SURABAYA, KEMPALAN: Komisi E DPRD Jatim menyarankan agar penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua ditunda dan diundur 2022.
Komisi E menganggap penyelenggaran PON Papua yang dijadwalkan dihelat Oktober 2021 waktunya kurang tepat. Apalagi kalau dikaitkan dengan program vaksinasi Covid-19.
“Kita kan proses vaksinasinya sampai Desember 2021, untuk gelombang kedua. Diketahuinya efek dari vaksinasi itu seperti apa, kan baru setelah sekian bulan kemudian,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, Kamis (25/2).
Misalnya, lanjut Hikmah, efeknya diketahui sebulan atau dua bulan kemudian. Artinya, kalau vaksinasi dilakukan Desember 2021, maka efeknya baru diketahui Januari atau Februari 2022.
“Sehingga, kalau PON Papua dipaksakan digelar Oktober 2021, itu berarti tidak dalam fase bisa melihat hasil dari proses vaksinasi,” terang politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Cuma, sambung Hikmah, kalau tetap harus dilaksanakan Oktober 2021, maka harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Ya, mungkin sama dengan turnamen sepakbola pra-musim Piala Menpora 2021. Digelar tanpa penonton, tidak boleh ada kerumunan massa,” ujar Hikmah Bafaqih.
Padahal, katanya lagi, pagelaran PON yang digelar di tanah air sangat identik dengan “pesta rakyat” . Selama ini, seremonial pembukaan PON selalu berlangsung meriah dan melibatkan banyak orang.
Selain diwarnai pesta kembang api dan beragam pertunjukan kesenian, kontingen masing-masing daerah juga dihadirkan untuk defile. Demikian pula saat pertandingan berlangsung, penontonnya selalu banyak, khususnya untuk cabang olahraga favorit, seperti sepakbola dan bola voli.
“Kalau tidak boleh ada kerumunan dan keramaian, ya PON Papua akan garing, tidak meriah,” kata Hikmah.
Karena itu, Komisi E menyarankan agar PON XX 2021 di Papua ditunda. “Kalau bisa diundur 2022. Agar masyarakat ikut merasakan gebyarnya. Sebab ketika masyarakat tidak bisa ikut karena persoalan pandemi, kan sayang,” tandasnya.
Di sisi lain, Hikmah menyebut bahwa dengan diizinkannya PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar turnamen sepakbola Piala Menpora 2021, sebetulnya ada pintu masuk yang menjadi alasan bahwa dalam kondisi keterbatasan bisa saja PON Papua tetap bisa dilaksanakan pada Oktober 2021.
Namun, seandainya setelah ditimbang-timbang oleh Satgas Covid-19 efek buruknya ternyata lebih banyak, maka Komisi E merekomendasi PON Papua ditunda.
“Tapi, kalau situasinya dianggap memungkinkan untuk digelar, ya monggo,” pungkas Hikmah Bafaqih. (*)
Peliput: Dwi Arifin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi