Minggu, 26 April 2026, pukul : 00:47 WIB
Surabaya
--°C

Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak USD 1,176 Miliar, Ditutup Pakai Utang?

JAKARTA-KEMPALAN: Estimasi Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bengkak sebesar USD 1,176 miliar atau sebesar Rp16,8 triliun.

Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN, mengatakan bahwa dana pembengkakan (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tersebut akan ditambal menggunakan dana yang berasal dari pinjaman dan juga konsorium pemegang saham.

Sebanyak 25 persen dari pembengkakan tersebut akan ditanggung konsorsium BUMN Indonesia, yaitu PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan juga konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co Ltd.

PSBI sendiri pun pada PT Kereta Cepat Indonesia (KCIC) memegang saham sebesar 60 persen dan sisanya sebesar 40 persen dimiliki oleh Beijing Yawan.

Arya mengatakan, PSBI diperkirakan akan menambal sebesar Rp4 triliun dari pembengkakan. Sementara itu, konsorsium China akan menutup sebesar Rp3 triliun. Dari sisanya, sebesar 75 persen akan ditutup melalui utang.

“Nanti yang 75 persen kita akan cari loan. Loan yang akan dibayar pada saat sudah mulai operasional. Di situ dimasukkan dalam semuanya, jadi dimasukkan dalam loan juga 75 persen itu. Itu yang akan diperkirakan apakah cari dari perbankan mana, mungkin dari China, atau dari mana,” ujar Arya.

Arya mengatakan bahwa pinjaman tersebut nantinya atas nama KCJB. Namun, ia belum menjelaskan siapa yang akan memberikan pinjaman tersebut. Bahkan ia dan pihaknya pun masih mencari sumber pendanaan tersebut.

“Kita cari kan, kita lagi cari nih, bisa dari bank China dan sebagainya, lagi dicari, bisa lah,” tuturnya.

Dari rencana awal, biaya pembangunan proyek KCJB sudah membengkak dan dalam proposal penawaran yang disampaikan pada tahun 2015 pemerintah China menawarkan biaya proyek pembangunan hanya sebesar USD 5,13 miliar.

Namun, setelah KAI melakukan hitungan terbaru biaya proyek KCJB membengkak dengan maksimal USD 1,9 miliar atau sebesar Rp28,5 triliun dan maksimal anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan adalah sebesar Rp118,5 triliun.

Pemegang proyek ini pun, yaitu China Development Bank (CDB) meminta Indonesia juga ikut menanggung terjadinya pembengkakan biaya proyek.

Saat ini, progress investasi dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 85 persen dan progress fisik yang ada telah mencapai 76 persen.

Nantinya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan beroperasi sepanjang 142,3 km di jalur ganda dan akan berhenti di Stasiun Halim Jakarta, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar (Bandung). (CNN/Bisnis/Okezone, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.