Jumat, 29 Mei 2026, pukul : 03:25 WIB
Surabaya
--°C

Fenomena Baru Anies Baswedan: “Jadi Presiden ya Pak, Udah Cape Liat Indonesia yang Sekarang.”

Melalui akun medsosnya, Anies terus saja “meladeni” aksi sumbang para buzzer dengan terus memuat berbagai aktifitas dan pencapaian.

BACA JUGA: Rumah Roti Jahe Hangat dan Nikmat

Ramainya sambutan positif dari netizen membuat buzzer pun seolah “tenggelam” dan sulit bergerak.

Bukan itu saja. Netizen tanah air pun sepertinya sudah paham dengan kelakuan akun-akun buzzer ini. Sehingga kehadirannya mudah terdeteksi.

Dan kemunculannya malah jadi bulan-bulanan netizen terutama simpatisan Anies Baswedan yang terus bermunculan. Para netizen bahkan tidak segan membalas caci makin buzzer dengan tak kalah sadisnya. Hal ini sangat kentara terlihat di berbagai platform medsos.

Disambut Takbir
di Yogyakarta

Sejarah mencatat, dalam iklim politik yang memanjakan ketidak-adilan, akan muncul pahlawan baru, yang populis. Yang di Indonesia dipersepsikan sebagai “ratu adil”, pembela kelompok tertindas.

BACA JUGA  Mengungkap Kisah Lee Man Fong Dalam “Bison Padang Sunyi”, Melacak Jejak Sang Maestro di Balik Layar

Ratu adil biasanya muncul dari tengah kalangan tertindas. Atau dekat dengan kelompok tertindas.

Sosok itu sepertinya diharapkan oleh rakyat terhadap seorang Anies Baswedan. Anies memang doyan berkeliling keluar masuk gang dan perkampungan khas Ibu Kota. Dia tidak canggung dan sikapnya natural dan tulus saat berada di tengah masyarakat.

Karena itulah Anies , selalu mendapat sambutan meriah. Pelukan, curhat, sampai tangisan para emak-emak yang mengeluhkan susahnya hidup.

Atau para pekerja yang mengeluhkan sulitnya mendapat pekerjaan dengan bayaran layak. Belum lagi harga bahan pokok melonjak tak terbeli.

BACA JUGA: Goyang Lidah Musim Hujan di Resto Korea Inul Daratista

“Jadi presiden ya Pak…sudah cape dengan Indonesia yang kaya begini,” ujar seorang warga saat menggenggam tangan Anies di Cempaka Putih.

BACA JUGA  Lewat ‘Invoice’: Dolar Kabur, Mafia Makmur

Anies juga kerap mendapat dekapan anak-anak Ibukota yang hanya bisa bermain di pinggiran rel, kubangan jalan becek, atau pinggir sungai keruh dan berbau. Karena tidak ada lagi ruang untuk mereka bermain.

Dan Anies merespon semua itu dengan merevitalisasi berbagai taman kota di Jakarta menjadi arena bermain yang bersih, aman, indah, dan gratis.

Semua harus bahagia di Jakarta.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.