Setelah melewati 40 menit, kekuatan Iswadi dan kawan-kawan melorot tajam. Sebetulnya, kita nyaris lolos ke Olimpiade Montreal, 1976. Karena fisik sudah menurun drastis, maka adu penalti pun kita kalah.
Lalu tim ketiga, Bambang Nurdiansyah cs yang tampil di Pra Piala Dunia 1985. Meski akhirnya kita kalah dari Korsel 2-1 di Seoul dan 4-1 di Jakarta, skill mereka juga tidak kalah dari lawan. Sebagai bukti, saat itu KFA ( Korean Football Association) melakuan sports intelligence dengan melibatkan Kedubes mereka di Jakarta.
Semua data pemain kita, prilakunya, kebiasaannya di dalam dan luar lapangan sepakbola, dikumpulkan kedubes dan diserahkan ke KFA untuk dipelajari. Bahkan mereka tahu ada pemain yang suka konsumsi alkohol dan mabuk-mabuk. Intinya sangat detail.
Kalau pun masih ada tim dengan kualitas teknik tinggi, itulah tim nas Garuda-1 dan Primavera. Marzuki Nyak Mad cs, memiliki skill yang baik. Begitu juga Kurniawan Dwi Julianto, Bima Sakti, dan Kurnia Sandi yang sempat merumput di Swiss, memiliki kelas mendekati para pemain Eropa.
Tidak berlebihan jika mereka kita sebut berada di atas rata-rata. Namun, karena fisik mereka tidak maksimal, maka hasil yang dicapai pun tidak maksimal.
Selain fisik, maaf, banyak juga faktor lain yang akhirnya memaksa kita semua gigit jari. Tapi, saya tidak hendak masuk ke wilayah itu.
Jangan Terlena
Nah, puji Bang Dali, Witan Sulaiman dan kawan-kawan saat ini juga merupakan sekumpulan pemain yang memiliki kualitas hebat. Tim menjadi lebih istimewa karena mampu bermain konstan 90 menit.
Tidak hanya itu. Jika dulu, karena tidak memiliki kebugaran yang maksimal, timnas kita rata-rata 20 menit pertama bisa tampil keren, setelah itu, melemah. Di laga awal bisa mengagumkan, tapi laga kedua dan seterusnya melorot. Witan cs tidak demikian.
Meski demikian, jangan terlena. Para pemain harus segera mampu menghilangkan kegembiraan dapat menggilas Malaysia. Jika euforia ini tidak segera hilang, saya khawatir kita bisa terjebak dalam kesenangan semu.
Singapura bukanlah lawan berat meski juga tidak boleh dipandang enteng. Apalagi dari laga yang mereka tampilkan di penyisihan kelas mereka tidak kalah dari Thailand.
Bisakah kita mengalahkannya? Tidak ada yang tak mungkin..(*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi