Minggu, 19 April 2026, pukul : 23:30 WIB
Surabaya
--°C

PAN Ajak Jihad Politik, Muhammadiyah Lihat Situasi

SURABAYA-KEMPALAN: Partai Amanat Nasional (PAN) mengajak Muhammadiyah untuk kembali melakukan jihad politik sebagaimana pada 2019 yang lalu. Muhammadiyah merespons dengan mengatakan akan melihat situasi terlebih dahulu. “Tergantung situasi,” kata Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Nadjib Hamid, Kamis (25/3).

Dalam safari politik ke kantor PWM Jumat (19/3) Ketua DPW PAN Jawa Timur, Ahmad Rizki Sadig, berharap ikhtiar  jihad politik Muhammadiyah kembali dilakukan.  Terutama di Dapil-Dapil yang merepresentasikan partisipasi tinggi warga Muhammadiyah.

“Kami berharap ikhtiar  jihad politik Muhammadiyah yang berbuah sosok wakil rakyat seperti Prof. Zainudin Maliki, kembali dilakukan.  Terutama di berbagai Dapil yang merepresentasikan partisipasi warga persyarikatan,” kata Rizki.

Kunjungan silaturahmi ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan sinergi hubungan kelembagaan.

“Forum dialog strategis antar pimpinan PAN Jatim dan PWM Jatim secara kelembagaan mesti dibangun secara produktif demi peningkatan elektoral dan kemajuan dakwah persyarikatan,”  lanjut Rizki.

Selain Rizki, pimpinan DPW PAN Jatim yang hadir antara lain; Husnul Aqib (Sekretaris), Heri Romadhon (Bendahara), Abdullah Abu Bakar (Ketua Bidang Bapilu), Malik Effendy (Ketua Bidang Perkaderan), dan Windiarto Kardono (Ketua Bidang Litbang).

Muh. Khulaim Junaedi dan Moch. Azis yang merupakan anggota F-PAN DPRD Jatim juga turut mendampingi. Mereka diterima oleh Ketua PWM Jatim, Dr. M. Saad Ibrahim dan jajaran pimpinan yang lain.

Menurut Rizki, politik di Jatim secara elektoral didominasi oleh kutur merah dan hijau. Meski begitu, partai yang merepresentasikan dua warna tersebut hanya mampu mengambil masing-masing sekitar empat juta pemilih.

Pengurus DPW PAN Jatim foto bersama pengurus PWM (foto:nko)

Padahal ada 21 juta pemilih sah dari total 31 juta pemilih di Jawa Timur. Artinya, jelas Rizki, secara anatomi, parpol yang dianggap merepresentasikan sosiologi pemilih Jatim pun hanya memperoleh tak lebih dari 10 % sampai 12 %  jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Jatim.

“Ini berarti ada pasar potensial yang memungkinkan untuk diambil, tentu dengan tetap mengindahkan peribahasa Jawa “nggolek uceng kelangan deleg”,” ungkapnya.

Anggota DPR RI yang terpilih dari Dapil Jatim 6 itu menjelaskan, posisi elektoral PAN hari ini mempunyai potensial market yang jelas. Sejauh ini publik memahami bahwa PAN memiliki hubungan istimewa dengan Muhammadiyah.

Muhammadiyah sebagai basis tradisional dan primordial PAN tergambar dalam monograf suara pemilih gambar partai yang besar di Dapil-Dapil kantong warga Muhammadiyah seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Malang, dan Jember.

Maka kehadirannya ke PWM Jatim untuk mengafirmasi pilihan politik Muhammadiyah. Bahwa bagi PAN dan Muhammadiyah, ini untuk kembali menguatkan hubungan setelah 22 tahun berjalan dan berlabuh bersama di dunia politik.

PAN Jatim berharap ikhtiar  jihad politik Muhammadiyah yang berbuah sosok wakil rakyat seperti Prof. Zainudin Maliki, dilakukan kembali.  Terutama di Dapil-Dapil yang memiliki partisipasi tinggi warga Muhammadiyah.

“Maka dengan keikhlasan hati saya juga berharap saran dan masukan bahkan mungkin teguran untuk meluruskan langkah jika kiblat politik PAN yang saya pimpin berbelok arah,” pungkas Rizki. (krs/nko)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.