Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 11:36 WIB
Surabaya
--°C

Pemerkosaan di Luwu Timur

Biasanya, sependek pengetahuan saya, polisi “main-main” kasus itu karena empat hal: tekanan publik, faktor kedekatan (misalnya saudara jenderal, petinggi, atau apa pun), motif ekonomi (“86” kalo istilah internal mereka), dan malas saja (kadang ada kasus yang justru membuat repot jika ditangani. Mulai dari overwork, bukan prioritas, kasus yang enteng seperti penemuan jasad Mr X). Ini yang sepintas belum terlihat.

Oya, banyak saya temukan argumentasi di medsos soal motivasi ini. Biasanya, netizen kemudian mengungkit buruknya penyidikan di satu tempat. Misal: mengungkit kasus orang enggan lapor di Matraman karena percuma ditangani, atau kesalahan penyidikan di tempat lain, untuk menjustifikasi kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur. Ini jelas fallacy, melakukan over generalisasi.

Saya termasuk orang yang percaya bahwa polisi itu sesuatu yang dinamis. Bukan statis. Di Surabaya saja, ketika saya masih jadi jurnalis kriminal, perubahan bisa terjadi dari siapa yang jadi Kapolwiltabes-nya (saat itu masih Polwiltabes). Dulu ada Kapolwiltabes yang bagus, sehingga anak buahnya jadi relatif membaik kinerjanya. Kemudian digantikan Kapolwiltabes baru, namun buruk perangainya dan menjadi “kapal keruk” (serakah), jadi ya buruk pelayanannya. Sehingga, saya tak begitu percaya dengan teori “Semua polisi punya sifat mengentengkan dan cenderung menghentikan kasus kekerasan seksual”.

Jadi, bagaimana baiknya? Menurut saya, bola ada di tangan polisi. Lepas benar atau salah, jangan pernah pakai alasan yuridis formal yang kaku. Saya sempat nanya ke seorang kenalan polisi saya soal kasus ini, dan dia bilang bahwa jika dilayani, maka itu sama saja dengan intervensi ke penyidik. “Betul” jawab saya.

“Tapi, ini bukan masalah yuridis formal, ini rasa keadilan masyarakat.” Saya ingat betul, ada banyak kasus di mana polisi kemudian menjalankan prosedur yang tidak sesuai gara-gara faktor eksternal. Yang paling terkenal tentu saja, kasus Ariel. Vokalis Noah itu sebenarnya tidak bisa dijerat, namun demo masyarakat yang kencang, membuat dia yang seharusnya korban itu malah jadi tersangka dan dikerangkeng. Satu-satunya kesalahan Ariel, bagi saya, dia bikin iri banyak pria.

Maka, yang dilakukan polisi…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.