Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 29 Okt 2021 20:20 WIB ·

Tiongkok Sangat Ambisius terhadap Perubahan Iklim pada COP26 Mendatang


					Xi Jinping; Presiden Tiongkok-Reuters Perbesar

Xi Jinping; Presiden Tiongkok-Reuters

BEIJING-KEMPALAN: Tiongkok telah memberikan draft revisinya kepada pihak COP26 dalam janjinya untuk mengurangi emisi karbon dioksida yang dihasilkan sebelum tahun 2030. Banyak kritik yang dilontarkan kepada Tiongkok karena negara tersebut menghasilkan 27% emisi global dan gagal untuk menguranginya.

Dalam draft revisi tersebut, Tiongkok berjanji bahwa emisi karbon dioksida yang dihasilkan akan berpuncak pada tahun 2030, dan setelah itu akan menuju ke netral karbon atau nol emisi karbon paling lambat pada tahun 2060. Revisi tersebut akan dibacakan langsung pada pertemuan terbesar yang mengurusi lingkungan yaitu COP26 yang dikabarkan akan didatangi oleh perwakilan dari 200 negara.

“Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa dalam menanggapi permasalahan perubahan ilklim, tindakan Tiongkok tersebut bukan karena permintaan atau desakan dari eksternal melainkan dari inisiatif Tiongkok sendiri. Hal tersebut dilakukan oleh Tiongkok untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memenuhi kewajibannya untuk membangun komunitas internasional yang ramah untuk masa depan” isi salah satu paragraf dalam laporan yang diberikan kepada pihak COP26 pada Kamis (28/10).

“Tiongkok akan mengimplementasikan strategi nasional proaktif untuk menghadapi perubahan iklim” isi tambahnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ditulisan bahw Tiongkok akan berupaya untuk mengurasi emisi karbon dioksida lebih dari 65% dari tahun tingkatan pada tahun 2005. Selain itu, Tiongkok akan meningkatkan penggunaan bahan bakar non fosil sebesar 25% dan menginstal serta menambah kapasitas penggunaan tenaga solar dan angin lebih untuk menghasilkan lebih dari 1,2 Miliar Kilowatts pada tahun 2030.

Sebagai tambahan, Tiongkok akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air di sungai Yangtze, sungai Mekong dan sungai Kuning serta menggunakan tenaga terbaru nuklir seperti penggunaan reaktor nuklir versi mini.

Pada bulan lalu, Tiongkok mengumumkan bahwa pihaknya akan menghentikan pendanaan terkait pembangunan dengan menggunakan tenaga batu bara. Hal tersebut dipandang oleh aktivis sebagai “game-changer” karena Tiongkok menjadi penghasil emisi terbesar di dunia. Aktivis sejauh ini positif terhadap rencana Tiongkok dengan mengatakan bahwa Tiongkok memberikan ambisi yang baik.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pfizer Sebut Vaksin Booster Efektif Lawan Varian Omicron

9 Desember 2021 - 01:37 WIB

Pfizer-IDXChannel

Jenderal Tinggi India, Istri dan 11 Orang Lainnya Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

9 Desember 2021 - 01:06 WIB

Jenderal Bipin Rawat-CNN

Olaf Scholz Resmi menjadi Kanselir Jerman, Janji untuk “Mulai dari Awal”

9 Desember 2021 - 00:48 WIB

Olaf Scholz-DW

Australia Gabung AS untuk Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

9 Desember 2021 - 00:35 WIB

Scott Morrison-CNN

Biden Ancam Putin dengan Sanksi “Kuat” jika Serang Ukraina

9 Desember 2021 - 00:13 WIB

Biden-DW

India dan Rusia Teken Kerja Sama Perdagangan dan Senjata

8 Desember 2021 - 00:31 WIB

Narendra Modi-BBC
Trending di kempalanmanca