Lebih lanjut, A. Rasmussen dalam Women Out Loud: Religious Performance in Islamic Indonesia (2017) mengemukakan bahwa Adzan telah sebagai soundscapes Islam awal di Indonesia. Adzan telah terlantang di surau (masjid kecil) desa, yang digunakan untuk sholat dan pertemuan keagamaan. Penulis lainnya P.T. Arab dalam Amplifying Islam in the European Soundscape (2017) menjelaskan praktik kontekstual Adzan di Indonesia di bawah penjajahan Belanda “di mana peran Islam umumnya diremehkan, sehingga minat kolonial terhadap Adzan minimal atau tidak ada.”
Hal tersebut memberikan peluang bagi konstruksi identitas, termasuk identitas soundscapes. Soundscapes (bunyi lingkungan) Islam di Indonesia memiliki kekhasan yang membedakannya dari negara-negara Muslim lainnya. Suara Adzan menjadi soundscape yang pada jam-jam tertentu berkelindan di telinga. Fenomena Adzan ini di Indonesia menjadi satu soundscape yang mencerminkan detak suara kebudayaan dari karakter masyarakatnya.
Di Nusanstara pun memiliki keunikan tersendiri. Guna menjangkau penduduk yang rumahnya jauh dari masjid, sebagian ulama Nusantara pun berinisiatif untuk mengumandagnkan adzan dengan suara-suara yang memiliki efek jelajah yang jauh. Jajat Burhanudin and Kees van Dijk dalam Islam in Indonesia (2013) mendalami instrumen Bedug (gendang kayu dengan kulit binatang) dan Kentungan (batang pohon), juga digunakan untuk mengumumkan waktu sholat. Kedua alat musik tersebut memiliki tradisi panjang di Nusantara sejak tradisi Hindu sebelumnya dan juga mencerminkan pengaruh Cina.
Namun memang tidak semua ulama sependapat dengan penggunaan Bedug dan Kentungan. Nahdatul Ulama (NU) menyatakan bahwa kedua instrumen tersebut merupakan warisan budaya yang perlu dihargai. Sedangkan Muhammadiyah lebih menekankan pada relevansi penggunaan Bedug dan Kentungan. Dissenting opinion lainnya disuarakan oleh organisasi Muslim Persatuan Islam (Persis) yang juga membahas secara khusus penggunaan Bedug dan Kentungan. Fatwa Persatuan Islam tersebut dimuat dalam Jurnal Pembela Islam.
Terlepas dari perspektif yang bervariasi, terdapat bukti yang valid bahwa di beberapa daerah (terutama di pedesaan), Bedug dan Kentungan juga membentuk soundscape Islam di Indonesia
Next: Cara Melakukan Adzan

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi