HATAY-KEMPALAN: Mendedikasikan hidupnya untuk menelusuri sejarah umat manusia, arkeolog Kanada Timothy Harrison telah melakukan penggalian di situs arkeologi Tell Tayinat di distrik Reyhanlı di provinsi Hatay paling selatan Turki sejak tahun 2004. Sebuah kisah yang secara khusus merujuk pada gundukan kuno di Timur Tengah yang tersusun dari sisa-sisa pemukiman berturut-turut.
Arkeolog dari Universitas Toronto itu, yang memperoleh doktornya dari Universitas Chicago, telah menemukan banyak artefak selama 17 tahun ia bekerja di tanah Anatolia ini. Dia telah menghabiskan hampir empat dasawarsa melakukan studi bidang arkeologi di negara-negara Levant, yang selain Turki juga akan mencakup Suriah, Israel, Lebanon, dan Yordania.
Melansir Daily Sabah, Harrison mengunjungi Turki setiap penggalian musiman dan melakukan pekerjaan yang cermat dengan timnya untuk menggali temuan yang dapat menjelaskan sejarah. Di antara artefak yang ditemukan Harrison dan timnya di Tell Tayinat adalah dua patung sepanjang 1,5 meter (4,9 kaki) milik Raja Suppiluliuma dan istrinya dari periode Kekaisaran Hittite Akhir abad ke-9 SM.
Profesor tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) dan dikutip Daily Sabah, bahwa dia mengambil bagian dalam penggalian di seluruh dunia selama 35 tahun karirnya dan mengatakan dia sangat bangga memimpin penggalian di Tell Tayinat.
Ia juga menyatakan, timnya telah menemukan banyak artefak mulai dari tablet paku berisi perjanjian hingga patung, seraya menambahkan, para arkeolog dan mahasiswa dari Turki, AS, Inggris, Jerman, Belgia, Prancis, dan Timur Tengah juga berpartisipasi dalam penggalian.
“Sebagai hasil dari pekerjaan teliti kami, kami telah menemukan kuil, patung, istana di antara artefak yang tak terhitung banyaknya lainnya,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari Daily Sabah seraya mengatakan apabila penemuan residu organik, penemuan botanik, dan keramik dihitung pula, maka penemuannya terhitung ribuan.
Menurut Harrison, penemuan itu dipajang di Museum Arkeologis Hatay, sementara lainnya disimpan di situs ekskavasi. Arkeolog itu mengatakan dia ingin berpartisipasi dalam penggalian di Tell Tayinat selama dia hidup.
“Hanya sedikit misteri dan artefak dalam cerita ini yang telah digali. Penggalian di sini akan berlanjut selama bertahun-tahun,” tambahnya. Dia juga mengatakan istana Raja Suppiluliuma diyakini berada di bawah pabrik di daerah tersebut, dan tim ingin mengungkap istana selama penggalian mendatang. (DS, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi