JAKARTA-KEMPALAN: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan kepada relawan pendukungnya Relawan Tim 7 bahwa, harga bahan bakar jenis Pertalite tidak mengalami kenaikan.
Jika harga pertalite tersebut mencapai Rp33.000 sudah pasti berbagai kalangan di Indonesia akan mengadakan demo secara besar-besaran. Oleh karena itu, Presiden Jokowi tetap mempertahankan harga pertalite.
Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang masih mampu mengendalikan harga BBM Pertalite.
“Tapi Alhamdulilah di negara kita, kita masih mampu mengendalikannya. Di negara kita harga BBM Pertalite masih Rp 7.650 benar? Tidak naik. Betul?,” ujar Jokowi pada Minggu (12/6).
Namun, Jokowi menambahkan walaupun harga BBM Pertalite tidak naik, tetapi harga yang harus dibayar APBN itu besar.
“Tetapi ingat, harga yang harus dibayar oleh APBN itu juga gede sekali,” tambah Jokowi.
Presiden Jokowi juga membandingkan harga BBM Pertalite di negara lain yang sedang terdampak gejolak global sehingga harga BBM mengalami kenaikan yang tinggi.
Kenaikan harga BBM di Amerika Serikat telah mencapai Rp19.400, sedangkan di Singapura mengalami kenaikan hingga mencapai Rp33.000 pada saat ini.
Seperti halnya BBM Pertalite, beras di Indonesia juga disinggung oleh Jokowi karena tidak mengalami kenaikan. Harga beras di Indonesia rata-rata masih berada di kisaran Rp 10.000 per liternya.
Jokowi juga membandingkan harga beras Indonesia dengan negara lain, salah satunya adalah Amerika Serikat yang harga berasnya terjadi lonjakan hingga sebesar Rp52.000.
“Bayangkan kalau harga beras di sini menjadi Rp 52 ribu, demo setahun enggak rampung-rampung. Benar nggak? Ini yang perlu saya sampaikan biar kita semuanya tahu. Oleh sebab itu, kita pertahankan harga beras supaya tidak naik, harga BBM juga tidak naik,” ungkap Jokowi.
Walaupun demikian, Jokowi mengatakan saat ini kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia sangat berat untuk subsidi berbagai kebutuhan pokok masyarakat Indonesia tadi. Jokowi juga menambahkan bahwa selain Indonesia tidak ada negara lain yang cukup berani untuk subsidi besar di sektor energi.
“APBN menjadi berat karena subsidinya sekarang untuk BBM Pertalite, Pertamax, Solar, Elpiji, subsidinya menjadi Rp 502 triliun. Gede sekali, enggak ada negara yang seberani kita melakukan ini subsidi segede ini,” ucap Jokowi. (CNBC/CNN, Arlita Azzahra Addin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi