Minggu, 19 April 2026, pukul : 04:22 WIB
Surabaya
--°C

Menteri Keuangan AS Tawarkan Solusi sebagai Upaya Atasi Krisis Pangan Dunia

BALI-KEMPALAN: Janet Yellen, Menteri Keuangan Amerika Serikat, menyampaikan beberapa solusi yang terkait dengan cara mengatasi atau solusi dari krisis pangan yang mengancam dunia saat ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Janet di Bali dalam Seminar Tingkat Tinggi Penguatan Kolaborasi Global untuk mengatasi kerawanan pangan pada Jumat (15/7/2022).

“Kita harus mengambil tindakan untuk mengatasi krisis pangan dan keamanan jangka pendek dan sama pentingnya dengan pendorong pangan serta keamanan jangka panjang, termasuk perubahan iklim. Kecepatan dan kebijaksanaan keputusan kita sekarang akan membuat perbedaan dengan kita mengendalikan harga,” ujar Janet.

Menurut Janet, untuk mengatasi tantangan tersebut negara-negara G20 harus bekerja sama agar dapat melindungi keluarga dari ancaman kelaparan. Setidaknya ada tiga solusi yang disampaikan oleh Janet untuk mengatasi krisis pangan global.

Solusi yang pertama menurut Janet adalah sebagai negara G20 harus menjadi cerminan dan ajakan negara lain untuk menghindari pengaruh dari kebijakan yang kontraproduktif.

“Pertama, kita negara-negara G20 harus memberi contoh dan mengajak negara lain untuk menghindari respons kebijakan yang kontraproduktif, seperti pembatasan ekspor dan penimbunan, yang merusak pasar dan harga di masa depan,” ungkapnya.

Janet menyarankan, pemerintah dalam mengatasi krisis pangan global daripada menggunakan subsidi secara keseluruhan lebih baik memanfaatkan alat digital agar rumah tangga rentan yang ditargetkan bisa tepat sasaran.

“Demikian pula pemerintah harus menyesuaikan respons fiskal kepada mereka yang paling membutuhkan, memanfaatkan alat digital jika memungkinkan untuk mendukung rumah tangga yang rentan, daripada menggunakan subsidi menyeluruh yang regresif dan mahal,”

Kedua, Janet memberikan saran kepada pihak terkait agar dapat memanfaatkan secara maksimal dari ketahanan pangan dan juga arsitektur pertanian.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan melalui bank pembangunan multilateral melalui lembaga pangan terbesar, seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Program Pertanian dan Ketahanan Pangan Global (GAFS).

“Kita harus terus mendorong lembaga-lembaga ini untuk meningkatkan dan mencari respon terhadap krisis dengan mendesak dan untuk melaksanakan komitmen yang digariskan dalam rencana aksi. Saya juga senang dengan hasil yang kuat tentang ketahanan pangan pada konferensi tingkat menteri WTO ke-12,” ungkapnya.

“Masih banyak pekerjaan yang tersisa untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan selain menanggapi krisis saat ini. Saya berharap untuk melanjutkan keterlibatan kami dengan mitra di G20, lembaga keuangan internasional, dan organisasi internasional lainnya,” ucapnya.

Lalu, solusi ketiga yang ditawarkan Janet adalah langkah untuk memberikan bantuan keuangan harus diambil oleh negara-negara G20. Sebagai contoh, AS memberikan tambahan bantuan untuk mengatasi keamanan dan pangan sebesar USD 2,76 miliar.

“Kami juga menyediakan US$ 500 miliar kerangka ketahanan dan mata pencaharian untuk mendukung ketahanan pangan dan energi dan 155 juta untuk lainnya,” ungkap Janet. (CNBC/Ekonomi.bisnis/medcom.id, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.