Menu

Mode Gelap

kempalanda · 25 Nov 2021 14:26 WIB ·

Guru


					Foto guru mengajar. (Husniati Salma-Unsplash) Perbesar

Foto guru mengajar. (Husniati Salma-Unsplash)

Daniel Mohammad Rosyid

KEMPALAN: Hari ini kita memperingati Hari Guru Nasional. Tiba waktunya untuk melihat kembali peran guru di era digital pasca pandemi. Sudah jelas bahwa sebelum pandemi, peran guru sudah dikurangi oleh internet. Ruang Guru salah satu pengurangnya. Internet telah melubangi tembok-tembok tinggi sekolah. Peran itu makin berkurang selama pandemi. Kita perlu memikirkan ulang peran guru dalam pendidikan kita.

Pandemi mengajarkan bahwa rumah bisa lebih berperan dalam pendidikan. Mengambil alih semua tugas-tugas pendidikan dari keluarga terbukti keliru. Bahkan tugas utama keluarga sebenarnya adalah pendidikan. Hanya anak yg terdidik dengan baik di rumah yang mampu menghadapi guru di sekolah dengan efektif sekaligus mengurangi tugas-tugas guru yg kompleks. Mengatakan bahwa keluarga tidak mampu mendidik tidak saja keliru tapi juga menyesatkan. Adalah tugas pemerintah dan masyarakat untuk memampukan keluarga menjadi satuan pendidikan yang efektif. Bukan malah melemahkannya.

Kinerja belajar anak sesungguhnya tidak pernah ditentukan oleh kurikulum dan sarana persekolahan. Adab dan akhlaq murid lebih ditentukan terutama oleh ayah dan ibu mereka sendiri di rumah melalui teladan adab dan akhlaq di rumah sehari-hari. Kejujuran, amanah, kesetiaan, kepedulian, pengorbanan dan tanggungjawab terbaik dipelajari di rumah dari teladan orang tua. Guru di sekolah mungkin bisa memberi penguatan adab dan akhlaq, serta kecakapan dan ketrampilan teknis tertentu seperti sains, dan matematika. Guru sering terlalu disibukkan oleh tugas2 administratif dan teknis.

Banyak sekolah hanya menjadi tempat guru mengajar, tapi bukan tempat murid belajar. Alam terbuka dan masyarakat bisa menjadi tempat belajar yang lebih baik daripada sekolah karena memberi pengalaman nyata pada murid. Pengalaman tetap guru terbaik. Tugas terpenting guru bukan mengajar tapi membantu murid belajar sebagai proses memaknai pengalaman murid. Relevansi jauh lebih penting daripada mutu bagi belajar yang bermakna. Makna terpenting bagi murid adalah kemerdekaan. Jadi tugas guru terpenting adalah membantu murid belajar merdeka. Hanya pribadi yang merdeka yang mampu mengambil tanggung jawab, mandiri, cerdas, sehat dan produktif.

Obsesi mutu berlebihan…

Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Tentang Suara

4 Desember 2021 - 12:24 WIB

Teladan Bagi Wanita Muslimah

30 November 2021 - 13:00 WIB

In Memoriam: Bens Leo, Wartawan Berpembawaan Tenang dengan Wajah Selalu Berhias Senyum

30 November 2021 - 11:18 WIB

Pada Sekerat Daging Ada Kezaliman yang Tak Termaafkan

29 November 2021 - 12:21 WIB

Keakraban yang Hilang

26 November 2021 - 09:26 WIB

Apa Karena Memang Lidah Tak Bertulang?

23 November 2021 - 16:00 WIB

Trending di kempalanda