KEMPALAN: Beberapa hari terakhir, jagat media sosial tengah ramai tagar #percumalaporpolisi. Bermula dari tulisan yang dimuat oleh project multatuli soal polisi yang menghentikan kasus laporan dugaan pemerkosaan tiga orang anak kecil oleh bapaknya. Berita ini sebenarnya sudah dimuat di sejumlah media hampir dua tahun lalu, dan meledak kembali terutama setelah situs projek multatuli justru mengalami serangan hingga down. Karena solidaritas, banyak media yang justru memuat ulang. Dan tudingan terarah ke polisi, yang memang belakangan ini punya track record buruk di mata masyarakat.
Polisi beralasan bahwa penyidik tidak cukup bukti, sehingga mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus tersebut. Mereka juga beralasan bahwa sudah melakukan gelar perkara di Polda Sulsel, yang menunjukkan adanya kurang bukti. Mulai dari bukti visum yang tidak menunjukkan adanya luka atau pun trauma kekerasan seksual pada anak.
Sementara, berita di Project Multatuli menyebutkan ada banyak kejanggalan. Mulai dari ketika si ibu –yang sudah bercerai dengan si ayah—melapor ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Luwu pada Oktober 2019 yang justru malah langsung mengkonfrontir dengan terlapor (si bapak). Kemudian, justru ibunya yang malah diperiksa ke psikiater, bukan anaknya. Ditambah lagi, (dari narasi berita), penyidik seperti punya kecenderungan untuk menutup kasus tersebut.
Akhirnya, yang tercipta di persepsi masyarakat adalah polisi kongkalikong dengan ASN terlapor. Kemudian berkembang, ada banyak kasus-kasus kesalahan penanganan polisi di tempat lain yang menjustifikasi bahwa polisi untuk urusan beginian (kekerasan seksual) sangat abai. Hingga melebar sampai ke kasus copet yang enggan lapor, karena ya percuma gak akan diproses. Tapi, begitu gercep untuk kasus-kasus ITE dan melindungi pemerintah. Pandangan yang tak sepenuhnya keliru, dan memang menjadi tugas Polri sekarang ini kalau tidak ingin dicap sebagai alat penguasa ya harus bertindak sesuai prosedur dan sesuai tagline-nya: siap melayani anda.
Saya sendiri tidak…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi