MOSKOW-KEMPALAN: European Bank for Reconstruction and Development (EBRD) memberikan pernyataanya bahwa Konflik Rusia dan Ukraina pada tahun 2022 mengakibatkan adanya guncangan rantai pasok dunia yang terburuk sejak tahun 1970.
EBRD merupakan sebuah institusi finansial internasional yang berdiri sejak tahun 1991 dan berisikan negara-negara berkembang di seluruh Eropa Timur, Eropa Tengah, Asia Tengah, Turki dan Mediterania.
EBRD menjadi institusi finansial pertama yang memberikan sebuah prediksi terkait dengan konflik Rusia-Ukraina.
Dalam datanya, EBRD menunjukkan prediksi bahwa ekonomi Rusia masih bisa tumbuh 1,7 Persen tahun ini, namun masih tetap mengalami penurunan yang sebelumnya berada di 4,2 Persen.
Kemudian, EBRD menyatakan bahwa konflik Rusia-Ukraina memberikan sebuah fenomena guncangan rantai pasok terbesar di dunia sejak tahun 1970.
Hal tersebut terjadi karena Rusia dan Ukraina memiliki proporsi ekspor tinggi di komoditas Jagung, Gandum, Pupuk, Titanium dan Nikel.
EBRD kemudian menyatakan bahwa negara-negara Afrika Utara dan juga Lebanon pada saat ini menjadi semakin rentan karena kurangnya suplai gandum dari Rusia dan Ukraina.
Sebelumnya, EBRD telah memberikan dana sebesar 2,2 Miliar USD untuk membantu warga Ukraina untuk dapat bertahan hidup.
EBRD mengecam tindakan Rusia di Ukraina dan mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan kepada Rusia dan Belarusia.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi