SURABAYA–KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi salah satu kandidat yang diusulkan DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jatim untuk maju dalam Pilpres 2024.
Usulan itu disampaikan Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Rizki Sadig kepada DPP saat Rakerwil II yang digelar di Hotel Grand Empire Palace Surabaya, Minggu (30/7).
Kendati demikian, menurut Rizki Sadiq, pihaknya masih melihat aspirasi dari masyarakat untuk menentukan bakal calon yang maju pada Pilpres 2024.
Pasalnya, dari internal KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) yang terdiri dari PAN, Partai Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), ketua umum partai diharapkan ikut kontestasi.
Selian Khofifah, ada empat nama lain yang diusulkan DPW PAN Jatim kepada DPP dalam Rakerwil II tersebut. Mereka adalah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Andika Perkasa, dan Menteri BUMN Erick Tohir.
“Lima nama tersebut diusulkan DPW kepada DPP karena memperoleh suara dari minimal 19 atau 50 persen DPD PAN kabupaten/kota se -Jatim,’ kata Rizki Sadiq.
Kendati mencalonkan lima nama, lanjut Rizki Sadiq, PAN Jatim berharap Khofifah yang bakal diusung PAN dalam Pilpres 2024. Alasannya, karena mantan Menteri Sosial RI itu paling banyak diusulkan DPD PAN se-Jatim. Dari 38 DPD se-Jatim, Khofifah mendapat 33 suara.
“Saya berharap usulan Jatim bisa masuk di pertarungan nasional, khususnya Khofifah yang selalu kami usulkan dari tahun lalu,” tandas Rizki Sadiq. Dari nama-nama yang nantinya diusulkan 34 DPW se-Indonesia, nantinya akan dipilih enam nama untuk maju dalam Pilpres 2024, tiga sebagai capres dan tiga lainnya sebagai cawapres.
Menanggapi usulan DPW PAN Jatim, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan bahwa pihaknya masih membicarakan dan menyusun strategi untuk Pilpres mendatang. “Kan waktunya masih panjang,” katanya.
Namun demikian, Zulhas mengatakan bahwa Khofifah adalah gubernur yang sukses. “Nanti usulan DPW akan kami tampung. Khofifah itu sahabat saya, gubernur yang sukses. Bu Khofifah, i love you lah,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut Zulhas juga menyebut bahwa KIB masih membuka satu slot untuk satu partai politik yang hendak bergabung.
Kepada awak media, Zulhas mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu Demokrat dan PKS untuk bergabung ke KIB. Sebab, jika KIB diisi oleh 4 partai maka posisinya akan semakin kuat dalam menghadapi Pemilu 2024.
Dia mengaku sudah komunikasi dengan anggota KIB lain, tapi belum final (penambahan satu partai). “Nambah satu lah, bisa Demokrat atau PKS atau mungkin partai lainnya. Biar tambah kokoh kayak kaki meja kan empat,” harapnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan anggota KIB di tingkat daerah untuk bertemu dan berkonsolidasi di Surabaya pada awal Agustus 2022. Tujuannya, merumuskan kebijakan dan usulan yang dibutuhkan Indonesia. Menurutnya, perdebatan mengenai isu geopolitik lebih berisi ketimbang membicarakan cebong dan kampret.
“KIB membahas apa yang harus dilakukan bangsa kita untuk menghadapi perubahan dunia yang cepat. Termasuk geopolitik, persaingan super power Amerika dan Tiongkok. Nah, pembahasan indonesia harus melakukan apa itu akan dibahas di pertemuan awal Agustus di Surabaya,” pungkasnya.
Selain menghadiri Rakerwil II DPW PAN Jatim, Zulhas juga meresmikan PANsar Murah yang digagas oleh PUAN (perempuan PAN) dan membagikan 1000 paket sembako murah berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram gula, dan 1 liter minyak seharga 24 ribu. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi