Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 31 Okt 2021 15:18 WIB ·

G20 Setujui Pajak Minimal untuk Perusahaan Besar, Salah Satu Kebijakan Bersejarah di Dunia


					Pemandangan KTT G20 di Roma-G20 Perbesar

Pemandangan KTT G20 di Roma-G20

G20-KEMPALAN: Sekumpulan 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia yang biasa disebut sebagai G20 telah menyetujui pajak minimal secara global yaitu 15% untuk perusahaan besar.

Kebijakan tersebut adakan diadopsi secara formal pada pertemuan G20 selanjutnya pada Minggu (31/10) di Roma.

Presiden AS, Joe Biden mengatakan bahwa pengenaan pajak minimal global tersebut akan menjadi “Game changer”.

“Disinilah kami, G20, negara-negara yang merepresentasikan 80% GDP dunia, mendukung secara kuat adanya keputusan pajak minimal dunia. Hal ini bukanlah sekedar persetujuan perpajakan belaka, hal ini merupakan diplomasi yang akan membentu kembali ekonomi global kepada masyarakat dunia” ucap Biden dalam cuitannya di Twitter pada Sabtu (30/10).

Kebijakan pajak tersebut akan diterapkan kepada 140 negara yang ada yang kemudian akan semakin melimitasi perusahaan multinasional besar, mulai dari Google, Amazon, Facebook, Microsoft, Apple dan lainnya untuk melakukan penghindaran pajak serta tindakan yang berkaitan dengan pajak lainnya.

Kebijakan tersebut juga memiliki tujuan untuk segera mengakhiri kompetisi pajak antara pemerintah negara-negara di dunia untuk menarik investasi asing. Negara-negara di dunia tidak akan bisa lagi “Race to bottom” dalam artian berlomba-lomba memurahkan pajak, harga buruh dan lainnya karena semuanya akan dilimitasi.

Mengutip dari Reuters, berdasarkan draft yang ada, negara G20 akan memaksa penerapan kebijakan tersebut pada tahun 2003.

Kemudian juga Menteri Keuangan AS yaitu Janet Yellen mengatakan bahwa keputusan G20 tersebut merupakan kebijakan “Historik” dan juga Kanselir Jerman yaitu Angela Merkel menyebutnya sebagai “Kesuksesan besar”.

(Aljazeera/Reuters, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Taliban Larang Pernikahan Paksa di Afghanistan

4 Desember 2021 - 01:49 WIB

Ilustrasi Perempuan Afghanistan-Conversation

Biden Umumkan Rencana Baru AS Hadapi Varian Omicron

4 Desember 2021 - 01:36 WIB

Nancy Pelosi-NYPost

WHO Sebut Varian Omicron Sudah Masuk ke 38 Negara, Tidak ada Kasus Kematian

4 Desember 2021 - 01:14 WIB

Ilustrasi Omicron-DW

Junta Myanmar Kecewa Pada Keputusan Penolakan Utusannya di PBB

3 Desember 2021 - 02:43 WIB

Kyaw Moe Tun-Wikipedia

Menteri Pertahanan AS Sesalkan Uji Coba Misil Hipersonik oleh Tiongkok, Tensi Meningkat di Kawasan

3 Desember 2021 - 02:27 WIB

Lloyd Austin-Bloomberg

Badan PBB yang Mengurusi Pengungsi dari Palestina Hadapi Krisis Pendanaan

3 Desember 2021 - 01:16 WIB

UNRWA. Badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina
Trending di kempalanmanca