Diminta Berhenti
Jadi Gubernur
Yang paling fenomenal tentulah para warga Kampung Akuarium itu. Setelah bertahun menjadi manusia perahu karena rumah mereka digusur zaman Gubernur Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, Anies membangunkan mereka kembali tempat berteduh.
Dan warga kampung yang tragedi penggusuran mereka yang dulu juga menjadi sorotan media internasional karena dugaan pelanggaran HAM, kini bisa tersenyum bahagia dan menjalani “hidup baru”.
Saat hadir di Jogja sebagai pembicara dalam Harlah dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Yogyakarta, akhir Januari lalu, simpatisan massa PPP menyambutnya dengan raungan suara knalpot, takbir, serta teriakan ‘Anies calon presiden 2024’.
Di tengah kerumunan aksi demo buruh di depan Balai Kota Jakarta pun, para buruh bersorak sorai berteriak “Anies Presiden Indonesia”.
BACA JUGA: Miss World Terbelit Batik
Anies, yang saat itu duduk bareng bersama buruh pendemo, hanya tersenyum dan berjanji akan mengkaji kelayakan upah minimum di Jakarta.
Euforia serupa juga tampak saat Anies melakukan panen raya bersama Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan para petani di area persawahan Desa Mekarwangi, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (11/6) lalu. Sumedang merupakan salah satu lumbung penghasil beras, yang memasok kebutuhan pangan warga Jakarta, melalui PT Tjipinang Food Station sebagai penyuplai dan PD Pasar Jaya sebagai pihak yang memasarkan kebutuhan pangan tersebut.
Para petani dan masyarakat Sumedang justru ramai berfoto dan menyalaminya sambil berucap, ”Presiden Indonesia ya Pak.”
Begitu juga di Instagram. Netizen bertubi-tubi mendoakanya untuk memperbaiki Indonesia setelah Jakarta. Sebuah akun atas nama @shintasirviaroza bahkan menulis, ”Berhenti aja pak jadi gubernur. Gak cocok. Cocoknya jadi presiden.”
Apakah suara rakyat akan benar-benar menjadi suara Tuhan? Kita lihat saja nanti…(*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi