Sabtu, 6 Juni 2026, pukul : 10:18 WIB
Surabaya
--°C

Menanti Rekonsiliasi Dis dan GM ala Tempo

DIS TELAT MELAWAN
Banyak pihak menilai kubu Dis terlambat melawan pemegang saham yang dimotori GM dkk.
Momentum terbaik Dis melawan GM dkk sebenarnya terjadi usai Azrul Ananda, anak lanang Dis dicopot dari Dirut JP Koran pada RUPS LB pada 24 November 2017.
Saat itu hampir semua pimpinan JP, JP Group, Direktur Radar dan senior JP bersimpati dan berada di belakang Dis.
Mereka tinggal menunggu komando Dis untuk melawan GM dkk.
Bahkan satu minggu sebelum dicopot dari Dirut JP Koran, sembilan Direktur Radar saat rapat triwulan di Banyuwangi menghadap Azrul. “Sampeyan ditekan Jakarta (GM dkk) nggak usah dihiraukan. Sampeyan kerja seperti biasa saja. Kami semua berada di belakang sampeyan, ” kata Eri Suharyadi, Direktur Radar Jogja yang menjadi juru bicara para Direktur Radar yang disaksikan Direktur Radar lainnya.
“Kami siap pasang badan, ” timpal Direktur Radar lainnya.
“Malah kita senang Bos Azrul bersikap tegas dan keras sama pemegang saham, ” tambah Eri memprovokasi Azrul.
Tanggapan Azrul di luar dugaan yang membuat para Direktur Radar masghul.
“Biasa Mas. Posisi saya kan sama seperti Anda. Biasa ditekan. Sampeyan tahu saya anaknya Pak Dahlan. Semua tergantung Abah. Saya tidak sefrontal itu, ” kilah Ulik sapaan Azrul.
Glodak.. para Direktur Radar tidak menyangka Azrul yang biasanya fight. Tidak takut kepada siapa pun. Kali ini loyo.
Nyaris tidak berbekas sedikit pun kegarangannya. Seperti kalah sebelum berperang.
“Kami.. Kami sangat kecewa, ” aku Eri. Direktur Radar lainnya tak kalah kecewanya. Sampai misuh misuh.

BACA JUGA  Tongkat Komando Berganti, Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim Pimpin Sertijab Danki dan Wisuda Purnabakti

“Kita juga loyal ke Pak Dahlan. Apa perintahnya kita taati. Ini sisa sisa pengabdian kami ke Bos Dis. Kita bisa jadi Direktur juga karena Pak Dahlan. Masak kita diam saat Bos Dis dikuyo kuyo orang Jakarta (pemegang saham GM dkk) , ” ujar seorang Direktur Radar senior ke penulis.
Para pimpinan JP Group daerah silih berganti mengunjungi Sakura Regency, rumah Dis.
Baik perorangan maupun bersama sama, rombongan dipandu Zainal Muttaqien atau ditemani Yamin Hamid. Ada yang diterima, Ada yang ditolak Dis tanpa alasan jelas.
Akhirnya, mereka yang ditolak Dis hanya kongkow di Hotel Alana seberang Graha Pena.
Padahal, mereka harus terbang ribuan kilometer dari daerah asal kota mereka ke Surabaya untuk menemui Dis. Tapi, harus berakhir mengecewakan. Ditolak Dis.
Kedatangan ke rumah Dis selain silahturahmi, empati kepada nasib Azrul yang baru dicopot dari Dirut JP Koran.
Mereka juga ingin dapat arahan, petunjuk.
Mereka menunggu fatwa Dis untuk melawan pemegang saham Jakarta GM dkk.
GM dkk dianggap sewenang wenang terhadap Dis.
Tapi, mereka harus kecewa karena Dis tak pernah mengeluarkan fatwanya untuk pimpinan anak perusahaan. (Baca: Menanti Fatwa Tak Kunjung Turun di buku 1).
Ditambah lagi dukungan sebagaian besar para senior JP karena ada ikatan batin dengan Dis karena pernah sama sama berjibaku membesarkan JP dari koran sekarat menjadi imperium. Beranak pinak jadi ratusan media massa dan puluhan tv lokal.

BACA JUGA  Anas Karno: Respons Cepat Aparatur Jadi Kunci Pelayanan Publik yang Humanis
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.