KEMPALAN: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Konsulat Jenderal Australia di Surabaya meresmikan #AussieBanget Corner yang bertempat di Perpustakaan ITS, Kamis (11/6). Peluncuran ini menjadi simbol kuat kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia, terutama ITS dan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya.
Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Konsul Jenderal Australia di Surabaya Dr Will Lee menyampaikan bahwa peresmian ini terbentuk karena pendidikan telah menjadi fondasi hubungan bilateral yang kokoh. Oleh karena itu, #AussieBanget Corner ini membuka kesempatan bagi mahasiswa ITS untuk lebih mengenal Australia. “Peluncuran pojok baca ini menunjukkan komitmen berkelanjutan kami untuk pendidikan Indonesia dan Australia,” ungkap lelaki berkacamata itu.
Terpilihnya ITS menjadi salah satu tuan rumah proyek ini karena komitmennya yang kuat untuk mendukung mahasiswanya agar bisa berdaya saing global. Terletak di gedung Perpustakaan ITS lantai tiga, #AussieBanget Corner memfasilitasi mahasiswa ITS untuk mempelajari budaya hingga letak geografis Australia. Fasilitas-fasilitas seperti buku, peta, hingga miniatur hewan endemik disiapkan untuk mahasiswa ITS.
Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengungkapkan bahwa kerja sama yang terjalin akan mendukung keberhasilan ITS untuk menyediakan pendidikan yang lebih berkualitas. Pojok baca ini nantinya akan menjadi sumber daya penting bagi sebuah institusi seperti ITS. “Inisiatif ini memperkuat akses mahasiswa ITS terhadap pendidikan berkualitas dan peluang global,” ujarnya.
Selain itu, Bambang juga menambahkan bahwa fasilitas yang tercipta atas inisiatif antara dua negara ini mendukung transformasi perpustakaan menjadi tempat yang membahagiakan untuk belajar. Mengusung visi knowledge and happiness center, Guru Besar Teknik Mesin ITS ini menekankan jika #AussieBanget Corner dapat menjadi tempat berinteraksi yang menyenangkan untuk belajar.
Lebih dari itu, #AussieBanget Corner ini tidak hanya menawarkan wawasan tentang Australia. Informasi terkait studi di Australia, termasuk akses program beasiswa Australia Awards juga disajikan pada pojok baca ini. Untuk itu, layanan konsultasi terkait hal tersebut juga difasilitasi bagi mahasiswa ITS yang ingin melanjutkan studinya atau hendak berkarir di Australia.
Menutup sambutannya, Rektor ITS juga menegaskan kepada mahasiswanya untuk menggunakan kesempatan ini dengan baik. Ia berpesan agar mahasiswa ITS bisa memperluas wawasan agar dapat membuka peluang karier yang lebih luas lagi. “Manfaatkanlah fasilitas ini sebaik-baiknya untuk memperluas wawasan dan pembuka peluang karier,” tegas lelaki asal Yogyakarta ini.
Pada penghujung acara, Dr Will Lee memberikan pemaparan mengenai Australia secara lebih rinci kepada mahasiswa ITS yang hadir. Di dalam sesi tersebut ia memperkenalkan berbagai hal terkait Australia, mulai dari budaya, hewan endemik, hingga perkenalan kepada sistem pendidikan yang berlaku di Australia.
Melalui kerja sama yang terjalin, terobosan ITS dan Australia ini turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Adapun dukungan yang ditunjukkan dengan fasilitas belajar yang diberikan turut menyokong kesuksesan SDGs poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi