Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 13 Nov 2021 00:45 WIB ·

COP26 Masuki Detik-detik Akhir, Belum Ada Titik Terang Persetujuan Bersama


					COP26-CNN Perbesar

COP26-CNN

COP26-KEMPALAN: COP26 yang merupakan perhelatan terbesar yang membahas mengenai masa depan bumi akan memasuki akhir-akhir kesepakatan. COP26 yang akan berakhir pada 12 November diketahui mengalami konklusi yang rumit setelah adanya debat selama dua minggu yang bisa dikatakan banyak mengalami permasalahan.

“Dunia sedang memandang kita” ucap Presiden COP26 yaitu Alok Sharma yang memberitahukan kepada delegasi yang hadir.

Sebelumnya, pada saat awal-awal pelaksanaan, COP26 berjalan dengan mulus dengan adanya banyak upaya dan komitmen dunia mulai dari penghentian deforestasi, pengurangan emisi karbon hingga gas metana dan lainnya.

Namun, pada saat memasuki hari-hari akhir, negosiasi yang ada sempat terkendala dengan adanya permasalahan teknis dan juga permasalahan karena perbedaan pandangan antara negosiasi yang dilakukan oleh pemimpin negara.

Hingga detik-detik akhir konferensi, negara-negara yang ada kesulitan untuk dapat menghasilkan sebuah persetujuan yang bersama dengan tujuan untuk menyelamatkan bumi kita bersama.

“Sejujurnya, atmosfer yang ada di bumi tidak peduli dengan adanya komitmen” ucap aktivis Uganda yaitu Vanessa Nakate.

“Atmosfer hanya peduli mengenai apa yang akan kita lakukan kedepannya. Umat manusia tidak bisa selamat dan diselamatkan dengan janji saja” ucap tambahnya.

Britania Raya sebagai negara tuan rumah mengatakan bahwa pihaknya menginginkan COP26 menjadi tempat dimana negara-negara di dunia berkomitmen untuk menjaga limitasi 1,5 Derajat Celsius.

Kemudian juga Sekretaris Jenderal PBB yaitu Antonio Guterres mengatakan bahwa rencana-rencana yang ada di COP26 akan “Hampa” jika tidak ada komitmen untuk mengakhiri penggunaan bahan bakar fosil.

Banyaknya pandangan serta permasalahan hingga kepentingan tiap negara kemudian menjadikan COP26 menjadi salah satu konferensi yang belum bisa dibilang sukses untuk menjadi tempat dimana dunia berkomitmen untuk menyelematkan bumi.

(France24, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Ukraina Sebut ada Upaya Kudeta, Rusia Terlibat Dibaliknya

28 November 2021 - 13:24 WIB

Presiden Zelensky-BBC

Varian Omicron Sudah Masuk ke Beberapa Negara Eropa

28 November 2021 - 13:02 WIB

Ilustrasi COVID-19 di Britania Raya-AAtR

WHO Sebut Varian Baru COVID yaitu Omicron Sebagai Kekhawatiran Baru

28 November 2021 - 12:41 WIB

Varian baru COVID-19 yaitu Omicron-DW

Terlalu Nyaman Lockdown, Taiwan Ragu untuk Buka Diri ke Dunia Internasional

28 November 2021 - 12:19 WIB

Ilustrasi COVID-19 di Taiwan-TEMPO

Laos Berharap Ekonomi Bertumbuh dari Rel Kereta buatan Tiongkok

28 November 2021 - 11:54 WIB

Kereta Tiongkok-Laos-InfrastructureReview

Nicolas Maduro Kunjungi Kuba untuk Rayakan Kematian Fidel Castro

26 November 2021 - 17:13 WIB

Nicolas Maduro-CNN
Trending di kempalanmanca