NEW DELHI-KEMPALAN: Meskipun ibukota India yaitu New Delhi telah dipenuhi oleh polusi yang sangat pekat, India masih tidak berkomitmen secara penuh pada adanya upaya pengurangan bahan bakar fosil pada COP26. India malah menjadi negara selain Tiongkok yang melemahkan komitmen COP26 untuk menuju dunia yang lebih baik tanpa bahan bakar fosil.
Sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok, India bersamaan dengan Tiongkok memiliki kesamaan posisi terkait adanya upaya penolakan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.
Pihak India mencoba untuk tetap berambisi menggunakan tenaga dan energi “Kotor” dari bahan bakar fosil karena adanya motivasi untuk membangkitkan kembali ekonomi serta membawa miliaran warganya untuk keluar dari jurang kemiskinan.
“Kami memiliki populasi yang sangat besar dan banyak dari rakyat kami yang belum menyentuh standar minimal kehidupan” ucap Samrat Sengupta yang merupakan ahli iklim di New Delhi Center for Science and Development.
Konsumsi batu bara di India telah meningkat dua kali dibandingkan satu dekade terakhir. Bahan bakar fosil kemudian masih menjadi sumber 70% listrik yang ada di India.
Perdana Menteri India yaitu Narendra Modi mengatakan bahwa India akan berkomitmen untuk melepaskan bahan bakar fosil serta batu bara, namun tidak dalam waktu dekat melainkan pada tahun 2070—20 tahun lebih lama dari banyaknya negara-negara di dunia.
(France24, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi