Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 31 Okt 2021 14:49 WIB ·

Yunani Bela Turki yang Selalu Dikekang oleh Negara Barat


					Kyriakos Mitsotakis; Perdana Menteri Yunani-Euractiv Perbesar

Kyriakos Mitsotakis; Perdana Menteri Yunani-Euractiv

ATHENA-KEMPALAN: Hubungan antara Turki-Yunani sedang tidak baik-baik saja karena beberapa tahun terakhir terlibat dalam permasalahan perbatasan dan klaim di Cyprus serta permasalahan HAM. Namun, Yunani telah menunjukkan sikapnya untuk membela Turki yang selalu ditekan dan dikekang oleh negara Barat.

Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengatakan bahwa pihaknya merasa khawatir karena respons serta tindakan negara Barat kepada Turki yang dianggap “Tidak beretika”.

Ia mengatakan hal tersebut pada Jumat (29/10) pasca pertemuan dengan Kanselir Jerman yaitu Angela Merkel dalam kunjungannya ke Athena.

“Saya merasa khawatir dan takut bahwa tindakan serta respons dari negara Barat kepada Turki akan membuat Turki menjadi terkekang. Sudah saatnya prinsip-prinsip Eropa berubah” ucapnya Mitsotakis.

“Tidak ada yang berupaya dan mencari permasalahan antara relasi Turki dengan Uni Eropa. Hal tersebut tidak akan menguntungkan bagi Eropa maupun Yunani, dan terlebih lagi kepada Turki. Kami memiliki keniscayaan bahwa Turki sebagai anggota Uni Eropa, NATO dan sebagai tetangga kami harus diperlakukan dengan adil. Hal tersebut kemudian menjadi salah satu kepentingan kami. Meskipun terlepas dari banyaknya permasalahan yang ada, seperti misalnya HAM, semua hal tersebut bisa dan harus diatasi” ucap tambahnya.

Tahun sebelumnya, Yunani dan Turki terlibat dalam permasalahan ketika kapal perangnya memasuki kawasan laut Aegean yang diklaim oleh kedua negara tersebut. Meskipun permasalahan selesai dan tidak akan terjadi lagi, nyatanya permasalahan lainnya yaitu Cyprus masih menjadi incaran kedua negara tersebut karena memiliki kekayaan minyak dan gas.

Untuk permasalahan perbatasan kawasan, Yunani dan Turki telah menyelesaikannya dengan deklarasi bahwa Yunani menambah teritorial perbatasan lautnya dari 9,5 KM menjadi 19 KM di laut Aegean.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Ukraina Sebut ada Upaya Kudeta, Rusia Terlibat Dibaliknya

28 November 2021 - 13:24 WIB

Presiden Zelensky-BBC

Varian Omicron Sudah Masuk ke Beberapa Negara Eropa

28 November 2021 - 13:02 WIB

Ilustrasi COVID-19 di Britania Raya-AAtR

WHO Sebut Varian Baru COVID yaitu Omicron Sebagai Kekhawatiran Baru

28 November 2021 - 12:41 WIB

Varian baru COVID-19 yaitu Omicron-DW

Terlalu Nyaman Lockdown, Taiwan Ragu untuk Buka Diri ke Dunia Internasional

28 November 2021 - 12:19 WIB

Ilustrasi COVID-19 di Taiwan-TEMPO

Laos Berharap Ekonomi Bertumbuh dari Rel Kereta buatan Tiongkok

28 November 2021 - 11:54 WIB

Kereta Tiongkok-Laos-InfrastructureReview

Nicolas Maduro Kunjungi Kuba untuk Rayakan Kematian Fidel Castro

26 November 2021 - 17:13 WIB

Nicolas Maduro-CNN
Trending di kempalanmanca