Jumat, 29 Mei 2026, pukul : 03:25 WIB
Surabaya
--°C

Fenomena Baru Anies Baswedan: “Jadi Presiden ya Pak, Udah Cape Liat Indonesia yang Sekarang.”

Postingan uji coba sound system di Jakarta International Stadium (JIS) di mana Anies mengundang grup band ternama Nidji, bahkan mencatat rekor dengan 47 ribu jempol dari netizen. Juga ribuan komentator. Angka ini hanya bisa ditandingi akun facebook Presiden Jokowi.

Suara Netizen
Suara Tuhan

Ada istilah lama yang berbunyi vox populei, vox dei. Artinya, suara rakyat adalah suara Tuhan. Suara rakyatlah yang menentukan siapa yang akan terpilih.

Namun zaman now, suara netizen di medsos adalah suara rakyat yang pengaruhnya sangat signifikan dalam keterpilihan seorang calon pemimpin. Dan suara netizen ini sulit dibeli.

Demi memiliki citra positif di dunia maya ini, banyak politisi yang sampai menghabiskan dana miliaran rupiah menyewa buzzer untuk menaikkan popularitas. Mem-bully para pengkritisi. Termasuk mengirim caci maki kepada lawan politik. Dan memantik perang di medsos.

Media terkemuka Inggris The Guardian misalnya, pada 2017 merilis liputan terkait buzzer bagi Basuki T Purnama alias Ahok. Guardian dalam laporannya bertitel ‘I felt disgusted’: inside Indonesia’s fake Twitter account factories’ menceritakan pengakuan Alex, salah satu buzzer untuk Ahok pada Pilkada DKI 2017.

BACA JUGA  Dari Mana Asal Mula NPD?

Alex dan koleganya memainkan akun-akun palsu yang sebagian menggunakan avatar berwajah perempuan muda cantik.

BACA JUGA: Margiono, Rakyat Merdeka, dan Perang Kartun dengan Australia

“Ketika Anda sedang berperang, anda menggunakan apa pun yang ada untuk menyerang lawan,” ujarnya kepada Guardian di sebuah kafe di Jakarta Pusat.

Selama berbulan-bulan pada 2017, Alex menjadi satu dari 20 orang yang tergabung dalam pasukan siber rahasia bagi Ahok.

Tugasnya menggelorakan berbagai pesan melalui akun-akun palsu di media sosial agar Ahok terpilih lagi sebagai gubernur DKI.

Untuk tugas itu, Alex harus punya setidaknya lima akun facebook, lima akun di twitter dan satu akun di instagram. Dia mengaku digaji Rp4 juta per bulan.

BACA JUGA  Pameran Seni Rupa Harry Suliztiarto: Berpihak Pada Luka

Permadi Arya alias Abu Janda juga pernah blak-blak an mendapat jackpot, istilahnya untuk bayaran yang besar, sebagai buzzer Jokowi – Maruf Amin di Pilpres 2019.

Dalam video berjudul “Blak-blakan Abu Janda” di Youtube, ia mengaku sudah digaji sejak 2018 lalu kemudian menjadi influencer atau buzzer selama kampanye Pilpres 2019 untuk memenangkan Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Bayarannya begitu fantastis menurut pengakuan Abu Janda. Padahal sebelumnya, untuk makan saja dia mengaku susah.

Dan para buzzer alias pendengung ini sudah lama selalu berisik dan berputar-putar di sekeliling Anies Baswedan. Meneriakkan suara sumbang. Mencari kesalahan. Menjegal berbagai ide dan upayanya.

Banyak yang menilai, para buzzer ini memang dirancang untuk menjegal Anies menuju Pilpres 2024. Namun sejauh ini, Anies terlihat menghadapi buzzer dengan tenang dan tidak kehilangan fokus.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.