Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 29 Okt 2021 21:47 WIB ·

G20 Setuju untuk Limitasi Pemanasan Global ke 1.5 Derajat Celsius


					Pintu Masuk Gedung Markas G20-CBC Perbesar

Pintu Masuk Gedung Markas G20-CBC

G20-KEMPALAN: G20 yang berisikan 20 negara-negara terkaya di dunia bertemu pada Kamis (28/10) yang kemudian menghasilkan sebuah kesepakatan bahwa mereka akan bekerja sama melawan tantangan potensial dunia yaitu perubahan iklim. Secara detailnya, melansir dari CBC, semuanya akan dijabarkan lebih lanjut pada pertemua COP26.

Pemimpin dari negara anggota G20 berkumpul pada Kamis (28/10) di Roma dan akan bertemu kembali pada Sabtu (30/10) dalam perhelatan COP26 di Glasgow telah mencapai persetujuan bahwa pihaknya akan memberikan langkah yang pasti untuk melakukan limitasi pemanasan global ke 1.5 Derajat Celcius. Hal tersebut dapat dilihat dalam draft yang sudah diberikan kepada pihak COP26.

Sebelumnya pada tahun 2015 terdapat sebuah perjanjian dan komitmen serupa untuk menjaga suhu untuk mencegah pemanasan global di bawah dua digit. Perjanjian yang dinamakan Paris Agreement pada tahun 2015 menjadi salah satu komitmen penting bagi dunia dalam mengurusi permasalahan lingkungan.

“Sebagai sebuah respons dari banyaknya usulan komunitas ilmuwan, dan juga sebagai sikap mawas diri berdasarkan laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), kami sebagai negara yang memiliki peranan pemimpin berkomitmen untuk melawan tantangan eksistenial yang potensial yaitu perubahan iklim” isi dari draft yang dikirimkan ke pihak COP26.

“Kami menyadari dampak perubahan iklim dengan naiknya 1.5 Derajat Celcius dan oleh karena itu kami bertindak untuk menjaga suhu tersebut lebih rendah” isi laporan tambahan.

Negara G20 yang terdiri dari Brazil, Tiongkok, India, Jerman dan AS menjadi penghasil lebih dari 80% emisi gas kaca di dunia. Oleh karena itu, G20 reafirmasi dan komitmen bahwa semua negara anggotanya akan bertindak seperti misalnya menggeser penggunaan bahan bakar fosil dan lainnya.

(CBC, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pfizer Sebut Vaksin Booster Efektif Lawan Varian Omicron

9 Desember 2021 - 01:37 WIB

Pfizer-IDXChannel

Jenderal Tinggi India, Istri dan 11 Orang Lainnya Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

9 Desember 2021 - 01:06 WIB

Jenderal Bipin Rawat-CNN

Olaf Scholz Resmi menjadi Kanselir Jerman, Janji untuk “Mulai dari Awal”

9 Desember 2021 - 00:48 WIB

Olaf Scholz-DW

Australia Gabung AS untuk Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

9 Desember 2021 - 00:35 WIB

Scott Morrison-CNN

Biden Ancam Putin dengan Sanksi “Kuat” jika Serang Ukraina

9 Desember 2021 - 00:13 WIB

Biden-DW

India dan Rusia Teken Kerja Sama Perdagangan dan Senjata

8 Desember 2021 - 00:31 WIB

Narendra Modi-BBC
Trending di kempalanmanca