BAKU-KEMPALAN: Sudah sebanyak enam juta suntikan vaksin virus Corona yang tercatat di Azerbaijan. Lebih dari 3,7 juta penduduknya telah menerima dosis pertamanya sementara ada lebuh dari 2,4 juta orang yang sudah divaksin sepenuhnya.
Adapun vaksinasi di negara Kaukasus Selatan itu sendiri dimulai semenjak 18 Januari dengan menggunakan Sinovac, lalu pada 3 Mei dengan menggunakan Vaxzeria dari AstraZeneca, Sputnik V dari rusia mulai digunakan pada 18 Mei. Adapun vaksin Pfizer buatan AS juga mulai dipakai pada 7 Juni.
Vaksinasi di Azerbaijan tidak dipungut biaya sama sekali di bawah tajuk “Strategy of vaccination against Covid-19 in Azerbaijan for 2021-2022”. Demi mempermudah pelaksanaan vaksinasi, maka Pemerintah Azerbaijan meluncurkan rendevu.its.go.az agar penduduknya dapat membuat janji dan memilih pusat kesehatan terdekat untuk vakinasi.
Kementerian Kesehatan pada Selasa (24/8) mengundang warganya untuk mengantri melalui situs tersebut agar tidak berdesakan selama proses vaksinasi, karena tanpa pendaftaran online terlebih dahulu akan menyebabkan kerumunan yang susah diatur.
Menurut Azer News, mereka yang terinfeksi lebih banyak perempuan dari laki-laki, dengan persentasi tertinggi pada umum 30-39 tahun. Karena peningkatan penularan Covid-19 ini, maka semenjak 1 September 2021, penduduk yang tidak divaksin akan dilarang memasuki pusat perbelanjaan.
Pemerintah Azerbaijan sendiri telah mengalokasikan sebesar $1,1 miliar (sekitar 14 triliun rupiah) untuk penanganan pandemi, salah satunya adalah penerapan paspor Covid-19 untuk umur 18 tahun ke atas jika ingin memasuki tempat-tempat umum. Paspor Covid-19 itu akan dicek menggunakan aplikasi telepon genggam yang baru. (AN, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi