Jumat, 24 April 2026, pukul : 19:09 WIB
Surabaya
--°C

Ole

KEMPALAN: Wajahnya sudah banyak menunjukkan kerut-kerut ketuaan, dan sebagian rambutnya sudah memutih. Tapi, sisa-sisa wajah bayi masih terlihat jelas. Dialah Ole Gunnar Solksjaer, pelatih klub sepak bola Inggris, Manchester United, pernah dijuluki sebagai ‘’The Baby Assassin’’ alias pembunuh berwajah bayi pada masa-masa kejayaannya sebagai pemain.

Kini, sang bayi pembunuh itu terancam akan dibunuh karirnya sebagai pelatih. Namanya menjadi trending topic di seluruh dunia, setelah Sabtu malam (25/9) Manchester United (MU) dibuat malu besar karena kalah dikandang 0-1 dari Aston Villa.

Ini kekalahan kedua yang dialami MU di Old Trafford, kandangnya sendiri. Tiga hari sebelumnya MU kalah memalukan dari West Ham United 0-1 dan tersingkir dari perebutan Piala Inggris. Fans MU marah, tapi masih bisa menahan diri. Tapi, setelah kekalahan dari Aston Villa, kemarahan penggemar tidak bisa ditahan lagi, dan tagar #Ole-Out menjadi trending topic di seluruh dunia.

Dosa-dosa Ole tampaknya tidak bisa dimaafkan lagi oleh para penggemar fanatiknya di seluruh dunia. Di pentas kompetisi Eropa pada tengah pekan yang lalu, MU dibuat merah padam mukanya karena kalah 2-1 dari klub Switzerland, Young Boys. Kekalahan di ajang Liga Champions Eropa ini betul-betul kekalahan yang memalukan, karena sebagai klub raksasa, MU dikalahkan oleh Young Boys yang kelasnya klub ‘’askring’’ (asal keringatan).

Di laga Eropa MU masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri, karena kompetisi masih panjang. Masih ada kesempatan untuk membalas Young Boys di pertandingan leg kedua di kandang. Tapi, kekalahan dari Young Boys membawa trauma yang mengerikan, karena tahun lalu MU tersingkir dari babak awal Champions gegara kalah dari klub askring Basakhshehir dari Turki.

Di kompetisi Eropa tahun lalu MU berada satu grup dengan Basakhshehir, RB Leipzig, dan Paris Saint Germain (PSG). Hitung-hitungan di atas kertas harusnya MU lolos dari fase grup. MU tampil bagus melawan Leipzig di kandang dan bisa mengalahkan PSG di Paris. Tapi, karena memble waktu melawan Bashakhshehir MU gagal lolos ke fase selanjutnya.

Fans MU sangat terpukul oleh kekalahan ini. MU melorot ke kompetisi kelas dua Eropa yang dijuluki sebagai ‘’Kompetisi Jumat Malam’’. Itu pun sampai di final masih bernasib sial lagi. MU kalah adu penalti dari klub Spanyol, Villareal yang di atas kertas kualitasnya masih berada di bawah MU.

Next: Trauma kekalahan dari Young Boys

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.