Jabatan Presiden Tiga Periode. Netizen: Rakyat Revolusi Kalau itu Sampai Terjadi

waktu baca 2 menit

SURABAYA – KEMPALAN:  Pernyataan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais soal jabatan presiden tiga periode membuat Netizen Terbelah.
Tagar Amien Rais menduduki posisi kedua trending topic di Twitter malam ini.  Hingga pukul 19.37 WIB, netizen memperdebatkan dugaan yang dilontarkan Amien Rais di channel YouTube Amien Rais Official bahwa ada kemungkinan rekayasa mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Di channel Youtube-nya, Amien Rais mengungkapkan dugaan upaya rezim Pemerintahan Joko Widodo mengubah batas masa jabatan presiden yang awalnya dua periode menjadi tiga periode.

Amien Rais Official, Sabtu malam, 13 Maret 2021 menyoroti fenomena itu.
“Sekarang sudah ada semacam opini publik yang mula-mula samar-samar tapi sekarang makin jelas ke arah mana rezim Jokowi ini untuk melihat masa depannya,” kata pendiri Partai Ummat itu, Sabtu (13/3).

Pernyataan ini langsung saja memunculkan pro-kontra di media sosial Twitter. Kebanyakan mencibir tudingan Amien Rais tersebut. Salah satunya akun pendukung Presiden Joko Widodo @Dennysiregar7.
“PKS sama Amien Rais lagi sibuk bikin propaganda jorok menolak @jokowi 3 periode. Padahal UU sdh mengatur masa jabatan Presiden, ngapain juga mereka tolak sesuatu yg gak bisa terlaksana ? Apa pengen merusak citra @jokowi sbg Presiden yang rakus jabatan ya ? Ketahuan deh lu. Wajah tersenyum dengan mulut terbuka dan mata bahagia 😄,” tulisnya.

Akun @Sohnijee1 berpendapat pernyataan Amien Rais itu sebagai bentuk penghasutan. Dia juga meminta agar tokoh reformasi 1998 itu berhenti menjadi Sengkuni, tokoh pewayangan dalam kisah Mahabharata yang digambarkan culas.
“Pak tua, sudahlah….berhenti jadi penghasut, berhentilah jadi sengkuni, jangan merasa paling benar dan pintar, malu anak cucunya nanti dimasa yad ketika tahu kakeknya dikenal sbg “Sengkuni” abad milenial,” kata akun @Sohnijee1.

Namun begitu, ada netizen yang merasa dugaan yang disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu memang benar adanya. “Bisa jadi omongan Amien Rais benar, karena sekarang komposisi oposisi di parlemen kian kecil. KLB Demokrat diciptakan salah satunya untuk melemahkan suara oposisi. Kalo parlemen isinya orang-orang pro Undang-undang gampang diciptakan/dirubah,” kata akun @SHPurnomo dikutip Minggu (14/3).

“2 periode saja HAM ambyar demokrasi rusak korupsi BUMN menggila utang menggunung. Apa taipan dan cukong2 msh blm balik modal tuh 2 periode?” tulis akun @summa_isme.
“Rakyat revolusi kalau itu sampai terjadi,” kata akun @sepasangkaki15. (nani mashita)

BACA LAINNYA

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *