KEMPALAN: Lebih dari 80 negara menyetujui adanya perjanjian dari AS dengan Uni Eropa untuk memotong emisi gas metana yang menjadi salah satu gas utama penyumbang gas rumah kaca sebesar 30% pada tahun 2030. Perjanjian tersebut terjadi di COP26 yang merupakan konferensi iklim terbesar yang diadakan di Glasgow, Skotlandia mulai dari 31 Oktober hingga dua minggu kedepan.
Inisiatif adanya kebijakan tersebut setelah melihat banyaknya data serta bukti dari ilmuwan yang mengatakan bahwa gas metana menjadi salah satu gas yang menimbulkan dampak bagi pemanasan global.
“Salah satu hal penting yang bisa kami lakukan pada saat ini hingga 2030 adalah untuk melimitasi kenaikan suhu sebesar 1,5 Derajat Celsius. Salah satu upayanya adalah dengan mengurangi emisi gas metana secepatnya” ucap Presiden AS yaitu Joe Biden.
Ia kemudian mengajak negara-negara di dunia untuk bergabung dalam perjanjian tersebut yang kemudian disetujui oleh 80 negara. Komitmen tersebut dikatakan sebagai “Game changer” bagi dunia dalam upayanya menjaga kembali bumi.
Kemudian juga Ketua Komisi Eropa yaitu Ursula von der Leyen mengatakan bahwa pengurangan emisi gas metana dapat memperlambat perubahan iklim.
“Kami tidak bisa menunggu hingga tahun 2050. Kami harus segera mengurangi serta memotong gas metana yang menjadi gas yang berbahaya bagi bumi. Kami bisa memotong serta menguranginya dengan cepat” ucap Ursula von der Leyen.
(France24, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi