ATHENA-KEMPALAN: Hubungan antara Turki-Yunani sedang tidak baik-baik saja karena beberapa tahun terakhir terlibat dalam permasalahan perbatasan dan klaim di Cyprus serta permasalahan HAM. Namun, Yunani telah menunjukkan sikapnya untuk membela Turki yang selalu ditekan dan dikekang oleh negara Barat.
Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengatakan bahwa pihaknya merasa khawatir karena respons serta tindakan negara Barat kepada Turki yang dianggap “Tidak beretika”.
Ia mengatakan hal tersebut pada Jumat (29/10) pasca pertemuan dengan Kanselir Jerman yaitu Angela Merkel dalam kunjungannya ke Athena.
“Saya merasa khawatir dan takut bahwa tindakan serta respons dari negara Barat kepada Turki akan membuat Turki menjadi terkekang. Sudah saatnya prinsip-prinsip Eropa berubah” ucapnya Mitsotakis.
“Tidak ada yang berupaya dan mencari permasalahan antara relasi Turki dengan Uni Eropa. Hal tersebut tidak akan menguntungkan bagi Eropa maupun Yunani, dan terlebih lagi kepada Turki. Kami memiliki keniscayaan bahwa Turki sebagai anggota Uni Eropa, NATO dan sebagai tetangga kami harus diperlakukan dengan adil. Hal tersebut kemudian menjadi salah satu kepentingan kami. Meskipun terlepas dari banyaknya permasalahan yang ada, seperti misalnya HAM, semua hal tersebut bisa dan harus diatasi” ucap tambahnya.
Tahun sebelumnya, Yunani dan Turki terlibat dalam permasalahan ketika kapal perangnya memasuki kawasan laut Aegean yang diklaim oleh kedua negara tersebut. Meskipun permasalahan selesai dan tidak akan terjadi lagi, nyatanya permasalahan lainnya yaitu Cyprus masih menjadi incaran kedua negara tersebut karena memiliki kekayaan minyak dan gas.
Untuk permasalahan perbatasan kawasan, Yunani dan Turki telah menyelesaikannya dengan deklarasi bahwa Yunani menambah teritorial perbatasan lautnya dari 9,5 KM menjadi 19 KM di laut Aegean.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi