Sabtu, 18 April 2026, pukul : 19:06 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Buka Musorprov KONI Jatim, Ketum Terpilih Diharap Ikuti Jejak Erlangga

SURABAYA-KEMPALAN: Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jawa Timur resmi dibuka Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Hotel Bumi, Surabaya, Rabu (26/1). Musorprov yang salah satu agendanya memilih Ketua Umum KONI Jatim periode 2022-2026 ini akan berlangsung hingga Kamis (27/1).

Selain pemilihan Ketua Umum KONI Jatim, ada beberapa agenda lain seperti laporan kegiatan, keuangan, program pembinaan prestasi olahraga, serta pembentukan kepengurusan KONI Jatim.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman berharap Ketua Umum KONI Jawa Timur terpilih akan mampu melanjutkan prestasi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Erlangga Satriagung selama ini dinilai sudah sangat baik. Menurutnya, Jawa Timur merupakan salah satu barometer pembinaan olahraga nasional.

“Saya berharap Ketua Umum KONI Jatim yang baru terpilih melalui Musorprov ini bisa melanjutkan karya Pak Erlangga selama jadi Ketua Umum KONI,” jelas Marciano Norman kepada media.

Selain mengapresiasi kerja keras pembinaan atletnya, Marciano juga mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sudah memperhatikan masa depan atlet dengan memberikan beasiswa hingga S-3.

“KONI Jawa Timur telah kerja keras melakukan pembinaan olahraga prestasi. Hasilnya mereka konsisten berprestasi di tiga kali PON. Dengan pembinaan luar biasa dan dukungan Bu Gubernur yang besar, tidak hanya mempersiapkan atlet, rekrutmen, pembinaan, dan masa depan atlet dengan pemberian beasiswa hingga S-3. Ini harus jadi kebanggan kita. Dan Insya Allah prestasi olahraga Jatim ke depan akan lebih baik lagi,” lanjutnya.

Sementata itu, Erlangga Satriagung yang akan berakhir masa jabatannya sebagai Ketua Umum KONI Jatim, berpesan kepada ketua umum terpilih untuk siap menghadapi tantangan besar. Erlangga berharap Ketua Umum KONI Jawa Timur tidak hanya berfokus pada prestasi di PON 2024-2025 di Aceh dan Sumatera Utara. Sebab masih ada lagi yang perlu disiapkan, yakni mencetak atlet di level internasional.

Sedang tantangan kedua adalah mencetak atlet internasional. Ini harus terus dilakukan. Dan ia mengaku sudah menyampaikan kepada teman-teman bahwa ke depan jangan punya target hanya di PON, target ke depan itu adalah target internasional. Minimal di Asia Tenggara.

Syukur-syukur kalau ada beberapa cabor yang sudah juara dunia. Seperti paralayang, di mana dua sampai tiga atletnya sudah juara dunia. Demikian pula cabor panjat tebing, di tingkat Asia sudah banyak yang juara. Juga tenis lapangan yang dinilai luar biasa. Bahkan untuk bowling, masternya banyak yang berasal dari Jawa Timur.

“Kalau targetnya Asia Tenggara di tiap cabor kita bisa berprestasi, maka PON itu ringan. Tapi kalau targetnya PON, internasionalnya akan kelewatan. Tinggal kita dorong terus untuk prestasi internasionalnya,” jelas Airlangga.

Setelah PON XXI tahun 2024, berikutnya adalah persiapan menghadapi PON XXII 2028. Airlangga berharap, pada PON 2028 tersebut Jatim bisa menjadi tuan rumah.

“Kita harapkan PON 2028 kembali ke Jawa Timur. Kita kan terakhir jadi tuan rumah tahun 2000,” ujarnya.

Sebab, lanjut Erlangga, kalau Jatim menjadi tuan rumah maka multi player effeknya akan lebih besar. Mulai penyiapan venue, atlet, pelatih, hardware, dan software-nya.

Sedang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berjanji akan memberikan perhatian kepada para atlet. Terlebih bagi mereka yang telah membawa nama harum Jatim, bahkan Indonesia di kancah Internasional.

Di antara perhatian kepada para atlet yang telah berprestasi membawa nama Jawa Timur tersebut adalah dengan memberikan beasiswa untuk pendidikannya sampai jenjang S-3.

“Karena menurut saya prestasi anak-anak kita, prestasi atlet kita itu tidak diraih dengan gratis. Mereka luar biasa berlatih dengan keras, sehingga prestasi itu tidak ada yang gratisan,” kata Khofifah dalam sambutannya.

Selain itu, Khofifah juga membekali para atlet untuk dapat berwirausaha ketika mereka telah pensiun sebagai atlet. Yaitu dengan memberikan pelatihan kewirausahaan bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk salah satu perguruan tinggi swasta ternama.

“Mereka telah membawa nama Indonesia, juga tentunya nama Jawa Timur. Sudah sepatutnya kita memberikan apresiasi, perhatian kepada mereka yang telah berjuang menjadi pahlawan, patriot olahraga,” ucapnya.

Khofifah berharap, para atlet bisa berkehidupan layak setelah tidak lagi berstatus sebagai atlet. Karena banyak di antara para atlet yang setelah pensiun kemudian memilki kehidupan yang memprihatinkan. Hal tersebut sangat jauh berbeda dengan apa yang telah mereka berikan kepada daerah, bangsa, dan negaranya.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga berupaya agar olahraga di Jatim dapat berkembang menjadi lebih baik dan mencetak prestasi lebih banyak lagi. Salah satunya dengan memasukkan dalam APBD slot untuk membangun beberapa venue olahraga. (Dwi Arifin)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.