaparkan keberhasilan di bidang kesehatan, Presiden juga mengungkapkan keseriusan pemerintah menangani pendidikan di Indonesia guna melahirkan sumber daya manusia yang unggul. Pemerintah menjamin akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Kemudian, terkait dana desa, Presiden menuturkan bahwa alokasi dana desa setiap tahun terus mengalami kenaikan. Dana desa tersebut, lanjut Presiden, digunakan untuk membangun infrastruktur desa seperti jalan, embung, irigasi, pasar, dan infrastruktur lainnya.

“Kita juga membangun jalan desa, membangun embung, membangun air bersih desa, membangun posyandu di desa, membangun sumur-sumur yang diperlukan di desa, membangun drainase di desa karena ini infrastruktur yang dibutuhkan desa-desa kita,” tuturnya. (Muhammad Tanreha).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.