WASHINGTON D.C-KEMPALAN: Dalam serangan drone yang menewaskan 10 warga sipil yang diantara 7 anak kecil, AS mengatakan bahwa serangan drone tersebut merupakan kesalahan besar yang dilakukan. Pentagon telah menawarkan adanya pemberian dana bantuan sebagai ganti rugi bagi keluarga yang terbunuh dalam serangan drone silam.
Departemen Pertahanan mengatakan bahwa pihaknya akan berkomitmen untuk mengurusi permasalahan teresbut hingga selesai. Salah satu langkahnya adalah dengan memberikan pembayaran “Ex-gratia” atau dapat dikatakan pembayaran belasungkawa kepada keluarga korban yang menjadi korban.
Tidak diketahui berapa jumlah yang adakan diberikan oleh pihak AS dalam melakukan ganti rugi tersebut, namun pihak AS akan berkomitmen secara penuh untuk menyelesaikan ganti rugi tersebut. Keluarga korban juga sebelumnya pernah mengatakan bahwa mereka menginginkan adanya relokasi dari Afghanistan ke AS.
AS juga berkomitmen untuk membantu keluarga korban untuk dapat pindah ke AS.
Pentagon sebelumnya mengatakan bahwa serangan yang dilakukan pada tanggal 29 Agustus silam memiliki target yaitu ISIS-K yang dianggap memberikan ancaman kepada pasukan AS yang pada saat itu sedang melakukan evakuasi besar-besaran di bandara Kabul. Namun, serangan tersebut dikatakan sebagai Pentagon sebagai kesalahan yang tragis karena target yang terbunuh tidak memiliki hubungan dengan ISIS-K dan bahkan membunuh 10 warga sipil yang terdiri dari 7 anak kecil.
Pihak keluarga yang terbunuh mengatakan bahwa minta maaf saja tidak akan cukup dan mengatakan bahwa mereka harus bertemu dan meminta maaf secara langsung.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi