Selasa, 9 Juni 2026, pukul : 17:32 WIB
Surabaya
--°C

Gelar Juara Dunia di Praha, Putra Tri Ramadhani Tegaskan Dominasi Panjat Tebing Jatim untuk Indonesia


SURABAYA-KEMPALAN: Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang khidmat di Praha, Ceko. Keberhasilan ini diraih setelah atlet panjat tebing asal Kediri Jawa Timur, Putra Tri Ramadhani, sukses merebut medali emas dalam Kejuaraan Dunia Panjat Tebing (IFSC Climbing World Cup) 2026. Prestasi gemilang di Benua Biru tersebut tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga menegaskan dominasi pembinaan olahraga ketangkasan Indonesia di panggung internasional.

Turun pada nomor lead putra, atlet kelahiran Kota Kediri tersebut tampil memukau dengan ketenangan dan akurasi tinggi. Putra mencatatkan skor tertinggi 43 poin, sekaligus membukukan capaian panjatan puncak (top). Ia menyisihkan dua pemanjat tangguh dunia, Neo Suzuki dari Jepang yang harus puas di posisi kedua, serta pemegang gelar juara dunia veteran, Jakob Schubert dari Austria, di peringkat ketiga.

Keberhasilan sang atlet memuncaki podium tertinggi menjadi bukti sahih efektivitas sistem pembinaan berjenjang. Program ini diinisiasi oleh Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengprov FPTI) Jawa Timur bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur.

BACA JUGA  Akselerasi Ekonomi Digital, STIE YAPAN Surabaya dan IPBI Bali Satukan Sinergi Strategis

Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyatakan bahwa pencapaian historis ini merupakan buah dari investasi pembinaan jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan terukur. Rekam jejak pemuda yang akrab disapa Srondeng ini sejatinya telah terbaca sejak Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024. Saat itu, ia mendominasi perolehan medali emas dan dinobatkan sebagai bintang baru (rising star) panjat tebing nasional.

“Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras kolektif rekan-rekan FPTI Jatim dan sinergi taktis yang kami bangun. Putra sejak awal merupakan rising star yang diproyeksikan untuk target-target global. Kami memang menyiapkan dirinya sejak dini untuk iklim kompetisi dunia,” ujar Muhammad Nabil saat dikonfirmasi di Gedung KONI Jawa Timur, Surabaya, Senin (8/6/2026).

Nabil menekankan bahwa aspek kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalani pemusatan latihan daerah (puslatda) menjadi kunci utama transformasinya dari jawara domestik menjadi raja dunia. Di samping keunggulan taktis dan mentalitas bertanding yang matang, Putra dinilai piawai menjaga kebugaran fisik sehingga penampilannya tetap stabil dan minim risiko cedera.

BACA JUGA  Panggung Prestasi Nasional Petanque: Menguji Mental di Dies Natalis UNESA ke-63

Emas dunia dari Praha ini diharapkan mampu memicu efek domino positif terhadap regenerasi atlet di Jawa Timur. KONI Jatim berharap capaian ini memotivasi para pemanjat muda untuk merawat mimpi yang sama.

“Kami sangat bersyukur atas capaian ini. Semoga prestasi Putra dapat menjadi pemantik inspirasi bagi para atlet puslatda Jawa Timur yang sedang bersiap menghadapi ajang internasional lainnya. Ini adalah bukti nyata kontribusi daerah untuk kehormatan bangsa,” pungkas Nabil.

Melalui torehan mahkota juara dunia ini, Putra Tri Ramadhani kini resmi menyandang status sebagai pilar utama masa depan panjat tebing Indonesia. Narasi keberhasilannya menjadi pengejawantahan sempurna dari semboyan yang diusung otoritas olahraga Jawa Timur: Dari Jawa Timur untuk Indonesia Menuju Prestasi Dunia. (M Fasichullisan /Ambari Taufiq)


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.