BOGOR-KEMPALAN: Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia akan menjalani laga pertamanya dalam babak Final Four Putaran pertama menghadapi Bandung BJB Tandamata di GOR Candradimuka, Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jumat siang (11/3). Final Four pertama bagi klub dari kota Pudak (julukan Gresik) itu sejak 2018.
Sebelumnya, Petro gagal melangkah ke babak Final Four Proliga 2019. Sementara itu, saat edisi 2020, Proliga hanya memainkan penyisihan reguler dua putaran tanpa dituntaskan dengan babak Final Four dan Grand Final karena sudah memasuki pandemi Covid-19.
BACA JUGA: Gresik Petrokimia dan Energi Dari Comeback Hany Budiarti
Makanya, dengan berbekal momentum kemenangan yang mampu mereka catatkan pada laga-laga terakhirnya dalam Putaran Kedua Proliga musim ini, Khalisa Azilia Rahma dkk diharapkan mampu mengawali babak Final Four kali ini dengan meyakinkan.
Catat, delapan dari 12 poin yang mengantarkan Petro ke babak Final Four didapatkan dari rentetan tiga kemenangan dalam tiga laga terakhirnya di Putaran Kedua. Termasuk dua poinnya atas Tandamata dalam laga pemungkas di Putaran Kedua.
BACA JUGA: Main Nothing To Lose, Gresik Petrokimia Bekuk BJB Tandamata Bertabur Bintang
Ketika itu Petro mempecundangi Yolla Yuliana dkk dengan skor tipis 3-2 (25-21, 11-25, 25-23, 27-29, 15-13). Hasil serupa diharapkan terulang Jumat siang. Meski, pelatih Petro Ayub Hidayat tak mau anak asuhnya overkonfiden gara-gara berpatokan dengan hasil tersebut. “Kami sampaikan kepada tim, jangan sampai terlena dengan kemenangan kemarin,” harap Ayub.
Dia tak mau anak asuhnya overkonfiden sehingga gagal memenangi laga. “Kita harus bersyukur bisa masuk ke babak Final Four. Momen ini harus bisa kami manfaatkan sebagai pendorong agar lebih baik dari sebelumnya dan kami berusaha menutupi kekurangan-kekurangan sehingga pada saat bertanding bisa lebih baik,” tambah Ayub.
BACA JUGA:
Lima Pemain Reaktif, Gresik Petrokimia Hanya Kalah Tipis 2-3 dari Elektrik
Ayub memaparkan, BJB termasuk salah satu tim terbaik di Proliga 2022 ini. Bukan hanya barisan pemain lokalnya yang berisi pemain-pemain timnas voli putri Indonesia seperti Wilda Sitinurfadilah, Yolla, Shella Bernadetta atau Yulis Indah Yani. Begitu pula pemain asingnya, Madeline Guillen dan Nikoleta Perovic. “Keduanya (Guillen dan Perovic) sama-sama bagus saat bertahan atau menyerang,” puji Ayub.
Yang lebih penting lagi dan bisa jadi penentu hasil akhir, lanjut Ayub, adalah mental bertanding anak asuhnya. Apalagi yang belum banyak jam terbang di Final Four Proliga. “Pasti itu (mentalitas bertanding) akan berpengaruh besar. Apalagi dalam Final Four ini semua timnya bagus-bagus. Semua kembali ke kesiapan masing-masing tim,” tandasnya. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi