Prof Nidom Menduga Covid-19 adalah Virus Buatan

waktu baca 3 menit
"Temuan mengindikasikan insiden laboratorium sangat tidak mungkin," kata kepala tim WHO Peter Ben Embarek menjelaskan kemungkinan asal Covid-19 dari kebocoran laboratorium dalam konferensi pers seperti diberitakan Reuters, Selasa (9/2).

BINJAI-KEMPALAN:  Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan pasien positif corona di Indonesia kembali bertambah sebanyak 8.776 orang pada Rabu (10/2/2021), sehingga total kasus menjadi 1.183.555 orang.

Dari jumlah itu, ada tambahan 191 orang meninggal sehingga total menjadi 32.167 jiwa meninggal dunia.

Kemudian, ada tambahan 9.520 orang yang sembuh. Dengan demikian, total pasien yang dinyatakan sembuh menjadi 982.972 orang. Sementara kasus aktif saat ini berjumlah 168.416, dengan jumlah suspek mencapai 77.526 orang.

Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair), Profesor Chaerul Anwar Nidom angkat bicara soal pernyataan bahwa virus Corona bukan dari laboratorium di China. Ia meyakini Covid-19 itu buatan, tak alami.

Menurut Prof Nidom, pandemi Covid-19 merupakan sebuah wabah yang didesain sedemikian rupa. Sebab, jika pandemi ini muncul secara alamiah, maka akan mudah diketahui asal-usulnya. Ia juga mengatakan, membuat virus memang ada ilmunya.

“Kalau alam kan sebenarnya bisa dideteksi kan. Tapi yang tidak bisa dideteksi bagaimana ada orang jahat di sebuah laboratorium untuk kepentingan-kepentingan dan disebarkan. Nah, itu kan by design namanya. Jadi virus itu didesain,” ujar Nidom.

Menurut Prof Nidom, pandemi Covid-19 merupakan sebuah wabah yang didesain sedemikian rupa. Sebab, jika pandemi ini muncul secara alamiah, maka akan mudah diketahui asal-usulnya. Ia juga mengatakan, membuat virus memang ada ilmunya.

Wali Kota Binjai Terpilih Wafat

Wali Kota Binjai terpilih, Juliadi, meninggal dunia. Ia meninggal dalam kondisi positif COVID-19. “Ya benar meninggal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Binjai Sugianto, saat dikonfirmasi, Rabu (10/2/2021).

“Meninggal tanggal 09 Februari 2021 jam 22.44 WIB di RSU Bunda Thamrin Medan,” kata Sugianto. Kabar ini juga dibenarkan oleh Anggota KPU Kota Binjai Robby Effendi. Robby mengatakan Juliandi langsung dimakamkan pada dini hari tadi.

WHO: Covid Bukan Konspirasi

Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang meneliti asal Covid-19 di Wuhan mengesampingkan kemungkinan virus berasal dari kebocoran laboratorium seperti banyak diungkap teori konspirasi.

Tim ini juga menjelaskan asal virus dari kelelawar tetap dianggap kemungkinan sumber pertama penularan dan dugaan transmisi dari makanan beku dikatakan perlu penelitian lebih lanjut.

“Temuan mengindikasikan insiden laboratorium sangat tidak mungkin,” kata kepala tim WHO Peter Ben Embarek menjelaskan kemungkinan asal Covid-19 dari kebocoran laboratorium dalam konferensi pers seperti diberitakan Reuters, Selasa (9/2).

Tim WHO telah menyelesaikan masa kunjungan di Wuhan untuk menginvestigasi asal muasal virus Covid-19. Peneliti WHO menemukan, Covid-19 kemungkinan telah menyebar di wilayah lain China sebelum teridentifikasi di Wuhan.

Tim peneliti WHO telah melakukan investigasi di Wuhan sejak Kamis (28/1/2021). Pakar keamanan makanan dan penyakit menular Peter Ben Embarek memimpin tim investigasi itu.

Tim itu telah mengunjungi Institut Virologi Wuhan (WIV), pasar makanan laut Huanan, Museum anti-covid 19. Pemerintah Amerika Serikat (AS) berniat memeriksa ulang data dalam laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dirilis pada Selasa (9/2/2021). “(Penelitian itu) Termasuk yang mengatakan virus Covid-19 tidak berasal dari laboratorium di Wuhan, China,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki melansir Reuters.

Kepala tim yang dipimpin WHO untuk menyelidiki asal-usul Covid-19, menyatakan kelelawar tetap menjadi sumber awal virus. Sementara penularan virus melalui makanan beku menjadi kemungkinan yang masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. (kom/kt/det/nn/su/ki/ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *