Gatra kemudian pecah. Sebagaian awaknya membentuk majalah Gamma. Persebaran awak Tempo kian luas.
Luka perpecahan awak Tempo begitu dalam dan sangat berdarah darah, berlangsung belasan tahun dan melibatkan banyak tokoh penting pendiri Tempo.
Tapi, rekonsiliasi 21 Oktober 2008 melebur pihak yang tercerei berei, terserak, terpisah secara fisik dan idiologi menjadi satu kembali dalam keluarga besar TEMPO.
Dalam rekonsiliasi Selasa malam di Komunitas Salihara, GM dalam pidatonya dengan takzim mengatakan. “Tak usah lagi mempersoalkan Gatra, Editor atau apa pun. Kita semua adalah satu Tempo. Permusuhan dan perseteruan tak boleh selamanya”.
Gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai 200 alumni Tempo mengiringi sambutan GM. Termasuk Dahlan Iskan ikut hadir. Setahun kemudian, 2009 Dis dipercaya menjadi Dirut PLN.
Almarhum Amarzan Lubis, redaktur senior Tempo mengungkapkan, ini lah pernyataan resmi pertama GM tentang rekonsiliasi awak Tempo.
Seperti ungkapan Jawa: ngumpulke balung pisah. Mengumpulkan tulang yang terpisah. Atau menyatukan mereka yang terserak.
Kalau perseteruan awak Tempo melibatkan banyak tokoh, berdarah darah dan berlangsung belasan tahun saja berakhir happy ending. Mengapa gegeran, Konflik JP Group yang tokoh utamanya hanya Dis v GM tak bisa didamaikan.
Sungguh terlalu. Kata Bang Haji Rhoma.
Selain Dis dan GM sudah sepuh. Dis sudah Kepala 7 tepatnya 71 tahun saat 17 Agustus 2022 nanti. Sedangkan usia GM sudah kepala 8. Tepatnya 81 tahun saat 29 Juli 2022 mendatang.
Harusnya mereka berdua malu pada anak anaknya. Generasi baru JP dan Tempo.
Apa mereka akan membawa perseteruan sampai ke liang lahat. Toh.. kalau menghadap Ilahi, Dis tidak membawa JP. Begitu juga GM tak akan membawa Tempo yang dibidaninya.
Apa Dis-GM tidak belajar dari perseteruan para pendiri dan pengurus rumah ibadah di kawasan Nginden, Surabaya.
Yakni, antara pdt AT dan pdt Lmt. Mereka saling lapor , saling gugat di pengadilan hingga
keduanya menemuinya ajalnya tanpa sempat menyelesaikan masalahnya secara damai.
Entah bagaimana sekarang. Apa sudah damai atau terus gegeran di alam kuburnya. Kasihan jemaatnya yang ditinggalkan.
Jangan sampai perseteruan Dis v GM bernasib sama seperti kedua tokoh di atas. Keburu menghadap Illahi tanpa bisa menyelesaikan masalah JP secara damai.
Penulis dan alumni JP, terlebih karyawan JP Group menanti rekonsiliasi Dis dan GM layaknya rekonsiliasi Tempo 21 Oktober 2008.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi