Perlu dipahami juga bahwa fenomena Brexit tidak diikuti dengan adanya efek domino dari negara Eropa lainnya, sehingga hal ini mengindikasikan adanya komitmen dan konsistensi dari anggota UE lain untuk tetap memertahan institusi UE (Bakare & Sherazi, 2019). Meskipun UE memiliki kelemahan dan keterbatasannya, akan tetapi hal tersebut hingga saat ini masih tidak dapat menggantikan posisi UE sebagai bentuk regionalism termaju dan terbesar di dunia.
Mengingat hal ini adalah wajar karena UE merupakan institusi yang bersifat multi issues integration sehingga tugas dan tanggungjawab yang harus dilaksanakan UE bersifat kompleks dan berbeda dengan institusi ataupun regionalism lain di kawasan manapun (*)
REFERENSI:
Bakare, Najimdeen, & Sherazi, Tatheer Z. 2019. “Is the European Union Evolving or Failing?”, dalam Policy Perspectives, Vol. 16, No. 2.
Gross, Jenny, & Douglas, John. 2016. “Immigration Unease in UK Animates ‘Brexit’ Vote,” dalam The Wall Street Journal, June 17-19.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi