KABUL-KEMPALAN: Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, sementara itu, mengatakan pada hari Jumat (12/3) bahwa Turki siap menjadi tuan rumah konferensi perdamaian Afghanistan di Istanbul.
Menlu Turki, seperti dalam Aljazeera, menyebutkan bahwa konferensi damai intra-Afghanistan itu akan diadakan pada bulan April 2021. Mevlut menambahkan bahwa pertemuan ini bukan alternatif dari perundingan yang terjadi di Doha, namun pelengkap dari perundingan tersebut dan tetap akan berkoordinasi dengan Qatar.
Ia juga menyampaikan bahwa tujuan konferensi ini adalah pembicaraan antara Taliban dan pemerintahan Afghanistan yang “berorientasi pada tujuan”. Turki telah mengirimkan pesan kepada kedua belah pihak.
Pemerintah Republik Islam Afghanistan menyampaikan kesiapannya untuk menghadiri dua konferensi damai yang berbeda di Turki dan Rusia pada Sabtu (13/3). Konferensi yang dilaksanakan di Rusia dijadwalkan pada tanggal 18 Maret 2021, sementara konferensi yang didukung Amerika Serikat akan diadakan di Turki bulan depan.
Penasihat keamanan nasional pemerintah Afghanistan, Hamdullah Mohib mengatakan bahwa pemerintahnya akan mengirimkan perwakilan ke kedua konferensi itu. Namun, Mohib mengatakan susunan delegasi akan tergantung pada tingkat partisipasi Taliban serta perwakilan dari negara lain.
Mohammed Naeem, juru bicara Taliban, mengatakan kepada Reuters yang dikutip oleh Daily Sabah, bahwa pihaknya telah menerima undangan dari Pemerintah Rusia tetapi belum memutuskan apakah akan hadir atau tidak. Taliban belum berkomentar tentang pertemuan yang diusulkan di Turki.
Moskow berencana menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi tentang Afghanistan pada 18 Maret. Undangan telah disampaikan kepada pemerintah Afghanistan, para pemimpin politik, Taliban, dan perwakilan Amerika Serikat, Cina, dan Pakistan.
Tawaran diplomatik oleh Rusia datang di tengah upaya AS yang intensif untuk mempercepat proses perdamaian Afghanistan menjelang kemungkinan penarikan pasukan AS dari negara itu pada 1 Mei.
Sementara itu dari Bakhtar News Agency mencatat bahwa Stéphane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB menyatakan dalam pengarahan hariannya pada hari Jumat (12/3) bahwa PBB “siap membantu para pihak seperti yang diminta peran kami harus dan akan selalu mendukung rakyat Afghanistan bersepakat dengan para pihak dalam konflik.”
Komentar pejabat PBB itu muncul setelah Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan dalam sebuah surat kepada para pemimpin Afghanistan bahwa pertemuan yang difasilitasi oleh PBB akan diselenggarakan di Turki untuk membahas proses perdamaian Afghanistan.
Adapun Dujarric juga mengatakan bahwa sekertaris jenderal PBB telah berhubungan dengan banyak pihak untuk menyelesaikan permasalahan Afghanistan ini.
“Ada momentum positif dari masyarakat dunia dalam hal koordinasi dan bergerak maju membantu pihak-pihak Afghanistan menemukan perdamaian demi rakyat Afghanistan,” kata Dujarric seperti yang dikutip Kempalan dari BNA.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sempat berbicara melalui telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Minggu (14/3) untuk membahas Afghanistan. Melansir Wall-Street Journal, PBB diharapkan menjadi perantara konferensi Istanbul, tetapi mengatakan belum menerima undangan untuk melakukannya.
Selain itu, pernyataan Kementerian Luar Negeri Afghanistan yang dikutip United News of India pada Minggu (14/3) mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Afghanistan, Mohammed Haneef Atmar, sangat menerima keputusan Turki untuk menjadi tuan rumah dari proses perundingan damai Afghanistan yang selanjutnya.
“Hal itu diharapkan menjadi jalan ke depannya dalam mengamankan gencatan senjata dan mencapai solusi politik yang selaras dengan keinginan penduduk Afghanistan,” ujar sang Menlu Afghanistan melalui pernyataan tersebut. (Daily Sabah/BNA/WSJ/UNI/Aljazeera, Reza Maulana Hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi