Senin, 18 Mei 2026, pukul : 19:34 WIB
Surabaya
--°C

Pemkot Surabaya dan BPS Sinkronkan Data Pokok Tahunan

Kepala BPS Surabaya Arrief Chandra Setiawan

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya melakukan sinkronisasi data pokok tahunan. Sinkronisasi data pokok tahunan itu dikemas dalam focus group discussion (FGD) “Surabaya dalam Angka” yang digelar di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, Kamis (20/2). 

Kepala BPS Surabaya Arrief Chandra Setiawan mengatakan, tujuan sinkronisasi data kali ini adalah untuk dipublikasikan ke dalam bentuk buku “Surabaya dalam Angka” tahun 2025. Nantinya, buku yang diterbitkan tersebut, berisikan data berbagai sektor seperti kesehatan, ekonomi, sosial, demografi dan sebagainya. 

“Bahwa setiap wilayah atau daerah itu harus mengeluarkan data-data pokok yang sudah diplot oleh BPS Pusat setiap tahunnya, dan harus konsisten datanya. Nah, teman-teman dari perangkat daerah (PD) diminta untuk melihat (mencocokan) apakah data-data yang diberikan kepada kami konsisten atau tidak tiap tahunnya,” kata Arrief. 

Jika semua data pokok itu sudah disinkronisasi, maka BPS Surabaya akan segera mencetak buku “Surabaya dalam Angka” dan diterbitkan pada 28 Februari 2025. “Jadi kami menyamakan persepsi dahulu, konsep definisinya seperti apa, apakah sudah clear, kalau sudah, kita siap terbitkan,” ujarnya. 

Data tersebut nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, pengusaha, hingga mahasiswa untuk bahan penelitian, pembangunan, dan sebagainya. “Golnya itu kan kualitas data, maka dari itu kita evaluasi, sudah benar atau tidak. Supaya tepat sasaran kalau akan mendapatkan bantuan, kalau itu untuk program,” jelasnya. 

Arrief mengungkapkan, sinkronisasi data ini nantinya bisa digunakan sebagai bahan untuk program Satu Data Pemkot Surabaya. Akan tetapi, lanjut Arrief, saat ini BPS Surabaya masih terkendala terkait data dari BPS Pusat. 

“Harapan Pak Wali (Eri Cahyadi) kan ingin ada satu data dalam satu genggaman beliau, misal ada yang perlu mendapatkan batuan, itu beliau bisa tahu. Nah, sampai sekarang masih terkendala data yang dari pusat, kalau datanya tidak ada, berarti kita lakukan dari bottom-up dari dinas-dinas hingga kelurahan,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, pengumpulan data untuk program satu data itu membutuhkan waktu satu hingga dua tahun. “Karena, kalau data dari pusat tidak ada, salah satu opsi kita bottom-up untuk mendapatkan datanya, sehingga nantinya data-data itu bisa Pak Wali gunakan,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Wali Kota Eri Cahyadi Siap Jalani Retreat di Magelang

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2). Keduanya dilantik serentak bersama 961 kepala daerah dan wakilnya untuk masa jabatan 2025-2030.

Pelantikan kepala daerah tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3 – 221 Tahun 2025 dan Nomor 100.2.1.3 – 1719 Tahun 2025 Tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Pada Kabupaten Dan Kota Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 Masa Jabatan 2025-2030.

Dalam sambutannya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada para kepala daerah yang telah terpilih. “Saudara-saudara, pertama saya ingin ucapkan selamat atas pelantikan saudara-saudara. Saya juga ingin mengucapkan selamat atas mandat yang diberikan oleh rakyat dari daerah masing-masing,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menekankan bahwa pelantikan serentak ini menjadi bukti besarnya bangsa Indonesia dan dinamisnya demokrasi di negara ini. Dimana pelantikan kepala daerah ini diikuti 33 Gubernur, 33 Wakil Gubernur, 363 Bupati, 362 Wakil Bupati, 85 Wali Kota dan 85 Wakil Wali Kota. “Dengan total 961 kepala daerah dari 481 daerah, semuanya dilantik serentak di Istana Merdeka oleh Kepala Negara,” tuturnya.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa para kepala daerah yang terpilih adalah pelayan dan abdi rakyat. Karena itu, Presiden meminta kepala daerah tersebut harus membela kepentingan rakyat.

“Saudara harus membela kepentingan rakyat, menjaga kesejahteraan mereka, serta berjuang demi kehidupan yang lebih baik. Itu adalah tugas kita,” tegasnya.

Selain itu, Kepala Negara juga menekankan pentingnya persatuan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Walaupun kita berasal dari partai yang berbeda, agama yang berbeda, dan suku yang berbeda, kita adalah bagian dari keluarga besar Nusantara, keluarga besar Republik Indonesia. Kita berbeda-beda tetapi tetap satu,” tuturnya.

Setelah pelantikan, para kepala daerah akan mengikuti program retreat yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kegiatan ini akan dilaksanakan selama sepekan mulai tanggal 21 – 28 Februari 2025 di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Terkait kegiatan tersebut Wali Kota Eri Cahyadi memastikan kesiapannya untuk mengikuti seluruh rangkaian program retret yang diselenggarakan oleh Kemendagri.

“Di sana kita masuk pukul 03.30 WIB, dan jam 03.00 WIB harus sudah sampai di lokasi Diklat di Magelang. Semua peserta wajib mengikuti aturan yang ditetapkan, termasuk larangan membawa barang pribadi karena semuanya sudah disiapkan sebelumnya,” kata Eri.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama kegiatan retreat, kepala daerah tidak diperbolehkan untuk membawa ajudan. “Nantinya akan terlihat mana kepala daerah yang mandiri dan mana yang tidak,” ujarnya.

Meski begitu,  Eri kembali mengapresiasi rangkaian kegiatan dalam program retreat tersebut. Ia meyakini kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh kepala daerah.

“Jadwalnya alhamdulillah padat, mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.30 – 22.30 WIB. Saya yakin ini akan memberikan manfaat besar karena ini merupakan pengalaman pertama bagi seluruh kepala daerah,” tambahnya.

Lebih dari itu, Eri berharap, melalui kegiatan retreat ini para kepala daerah dapat saling bertukar pengalaman demi kemajuan daerah masing-masing. “Insya Allah ketika semua kepala daerah berkumpul, kita bisa saling berbagi pengalaman dan strategi demi kemajuan wilayah masing-masing,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa menjadi kepala daerah adalah amanah dari masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap pelantikannya menjadi momentum berbagi kebahagiaan dengan seluruh warga Surabaya.

“Saya mohon doa untuk Surabaya agar semakin maju, warganya tetap guyub rukun, serta dijauhkan dari segala bentuk perpecahan dan bencana,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Satpol PP Surabaya Gencarkan Patroli Antisipasi Gangguan Trantibum

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya melalui Satpol PP Kota Surabaya menggencarkan patroli untuk mengantisipasi adanya gangguan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum), baik sebelum atau selama Ramadan 2025.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya M. Fikser mengatakan, patroli tersebut dilakukan secara rutin dan menyisir lokasi-lokasi yang rawan akan gangguan trantibum. 

“Gangguan yang sering terjadi saat bulan Ramadan, biasanya perang sarung dan tawuran. Lokasinya biasanya di bawah Jembatan Suramadu, Jalan Kenjeran, Jalan Kapas Madya, Jalan Ir. Soekarno, di dekat TPU Rangkah, serta Jalan Ngaglik,” kata Fikser, Kamis (20/2). 

Selain perang sarung dan tawuran, Satpol PP Surabaya juga turut mengantisipasi adanya aktivitas balap liar yang dilakukan oleh anak-anak pada malam hari, saat Ramadan berlangsung. 

“Sekarang lagi tren balap sepeda angin yang dilakukan oleh anak-anak, sehingga aktivitas negatif tersebut turut menjadi atensi kami dalam menjaga kondusivitas selama Ramadan,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaan patroli tersebut, seluruh personel Satpol PP akan diterjunkan. Mulai dari personel di tingkat kecamatan hingga kelurahan dan bertugas menyisir area perkampungan warga. Satpol PP Surabaya juga turut berkolaborasi bersama aparat keamanan, yakni TNI-Polri dalam giat patroli tersebut. 

“Jika ditemukan adanya aktivitas tawuran maupun perang sarung serta membawa senjata tajam, maka akan kami serahkan kepada kepolisian selaku pihak yang berwenang,” tegasnya.

Untuk itu, Fikser mengimbau kepada para orang tua untuk memberikan perhatian lebih terhadap aktivitas anak-anak mereka selama Ramadan. 

“Orang tua harus lebih mengawasi anak-anak, terutama pada malam hari setelah pukul 21.00 WIB, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, utamanya mencegah kenakalan remaja,” ujar dia.

Lebih lanjut, apabila saat patroli ditemukan adanya aktivitas yang memicu gangguan ketentraman dan ketertiban umum, maka para petugas akan melakukan penjangkauan untuk dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Surabaya. 

“Tetap kami lakukan penjangkauan kepada mereka. Lalu, apabila kami menemukan adanya anak-anak yang bergerombol, akan kami datangi dan kami minta mereka untuk bubar. Kami bersikap tegas namun tetap mengedepankan sisi humanis,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Khofifah-Emil Resmi Dilantik sebagai Gubernur dan Wagub Jatim, Prabowo: Kalian adalah Pelayan Rakyat

SURABAYA-KEMPALAN: Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak secara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Masa Jabatan 2025-2030 di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2).

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil dilantik Presiden serentak bersama dengan 961 kepala daerah dan wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Mengawali prosesi pelantikan, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil berkumpul di Kawasan Monumen Nasional (Monas) mengenakan pakaian dinas upacara besar (PDUB) bewarna putih lengkap dengan topi dan lencana. Dilanjutkan dengan baris berbaris (long march) Monas menuju Istana Merdeka.

Dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wamendagri Bima Arya, dan Ribka Haluk seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah lainnya berbaris diiringi Marching Band Gita Abdi Praja IPDN.

Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan para kepala daerah oleh Presiden Prabowo. Usai pengambilan sumpah jabatan, ada enam perwakilan kepala daerah yang maju untuk menandatangani berita acara pelantikan sebagai simbolis.

Di antaranya Gubernur Lampung sebagai perwakilan Agama Islam, Gubernur Maluku Utara sebagai perwakilan Agama Katholik, Wali Kota Singkawang mewakili Agama Buddha, serta Bupati Karangasem sebagai perwakilan Agama Hindu, Wali Kota Kota Manado sebagai perwakilan Agama Konghucu, sedangkan perwakilan Agama Kristen Protestan diwakili oleh Bupati Merauke.

“Selamat atas pelantikan saudara-saudara. Selamat atas mandat yang telah diberikannya oleh rakyat dari daerah masing-masing. Dan selamat atas terpilihnya saudara-saudara menjadi kepala daerah masing-masing,” kata Presiden Prabowo, dalam sambutannya.

Presiden Prabowo menegaskan, pelantikan serentak ini adalah momen bersejarah. Dimana ini merupakan kali pertama pelantikan serentak digelar dengan melantik 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, 85 wakil wali kota dengan total 961 kepala daerah dari 481 daerah  di Indonesia. Semuanya dilantik serentak oleh Kepala Negara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

“Ini juga menunjukkan betapa besar bangsa kita. Bahwa kita memiliki demokrasi yang hidup, demokrasi yang berjalan, demokrasi yang dinamis,” tegas Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo juga mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mengutamakan pengabdian dalam tugasnya. Bahwa setelah terpilih sebagai kepala daerah mereka adalah pelayan rakyat.

“Kita akan jumpa dalam retreat yang akan diselenggarakan Mendagri di Magelang. Saya akan jumpa saudara di sana. Mudah mudahan saudara akan kuat di situ digembleng,” pungkasnya.

Setelah seluruh prosesi pelantikan usai, Presiden Prabowo bekesempatan menyalami satu persatu kepala daerah bersama para pendamping atau keluarga yang diundang di Halaman Istana Kepresidenan.

Usai pelantikan, Khofifah menyampaikan harapannya agar dapat menjalankan tugas bersama Wagub Emil secara amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

“Alhamdulillah, kami baru saja dilantik bersama kepala daerah dan wakil kepala daerah secara serentak oleh Bapak Presiden Prabowo. Mohon doa kepada seluruh masyarakat mudah-mudahan kami, serta seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dilantik bisa menjalankan tugas secara amanah, memaksimalkan kinerjanya untuk memberikan kemakmuran dan pemerataan kesejahteraan yang lebih baik,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah menegaskan kesiapannya melanjutkan Program Nawa Bhakti Satya dan siap bersinergi dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.

“Tentu yang ingin kami pastikan adalah kami siap untuk menyinergikan program Nawa Bhakti Satya kami di Jawa Timur dengan program program Asta Cita Presiden Prabowo,” tegas Khofifah.

Selain itu, Khofifah menyampaikan kesiapannya untuk bersinergi dan mendukung program serta kebijakan nasional, maupun bersinergi antar provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kami siap membangun sinergitas dan kolaborasi baik antara provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia, maupun kebijakan-kebijakan makro secara nasional. Serta mitigasi-mitigasi dinamika global,” kata Khofifah.

Pihaknya pun menyebutkan seusai pelantikan akan menggelar rakor bersama Sekda Prov. Jatim dan Para Kepala Perangkat Daerah Pemprov.

“Semalam kami sudah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Jatim. Hari ini kami langsung tancap gas mengadakan Rakor bersama Sekda, seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Kepala BUMD Pemprov Jatim di Jakarta. Khususnya membahas terkait anggaran, dan efisiensi. Karena banyak yang harus dikoordinasikan sebelum kami berangkat ke Magelang untuk mengikuti retreat kepala daerah,” tegasnya.

Masih terkait anggaran, Gubernur Khofifah memastikan bahwa efisiensi yang dilakukan oleh Pemprov Jatim tidak mengurangi sektor layanan publik maupun penyaluran bantuan sosial (Bansos).

“Kedua sektor ini tidak boleh terpengaruh dan terdampak efisiensi,” tegasnya.

Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Khofifah memprediksi terdapat fluktuasi harga sembako dan harus dikendalikan oleh pemerintah agar daya beli masyarakat terjangkau.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga menyiapkan mudik gratis kepada masyarakat baik melalui jalur darat maupun laut.

“Setiap lebaran kami mengadakan mudik gratis baik darat maupun laut. Setelah ini kami melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pak Sekdaprov bersama jajaran Kepala Perangkat Daerah akan melaporkan dan kita rumuskan kebijakan bersama,” sebutnya.

Secara khusus,  Gubernur Khofifah menyampaikan kesannya usai mengikuti prosesi pelantikan hari ini. Menurutnya pelantikan ini sangat berbeda dengan tahun 2019 lalu.

“Silaturahmi hari ini kami semua kompak. Bahkan tadi salamannya salaman nusantara, karena hadir semua kepala daerah dan wakil kepala daerah dari Sabang sampai Merauke,” kata Khofifah.

Pelantikan kepala daerah ini merupakan yang pertama kali digelar secara serentak di Halaman Istana Kepresidenan. Pelantikan ini menjadi penanda babak baru dalam tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia. (Dwi Arifin)

Ir. Wardah Alkatiri MA., Ph.D. dan Pasar Ilang Kumandange

KEMPALAN : Ramalan Jangka Jayabaya yang ditulis oleh pujangga Ronggowarsito yang kemudian saya tulis sebagai tinjauan teknologi dan ekonomi pada buku saya ke-17 ‘Seperti Obrolan Warung Kopi’ –persisnya di halaman 32-37, dengan judul : Pasar Ilang Kumandange — menjadi perhatian serius Ir. Wardah Alkatiri M. Sc., Ph.D.

Akademisi yang menggemari seni dan pelestarian lingkungan hidup ini, menaruh atensi besar pada pandangan-pandangan futuristik dari pujangga yang hidup pada abad ke-18 tersebut.

Sebagaimana saya tulis pada artikel di buku saya itu, Ronggowarsito menulis selengkapnya begini :
“Mbesuk ono kereta tanpa jaran, tanah Jawa sabukan wesi, perahu mlaku nang awang-awang, pasar ilang kumandange.”

Artinya : Kelak akan ada kereta tanpa kuda (mobil), Pulau Jawa bersabuk besi (jalur/rel kereta api), perahu berlayar di angkasa (pesawat terbang), pasar kehilangan gema karena tak ada tawar menawar (munculnya mall).

Dosen di Unusa, Surabaya, yang S1 lulusan Fakultas Teknik Kimia ITS, S2 diselesaikan di Linclon University Selandia Baru, dan S3 lulus dari University of Cantenbury Selandia Baru ini, dalam konteks “pasar ilang kumandange” menambahi bahwa sesungguhnya yang lebih terasa kehilangan gemanya saat marak pasar-pasar online.

Dalam perbincangan sekitar satu jam di Sage House Gallery, Jalan Prapanca nomor 56, Surabaya, yang didirikan dan dikelola oleh salah satu wanita intelektual hebat ini, dimana jurnal-jurnal karyanya banyak dibahas di forum kajian ilmiah di luar negeri — berlangsung gayeng dan khidmat.

Antara lain, banyak membincang mengenai prospek pendidikan hubungannya dengan kemakmuran bangsa.

“Karena pendidikan yang semakin maju yang dirasakan warga suatu negara, akan membuka perspektif yang lebih luas. Dan ini akan berdampak pada peningkatan kemakmuran,” tutur Ir. Wardah Alkatiri M.Sc., Ph. D. ini.

“Sementara itu,” tuturnya melanjutkan, “Kurangnya budaya ‘literasi’ di Indonesia sangat memprihatinkan saya. Faktor historis penjajahan Belanda di Indonesia yang dikenal tidak memberi pendidikan kepada rakyat jajahannya, kini dilanjutkan oleh peran keluarga yang tidak mendukung, dan kemiskinan — sehingga sarana dan prasarana tidak memadai.”

“Celakanya,” tuturnya melanjutkan, “Diperparah pula oleh metode pengajaran dan kurikulum sekolah yang tidak memancing minat siswa guna belajar sendiri, dan terakhir, pengaruh televisi, ponsel dan sosmed.”

Menurut sosok ini, “Pendidikan formal yang tidak didukung oleh budaya literasi yang kuat, tidak akan banyak berguna dalam memperbaiki kualitas hidup suatu bangsa. Justru seringkali hanya menjadi sarana mencetak ijazah untuk mencari pekerjaan semata – dan ujung-ujungnya tidak memperbaiki pemerataan keadilan sosial. Bahkan tidak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa sekolah tinggi di negara berkembang seperti Indonesia hanya mencetak tenaga terdidik untuk melanggengkan, seringkali bahkan memperparah, ketimpangan sosial.”

Dalam perbincangan itu, diakhiri kesediaan Ir. Wardah Alkatiri M. Sc., Ph.D sebagai host acara talk show buku saya ‘Seperti Obrolan Warung Kopi’ yang akan digelar selepas Idul Fitri.

“Mohon sekiranya Pak Abror (Dr. Dimam Abror Djuraid Ketua Dewan Pakar PWI Pusat), bisa berkenaan hadir, Pak,” tutur sosok kalem dan santun ini menambahkan. (Amang Mawardi).

Resmi Dilantik Presiden sebagai Gubernur dan Wagub Jatim 2025-2030, Khofifah-Emil Siap Sinergikan Nawa Bhakti Satya dengan Asta Cita

JAKARTA– Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak secara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Masa Jabatan 2025-2030 di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2).

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil dilantik Presiden serentak bersama dengan 961 kepala daerah dan wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Mengawali prosesi pelantikan, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil berkumpul di Kawasan Monumen Nasional (Monas) mengenakan pakaian dinas upacara besar (PDUB) bewarna putih lengkap dengan topi dan lencana. Dilanjutkan dengan baris berbaris (long march) Monas menuju Istana Merdeka.

Dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wamendagri Bima Arya dan Ribka Haluk seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah lainnya berbaris diiringi Marching Band Gita Abdi Praja IPDN.

Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan para kepala daerah oleh Presiden Prabowo. Usai pengambilan sumpah jabatan, ada enam perwakilan kepala daerah yang maju untuk menandatangani berita acara pelantikan sebagai simbolis.

Diantaranya Gubernur Lampung sebagai perwakilan Agama Islam, Gubernur Maluku Utara sebagai perwakilan Agama Katholik, Wali Kota Singkawang mewakili Agama Buddha, serta Bupati Karangasem sebagai perwakilan Agama Hindu, Wali Kota Kota Manado sebagai perwakilan Agama Konghucu, sedangkan perwakilan Agama Kristen Protestan diwakili oleh Bupati Merauke.

“Selamat atas pelantikan saudara-saudara. Selamat atas mandat yang telah diberikannya oleh rakyat dari daerah masing-masing. Dan selamat atas terpilihnya saudara-saudara menjadi kepala daerah masing-masing,” kata Presiden Prabowo, dalam sambutannya.

Presiden Prabowo menegaskan, pelantikan serentak ini adalah momen bersejarah. Dimana ini merupakan kali pertama pelantikan serentak digelar dengan melantik 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, 85 wakil wali kota dengan total 961 kepala daerah dari 481 daerah di Indonesia. Semuanya dilantik serentak oleh Kepala Negara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

“Ini juga menunjukkan betapa besar bangsa kita. Bahwa kita memiliki demokrasi yang hidup, demokrasi yang berjalan, demokrasi yang dinamis,” tegas Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo juga mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mengutamakan pengabdian dalam tugasnya. Bahwa setelah terpilih sebagai kepala daerah mereka adalah pelayan rakyat.

“Kita akan jumpa dalam retreat yang akan diselenggarakan Mendagri di Magelang. Saya akan jumpa saudara di sana. Mudah mudahan saudara akan kuat di situ digembleng,” pungkasnya.

Setelah seluruh prosesi pelantikan usai, Presiden Prabowo bekesempatan menyalami satu persatu kepala daerah bersama para pendamping atau keluarga yang diundang di Halaman Istana Kepresidenan.

Usai pelantikan, Khofifah menyampaikan harapannya agar dapat menjalankan tugas bersama Wagub Emil secara amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

“Alhamdulillah, kami baru saja dilantik bersama kepala daerah dan wakil kepala daerah secara serentak oleh Bapak Presiden Prabowo. Mohon doa kepada seluruh masyarakat mudah-mudahan kami, serta seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dilantik bisa menjalankan tugas secara amanah, memaksimalkan kinerjanya untuk memberikan kemakmuran dan pemerataan kesejahteraan yang lebih baik,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah menegaskan kesiapannya melanjutkan Program Nawa Bhakti Satya dan siap bersinergi dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.

“Tentu yang ingin kami pastikan adalah kami siap untuk menyinergikan program Nawa Bhakti Satya kami di Jawa Timur dengan program program Asta Cita Presiden Prabowo,” tegas Khofifah.

Selain itu, Khofifah menyampaikan kesiapannya untuk bersinergi dan mendukung program serta kebijakan nasional, maupun bersinergi antar provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kami siap membangun sinergitas dan kolaborasi baik antara provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia, maupun kebijakan-kebijakan makro secara nasional. Serta mitigasi-mitigasi dinamika global,” kata Khofifah.

Pihaknya pun menyebutkan seusai pelantikan akan menggelar rakor bersama Sekda Prov. Jatim dan Para Kepala Perangkat Daerah Pemprov.

“Semalam kami sudah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Jatim. Hari ini kami langsung tancap gas mengadakan Rakor bersama Sekda, seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Kepala BUMD Pemprov Jatim di Jakarta. Khususnya membahas terkait anggaran, dan efisiensi. Karena banyak yang harus dikoordinasikan sebelum kami berangkat ke Magelang untuk mengikuti retreat kepala daerah,” tegasnya.

Masih terkait anggaran, Gubernur Khofifah memastikan bahwa efisiensi yang dilakukan oleh Pemprov Jatim tidak mengurangi sektor layanan publik maupun penyaluran bantuan sosial (Bansos).

“Kedua sektor ini tidak boleh terpengaruh dan terdampak efisiensi,” tegasnya.

Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Khofifah memprediksi terdapat fluktuasi harga sembako dan harus dikendalikan oleh pemerintah agar daya beli masyarakat terjangkau.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga menyiapkan mudik gratis kepada masyarakat baik melalui jalur darat maupun laut.

“Setiap lebaran kami mengadakan mudik gratis baik darat maupun laut. Setelah ini kami melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pak Sekdaprov bersama jajaran Kepala Perangkat Daerah akan melaporkan dan kita rumuskan kebijakan bersama,” sebutnya.

Secara khusus, Gubernur Khofifah menyampaikan kesannya usai mengikuti prosesi pelantikan hari ini. Menurutnya pelantikan ini sangat berbeda dengan tahun 2019 lalu.

“Silaturahmi hari ini kami semua kompak. Bahkan tadi salamannya salaman nusantara, karena hadir semua kepala daerah dan wakil kepala daerah dari Sabang sampai Merauke,” kata Khofifah.

Pelantikan kepala daerah ini merupakan yang pertama kali digelar secara serentak di Halaman Istana Kepresidenan. Pelantikan ini menjadi penanda babak baru dalam tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia. (*)

Jalan Tasawuf KH. Syaiful Ulum Nawawi (7)

KEMPALAN : Jadi, kembali pada persoalan ‘benar’ dan ‘salah’, ‘putih’ dan ‘hitam’, itu bukan domain tasawuf. Bukan ranah Sufi. Itu ranah hukum positif yang muaranya pengadilan meja hijau.

Pengadilan meja Allah di dunia, adalah “pengadilan” rasa yang lantas menjadikan orang-orang yang nggebuki maling itu sadar bahwa betapa menderitanya maling tersebut. Ibarat “sudah jatuh, tertimpa tangga, digigit ular berbisa pula” hingga akhirnya maling tadi meninggal.

Pernyataan di atas disampaikan oleh KH. Syaiful Ulum Nawawi.

Lebih lanjut dinyatakannya, orang-orang yang nggebuki tadi akhirnya ditangkap polisi, diadili hingga mereka dipenjara. “Begitu kan mestinya alur logikanya?” kata Pak Kyai.

Pada akhirnya, ini adalah percikan hikmah : Kesadaran untuk pada kemudian hari tidak bertindak gegabah, tidak grusa-grusu. Itulah cara Allah dan menyadarkan manusia dengan menyentuh kalbunya.

Mungkin jika yang digebuki tadi maling profesional, kesadaran yang timbul tidak akan begitu ‘njarem’. Tapi karena orang yang digebuki berlatar-belakang begitu kelam dengan kemiskinan akut hingga nekat nyolong untuk pertama kali, maka “hakim massal” itu akan menjadikan ‘njarem’ hatinya akibat perbuatan brutal mereka.

Nah, perkara ‘njarem hati’ itulah wilayah tasawuf. Allah punya cara untuk “menghukum” orang-orang yang bertindak semaunya sendiri.

Pada sisi lain, Allah akan memberi peringatan melalui peristiwa “hakim massal” itu agar orang-orang yang akan berbuat kriminal mengurungkan niatnya.

‘Njarem ati’, ‘penyesalan yang dalam’, ‘kesadaran diri’ dan sejumlah substitusi wilayah rasa yang lain, itulah hakikat jalan tasawuf agar setiap insan manusia menuju kesadaran spiritualnya untuk selalu melakukan tindakan welas asih.

Orang yang sudah melangkah pada jalan tasawuf, insyaAllah tidak akan ikut bergabung menjadi bagian dari “hakim massal”, nggebuki maling itu hingga tewas.

Dan, setiap orang yang melangkah pada jalan tasawuf akan menjadikan lubuk hatinya sebagai cermin refleksi. Karena sesungguhnya Tuhan bertahta di setiap hati manusia ciptaanNya.

Seberapa banyak pantulan cermin ini merefleksikan diri, tergantung seberapa banyak manusia tadi mengolah terus-menerus rasa welas asih-nya yang lantas termanifestasikan dalam laku dan tindakan mulia.

Lantas Pak Kyai mengatakan tahapan untuk sampai pada tindakan mulia tadi, yaitu: Iman, Islam, Ihsan.

Kosakata ‘ihsan’ sebagaimana dinyatakan beliau, artinya laku sehari-hari yang baik yang basisnya adalah welas asih .

Cobi direnungaken , Pak Amang…” kata KH. Syaiful Ulum Nawawi.

“Pada hakikatnya Sufi itu melayani,” kata beliau. “Maling pun dilayani. Kalau ada maling ketangkep, dipersilakan duduk di ruang tamu. Disuguhi sebagaimana umumnya. Di situ lantas diajak ngobrol, apa sebab mencuri. Intinya dibukakan ‘pintu’. Untuk kemudian memasuki jalan tasawuf, menuju ihsan. Saat dilepas untuk pulang, kalau perlu diberi sangu dan bekal secukupnya.”

“Jadi, Sufi itu melayani. Bukan menghukum. Sufi itu menyadarkan, bukan membuntukan jalan hidup.”

“Begini, Pak Amang. Supaya rileks, santai, saya mau cerita tentang maling dan yang dimalingi,” tutur beliau seraya menunjuk hidangan yang terhampar di meja. “Saya rasa Pak Amang sebagai jurnalis sudah pernah dengar, ya…”

“Lupa lupa ingat, Pak Kyai,” jawab saya.

Lantas berkisahlah Pak Kyai :

Tersebutlah seorang laki-laki yang tinggal di sebuah rumah bersih asri, di perkampungan tepi hutan. Nama laki-laki itu –sebut saja– Kasmir.

Kasmir ini lelaki yang rajin. Rumahnya dari luar tampak bersih, sehingga sering dikira orang kaya, yang pada suatu hari mengundang maling untuk menyatroni rumah ini. Padahal sesungguhnya Kasmir ini tidak punya apa-apa. Banyak orang mengira hidupnya “baik-baik saja.”

Suatu malam –sebut saja– Gendon, membobol rumah Kasmir.

Kasmir mendengar bunyi ‘krieettt’ dari salah satu jendela, sudah bisa mengira pasti itu maling. Kasmir tidak berusaha mencegah Gendon masuk, malah lari sembunyi.

Gendon yang sudah ngubek-ubek seisi rumah, tidak menemukan satu pun barang berharga yang bisa dicuri yang nantinya layak untuk dijadikan uang.

Saat memasuki salah satu kamar dekat dapur, Gendon menemukan peti kayu lumayan besar. ‘O..disini rupanya barang-barang berharga disimpan,’ pikir maling itu dengan hati berbunga-bunga.

Saat peti kayu itu dibuka, ternyata Kasmir meringkuk disitu sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.

“Hai, ngapain kamu sembunyi disitu?!” kata Gendon dengan sangar.

“Saya malu…”

“Malu?” kata Gendon.

“Ya, malu. Karena tak ada barang yang bisa kamu bawa pulang. Saya tidak punya apa-apa yang bisa saya berikan,” kata Kasmir.

Menurut Pak Kyai, kisah maling dan Kasmir ini multi tafsir. Tergantung masing-masing orang memaknainya.

“Kalau Pak Amang, bagaimana menafsirkannya?”

“Kalau saya sih, Pak Kyai — mereka itu hidup pada entitas miskin. Sama-sama susah. Ya, mari saling berkesadaran. Yang mas maling sadar untuk menjauhi tindakan kriminalitas, sedangkan untuk Mas Kasmir ayolah lebih tekun berpikir inovatif dan lebih giat bekerja. Sementara aparat keamanan, hendaknya lebih meningkatkan pengamanan, agar maling-maling berdasi dan koruptor bisa ditangkapi… “

“Lho…lho … opini Pak Amang kok tendensius. Lima baris kalimat terakhir, itu sudah memasuki wilayah logika, bukan wilayah rasa lagi …” tutur KH. Syaiful Ulum Nawawi terkekeh. (Amang Mawardi – Bersambung).

Raya Wiyung-Menganti Dilebarkan, CitraLand The Greenlake Surabaya Luncurkan Ruko North Avenue

SURABAYA-Seiring perkembangan Surabaya Barat yang semakin pesat, Pemerintah Kota juga mengembangkan infrastruktur yang menjadi prioritas utama di 2025 berupa melanjutkan pelebaran jalan Raya Wiyung, tembusnya West Radial Road serta pembangunan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) yang merupakan bagian dari rencana Tata Ruang wilayah Surabaya. Dari sisi barat Pemerintah Gresik pun melakukan pelebaran jalan Raya Bringkang Menganti.

“Di sisi internal CitraLand The GreenLake juga  semakin berkembang dengan berdirinya Binus School mulai dari tingkat playgroup hingga junior high school, serta Universitas Bhayangkara, yang keduanya akan beroperasional di tahun ajaran baru 2025. Dari Pemerintah rencananya juga akan dibangun SMP Negeri yang lokasinya bersebelahan persis yakni di sisi barat proyek CitraLand The GreenLake,” papar Senior Director Ciputra Group Sutoto Yakobus, Kamis 20 Februari 2025 di sela peluncuran ruko di Ciputra World Surabaya.

Selain itu di area komersial juga sudah beroperasional seperti Café, minimarket dan supermarket dilahan seluas 2.500 meter persegi sebagi Anchor Tenant, akan beroperasional di bulan April 2025 mendatang.

“Perkembangan infrastuktur dan dunia Pendidikan, semua ini membuat suatu kebutuhan baru akan komersial area untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari hari dan melengkapi kebutuhan siswa dan mahasiwa yang kami wujudkan dengan membuka lahan baru dengan me-launching North Avenue Shophouses. Pada New Phase ini  mengusung tagline Seamless Connections Limitlless Potential, koneksi tanpa batas dengan potensi tak terbatas, menunjukkan ada banyak kesempatan untuk berkembang dan sukses, di tahap awal telah sold out 100%  dan sudah beroperasional semua,” ungkap Direktur Ciputra Group Direktur Ciputra Group Lauw Hendra.

Sementara Sianne Wahjoeni, General Manager CitraLand The GreenLake Surabaya melihat pasar ruko untuk Surabaya selalu terbuka. “Produk baru yang prospektif pasti akan diminati pasar. Orangtua yang ingin anaknya berusaha akan diberikan ruko. Apalagi ruko terbatas, banyak lahan, tetapi yang bisa jadi ruko strategis terbatas. Parkirnya gampang,” kata Sianne.

“Ruko ini menempati lokasi yang sangat strategis sebagai jalur lalu lintasnya siswa siswa dari Binus School, jaraknya hanya 300 meter dari Binus School dan dari sisi manajemenkami juga menyediakan fasilitas gerbang baru untuk antisipasi mobilitas kendaraan semakin meningkat. Gerbang saat ini sudah bisa dilewati dan akan dioperasionalkan dengan dibuka sekitar pertengahan tahun bertepatan dengan pembukaan tahun ajaran baru,” lanjut dia.

Adapun yang menjadi lima selling point dalam penjualan North Avenue Shophouses berupa akses jalan, potential captive market akan warga sekitar CitraLand The GreenLake yang mencapai sekitar 500 ribu jiwa, sekolah, lokasi, dan bebas parkir.

“Ruko yang dijual mempunyai row 45 meter yang dipisahkan dengan median jalan. Semua mempunyai hadap yang strategis, hadap view danau di jalan boulevard, hadap boulevard dengan dipisahkan median jalan dan hadap komersial area. Untuk lahan parkir tidak berupa lahan parkir mobil saja, tetapi lahan khusus untuk sepeda motor karyawan yang hal ini kadang tidak tersedia ditempat lain, padahal ini menjadi point penting masalah parkir,” ujar Renovan Setio, Head of Marketing and Sales CitraLand The GreenLake.

North Avenue Shophouses akan diluncurkan terdiri dari 2 lantai dan 3 lantai dengan varian Attic Urban Rooftop dan Non Attic Urban Rooftop, dengan harga 2 M-an dan cicilan  14 juta per bulan. Keunikan tersendiri untuk ruko 3 lantai berupa view danau. Untuk 2 lantai ada yang menghadap jalan boulevard, tetap ada juga yang menghadap selatan yakni hadap lahan komersial. Tipe ruko sendiri ada sembilan tipe dengan cara bayar seperti biasa menyesuaikan dengan kebutuhan calon pembelinya, yakni cash, inhouse dan KPR Regular maupun KPR Express yang hanya berupa tanda jadi kemudian langsung Akad.

“Dalam jangka waktu 16 bulan dari akad kredit, ruko tersebut sudah bisa diserahterimakan. Kami didukung 11 bank yang sudah bekerjasama dengan CitraLand The GreenLake. Bila tidak bersedia KPR maka cara bayar in-house (cicilan ke developer) dan cash bisa sebagai alternatifnya. Kami menyediakan promo yang sangat menarik berupa  PPNDTP 50%, modal usaha atau garansi sewa senilai 100 juta, free 1x pengalihan hak,” pungkasnya. (*)

Peringati HPN 2025, PWI Sidoarjo Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Bagikan Sembako Gratis

SIDOARJO-KEMPALAN : Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sidoarjo menggelar bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan dan pembagian sembako, di Kantor Kelurahan Wonocolo Kecamatan Taman, Kamis (20/2/2025).

Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2025 dan HUT ke-79 PWI ini berkolaborasi dengan Rumah Sehat Baznas (RSB) Sidoarjo dan Baznas Kabupaten Sidoarjo.

Baksos tersebut menjadi bukti nyata bahwa PWI Sidoarjo konsisten peduli dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. 

Baksos ini dibuka resmi oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sidoarjo Sulistianto dan dihadiri Camat Taman Arie Prabowo, staf Baznas Sidoarjo, perwakilan Polsek Taman, perwakilan Koramil Taman dan Lurah Wonocolo Muftichatul Jannah.

Dalam kegiatan tersebut, PWI Sidoarjo menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 100 warga Kelurahan Wonocolo Taman, diantaranya

pemeriksaan tekanan darah.

Selain itu, PWI Sidoarjo juga membagikan paket sembako bantuan dari Baznas Sidoarjo 

kepada warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. 

Paket sembako ini terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula 1 kilogram dan mie instan 4 bungkus.

Menurut Ketua PWI Sidoarjo, Mustain, baksos tersebut merupakan bentuk kontribusi PWI Sidoarjo kepada masyarakat, yang rutin digelar setiap tahun saat peringatan HPN dan HUT PWI. 

Kata Mustain, baksos pemeriksaan kesehatan ini bentuk kepedulian insan pers terhadap kesehatan masyarakat. 

Di tengah tantangan kesehatan yang masih dihadapi Bangsa Indonesia, kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan namun terkendala akses.

“Kami ingin berkontribusi kepada masyarakat dengan cara memberikan pemeriksaan kesehatan gratis dan membagikan sembako kepada mereka yang membutuhkan,” kata Mustain.

Dalam kesempatan ini, Mustain juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap RSB Sidoarjo dan Baznas Sidoarjo yang mendukung terlaksananya baksos dalam rangka HPN Tahun 2025 dan HUT ke-79 PWI. 

Mustain juga mengapresiasi sejumlah pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam baksos tersebut. Diantaranya Bank Jatim Cabang Sidoarjo, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Gudang Garam Tbk, Polresta Sidoarjo, Bank Delta Artha, PT Ecco Indonesia, BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo dan Ahmad Riyadh UB, Ph.d and partners.

Camat Taman Arie Prabowo mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap baksos yang digelar PWI Sidoarjo di wilayah Kecamatan Taman. 

“Kami ucapkan terima kasih untuk teman-teman wartawan anggota PWI Sidoarjo yang telah peduli kepada warga tidak mampu di wilayah kecamatan Taman,” tandas Arie Prabowo.

Sekretaris Dinas Kominfo Sidoarjo Sulistianto menyampaikan apresiasi kepada PWI Sidoarjo atas kegiatan tersebut. 

Dia menambahkan, di tengah perkembangan zaman dan era Artificial Intelligence (AI), PWI Sidoarjo tetap konsisten menyampaikan dan mewartakan informasi kepada publik.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh PWI Sidoarjo. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi teman-teman PWI ini tengah menghadapi kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi publik, mereka tetap konsisten mewartakan dibarengi dengan kegiatan sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, Siti Romlah, 60, warga Kelurahan Wonocolo RT 015 RW 005 mengucapkan terima kasih karena bisa mengikuti baksos yang digelar PWI Sidoarjo tersebut.

Ia juga mengaku senang bisa mengikuti baksos tersebut.

Selain bisa mengetahui kondisi kesehatannya, dia juga mendapatkan paket sembako. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.