ANKARA-KEMPALAN: Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi dan beberapa menteri lainnya dikabarkan bertemu dengan beberapa pegawai senior Turki untuk membahas hubungan bilateral dalam bidang bantuan, migrasi, transportasi udara dan perdagangan.
Beberapa delegasi tingkat tinggi Taliban tiba di Ankara, Turki dengan rencana membuka dan memperbaiki hubungan diplomatik untuk mencari dukungan serta pengakuan ke dunia internasional.
Hal tersebut telah dibenarkan dan divalidasi oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Abdul Qahar Balkhi dalam cuitannya di Twitter bahwa memang benar bahwa Menteri Luar Negeri, Amir Khan Muttaqi dan beberapa menteri lainnya bertemu dengan pegawai senior Turki.
Tidak disebutkan secara pasti apa yang didapatkan dari adanya pertemuan diskusi tersebut, namun dipastikan bahwa kedua pihak membicarakan mengenai bantuan, migrasi, transportasi udara dan perdagangan.
Balkhi menyatakan bahwa undangan tersebut akan dilanjutkan lagi pertemuannya oleh Menteri Luar Negeri Turki yaitu Mevlut Cavusoglu. Kunjungan tersebut dilakukan sehari setelah Cavusoglu mengatakan bahwa ia dan beberapa menteri lainnya akan berencana mengunjungi Kabul untuk melakukan diskusi dengan Taliban.
Turki yang merupakan negara anggota NATO, hingga saat ini masih menjaga hubungan dan membuka kedutaannya di Afghanistan setelah banyak negara Barat menutup kedutaannya setelah Taliban mengambil alih kekuasaan. Namun hingga saat ini, Turki belum mengakui secara penuh Taliban sebagai penguasa dari Afghanistan karena tindakannya yang tidak memasukkan perempuan ke dalam kabinetnya.
Turki juga hingga saat ini masih bekerja sama dengan Qatar untuk membantu membuka kembali bandara internasional di Kabul untuk dapat mengembalikan perjalanan internasional masuk-keluar Afghanistan.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi