Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 08:26 WIB
Surabaya
--°C

Margiono, Rakyat Merdeka, dan Perang Kartun dengan Australia

Catatan: Masayu Indriaty Susanto

KEMPALAN: Insan pers Indonesia berduka. Margiono, wartawan senior, CEO Rakyat Merdeka Grup, mantan Ketua PWI Pusat 2008-2018, menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Modular Jakarta, kemarin (1/2) di usia 62 tahun.

Meski mengawali karir sebagai generasi awal hingga menjadi Pemimpin Redaksi Jawa Pos Surabaya, namun sosok Margiono atau Pak MG, justru lebih identik dengan Rakyat Merdeka, surat kabar yang didirikannya. Yang terkenal dengan judul-judulnya yang keras dan kartun-kartunnya yang menyengat sampai istana. Juga bikin tegang dua negara.

Kartun Pak SBY di media Australia

Jika Jawa Pos mengusung koran nasional rasa suroboyoan, Rakyat Merdeka yang terbit di Jakarta tampil sangat berbeda. Headline-nya selalu dihiasi kata-kata lugas, singkat, bahkan seringkali sarkasme. Dan kartun-kartunnya terkenal nyelekit.

BACA JUGA  Catatkan 71 Pukulan, Aji Pradana Menangi Series 3 Metro Golf League 2026

Banyak yang menganggap, Rakyat Merdeka sangat identik dengan seorang Pak MG, sang pendiri. Sosok yang tak ada takutnya, tak suka protokoler, humble, egaliter, dan apa adanya.

Kartun Tony Abbot yang menghebohkan.

Rakyat Merdeka memang memposisikan diri sebagai koran politik. Semula berslogan “Apinya Demokrasi Indonesia”. Tapi kemudian berubah menjadi “Political News Leader”.

Namun yang jelas, lewat Rakyat Merdeka, Margiono membuktikan jika rakyat berhak merdeka dalam menerima informasi yang jujur dan apa adanya. Dia juga menunjukkan jika pers sudah seharusnya berpihak pada kepentingan rakyat. Bukan malah bermesraan dengan penguasa.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.