BAKU-KEMPALAN: Telah terjadi lagi konflik perbatasan antara Azerbaijan dengan Armenia yang kemudian pada saat ini telah muncul perjanjian gencatan senjata. Dapat disaksikan dua negara tersebut kemudian membangun kawat pagar untuk menghalangi perbatasannya.
Dari pihak Azerbaijan, dapat dilihat tujuh pasukan militer yang terbunuh serta 10 lainnya terluka dalam konflik perbatasan tersebut.
Kemudian dari pihak Armenia, dilaporkan hanya terdapat satu pasukan militer yang terbunuh dan 13 lainnya ditangkap serta 24 lainnya dinyatakan hilang.
Konflik tersebut terjadi pada Selasa (16/11) dan kedua pihak yang ada saling menyalahkan terkait terjadinya permasalahan tersebut.
Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan bahwa pihak Azerbaijan yang membuka serangan tersebut,
Namun, pemerintah Azerbaijan mengatakan bahwa Armenia melakukan provokasi besar-besaran dan kemudian menjadi pemicu utama dari konflik perbatasan tersebut.
Konflik perbatasan yang terjadi pada Selasa (16/11) kemudian menandai konflik terparah semenjak dua negara tersebut berseteru dan berperang selama enam minggu lamanya pada tahun lalu di kawasan Nagorno-Karabakh. Peperangan tersebut kemudian membunuh sekitar 6,500 orang.
Dengan adanya konflik yang baru saja terjadi dan terlebih lagi terdapat korban jiwa dan luka serta yang ditangkap, dikhawatirkan dapat menyebabkan konflik yang lebih besar kedepannya.
Konflik tersebut sudah diselesaikan dengan adanya upaya perjanjian gencatan senjata pada Sore hari waktu setempat setelah Menteri Pertahanan Rusia yaitu Sergei Shoigu berbicara melalui telepon kepada kedua belah pihak untuk segera menghentikan konflik tersebut.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi