SURABAYA-KEMPALAN: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan gercep (gerak cepat) dalam menyongsong tahun politik 2024, dengan cara melakukan jemput bola dan menerapkan program pencalegan dini. “Tahun 2021 ini kita akan mulai bergerak,” kata H. Azhar Moeslim, ketua Departemen Penjaringan dan Penokohan DPP PKS, Kamis (25/3).
Azhar yang minggu ini menerima SK (surat keputusan) dari DPP PKS mengatakan bahwa partainya akan proaktif menyongsong tahun politik dengan program jemput bola dan pencalegan ini. “Kami menjemput bola dengan menjalin silaturrahim dengan semua stakeholder politik untuk menjaring calon-calon terbaik untuk legislatif di semua tingkatan,” ujar Azhar yang juga pengusaha properti di Malang ini.
Departemen yang dipimpinnya bertugas melakukan penjaringan terhadap calon-calon yang dianggap memenuhi syarat sesuai kriteria partai. Penjaringan itu dilakukan bukan hanya terhadap kader partai, tapi juga dari luar partai. “Ibarat permainan sepak bola kami lebih dahulu aktif di bursa transfer,” kata penggemar Real Madrid ini.
Selain melakukan penjaringan departemen yang dipimpin oleh Azhar juga mengidentifikasi tokoh-tokoh di seluruh Indonesia untuk direkurt sebagai caleg PKS. Karena itu Azhar aktif menjalin komunikasi dan silaturrahim dengan tokoh-tokoh dari berbagai profesi dan lembaga.
Sebagai partai terbuka PKS akan menerima calon-calon dari berbagai profesi. “Kami menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan, mulai dari kalangan profesional sampai ke kalangan agma dan wartawan,” tambah Azhar.
Mengenai program pencalegan dini Azhar mengatakan bahwa hal itu akan dilakukan dengan proaktif mencari calon-calon yang potensial. “Tahun ini insyaallah sudah mulai mengadakaan pemetaan,” tambahnya.
Tampil beda tahun ini. Selain memperkenalkan logo baru partai dakwah itu juga menyatakan manjadi partai terbuka yang yang lebih inklusif. “Itu program PKS secara nasional. Di Jawa Timur kami lebih fokus ke penguatan basis,” kata Ketua DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan ketika dihubungi, Selasa (23/3).
Mengenai program PKS sebagai partai terbuka yang kemungkinan akan menerima calon dari agama lain, Azhar mengatakan hal itu akan diterapkan secara selektif di beberapa wilayah Indonesia bagian timur, mulai dari Bali, NTT, Sulut, Ambon, sampai Papua.
Menurut Azhar, untuk daerah-daerah basis seperti Jawa Timur dan Jawa Barat PKS akan fokus kepada penguatan basis. “Target kami adalah mengisi dapil yang kosong kursi sehingga bisa mendapatkan kursi secara merata,” tambah Azhar.
Sejauh ini arahan Majelis Syuro maupun Presiden PKS adalah pengurus di daerah menerapkan konsep sinergi dan kolaborasi. Pengaplikasiannya di daerah, terutama di Jatim yaitu jajaran pengurus diharapkan berasal dari semua elemen seperti pekerja, pengusaha dan praktisi. “Jadi kita tidak terbatas pada kader sendiri saja,” tegasnya.
Ditambahkan, PKS punya target menjadi partai terdepan memberi solusi terkait permasalahan masyarakat. Seperti penanganan bencana maupun kegiatan donor darah plasma untuk membantu pasien Covid19. “Kita gerak cepat supaya lebih dekat di masyarakat,” kata mantan anggota DPRD Kota Malang ini.
Menghadapi pileg mendatang, Azhar mengatakan partainya tidak hanya fokus pada posisi sebagai partai oposisi untuk mencapai target perolehan kursi. Tiap daerah memiliki tantangan politik berbeda-beda. “Posisi kami memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Program positif pemerintah daerah tentu kita dukung. Dan kalau ada program tidak baik, PKS akan memberi masukan,” ujarnya diplomatis.
Di Jawa Timur capaian kader PKS selama Pileg cukup menggembirakan. Dengan 38 kabupaten/kota, PKS memiliki 104 anggota legislatif se-Jatim, naik dari sebelumnya yang hanya 97 aleg. Selain itu, PKS sudah mulai merebut kursi di basis Tapal Kuda. Dia mencontohkan di Pamekasan dan Bondowoso PKS punya 5 kursi. Adapun di Trenggalek dan Jember memperoleh 6 kursi. “Untuk kondisi Jatim yang didominasi hijau dan merah capaian ini luar biasa,” ujarnya. (ferry is mirza)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi