Senin, 18 Mei 2026, pukul : 20:20 WIB
Surabaya
--°C

Kalau Takut Pada Gibran, Ya Sikat Saja

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Berkembang opini atau pandangan seolah tak peduli bahwa Prabowo menyanjung dan membela Jokowi. Tidak perlu dikritisi karena jika nanti Prabowo goyah dan tumbang maka Gibran akan ambil alih. Relakah kita dipimpin oleh Presiden Gibran ? Opini atau pandangan seperti ini seperti benar tetapi sesungguhnya kabur. Prabowo beruntung menjalankan pola “playing victim” agar semua kebijakan menjadi dimaklumi, bahkan, didukung.

Gibran adalah Wapres “jadi-jadian” dalam arti jadinya dimasalahkan. Dimulai dari Putusan MK yang memperluas persyaratan, KPU yang menerima pendaftaran sebelum mengubah PKPU, skandal Fufufafa yang berkonten ujaran kebencian, pencemaran, penistaan agama, dan pornografi. Karakter kanak-kanak dan cuma kerja bagi-bagi buku atau susu. Kualitas Gibran dinilai payah.

Dalam kompetisi wibawa atau kompetensi antara Prabowo dengan Gibran tentu sangat jauh. Tingkat keamanan jabatan Prabowo lebih terjaga, sebaliknya Gibran rawan. Ia hanya berlindung pada cawe-cawe ayahnya Jokowi. Rakyat tentu akan memihak Prabowo dalam hal singkir menyingkirkan ketimbang kepada Gibran yang dijuluki “bocil”, “samsul” atau  “fufufafa”.

Prabowo meminta agar Gibran menjadi pasangan Wapresnya dengan harapan Jokowi akan “all out” membantu memenangkan kompetisi. Nyatanya Jokowi melakukan apa saja untuk menyukseskan anaknya. Curang pun dianggap lumrah. Kini setelah sukses, Prabowo terkesan memomong dan memberi mainan pada Wapresnya. Rambut gondrong juga ikut diurusnya.

Ternyata isu berkembang atau mungkin dikembangkan bahwa Prabowo akan “ditelikung” di tengah jalan, dibuat berhalangan tetap dan digantikan Gibran. Ada juga isu berbasis perjanjian. Lalu publikpun dipaksa selalu curiga dan menduga-duga. Prabowo terancam, muncul manuver yang seperti membenarkan pola. Prabowo dideklarasikan sebagai Capres 2029. Dagelan politik mulai dimainkan.

Rakyat “dipaksa” mendukung Prabowo dengan asumsi-asumsi. Daripada Gibran, katanya. Padahal Prabowo dan Gibran, bahkan Jokowi, adalah satu kesatuan. Satu kesatuan dari kecurangan dan penghalalan segala cara dalam politik. Ketika Gibran diserang dengan tudingan akun fufufafa, maka semua memproteksi. Prabowo diam saja atau berjoget hati ?

Penciptaan hantu ketakutan pada Gibran dan Jokowi menjadi pembenar untuk segala hal. Jika benar Gibran menakutkan sesungguhnya mudah saja untuk mengatasinya. Sikat dan ikuti ritme aspirasi rakyat yakni adili Jokowi dan makzulkan Gibran. Selesai. Tapi aneh Prabowo di samping bersukacita membiarkan Gibran, juga teriak hidup jokowi. Dipuja pujinya perusak negeri itu.

Akal sehat politik harus melawan paradigma sesat tersebut. Kembalikan kedaulatan pada rakyat, rakyat yang jadi penentu bukan Presiden atau Wakil Presiden atau pula Presiden bekas. Bukan permainan Istana yang diikuti, tapi genderang perang rakyat. Istana harus tunduk kepada kemauan rakyat. Bila seenaknya berbuat, maka rakyat harus lebih keras berbuat.

Dalam prrspektif pendek, jika benar Prabowo takut pada Gibran, ya sikat saja. Bukankah dalam tentara berlaku asas “kill or to be killed” sebagai kredo dalam pertempuran ?
Rakyat muak disuguhi tontonan drama politik murahan.
Pelecehan kedaulatan rakyat dari rezim Jokowi yang dilanjutkan Prabowo.
Indonesia memang gelap. Mahasiswa benar.(MRF)

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 20 Februari 2025

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

Kompetisi Inovasi Generasi Muda Proyek Sosial PFmuda Dilaunching, Diikuti 2.000 Peserta

Corporate Secretary PT. Pertamina (Persero) Brahmantya Satyamurti Poerwadi.(tiga dari kiri) saat launching Kompetisi Inovasi Generasi Muda Proyek Sosial PFmuda 2025 di Gedung Robotika ITS Surabaya, Rabu (29/2). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: PT. Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation menggelar Kompetisi Inovasi Generasi Muda Proyek Sosial PFmuda 2025.

Kompetisi ini dilaunching di Gedung Robotika ITS, Sukolilo, Surabaya, Rabu (19/2). Tema yang diambil adalah “Inovasi Generasi Muda untuk Ketahanan Energi dan Pangan”.

Hal ini sebagai upaya mewujudkan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang meliputi swasembada pangan, energi, ekonomi hijau, kewirausahaan, dan pemerataan ekonomi.

Acara launching dihadiri Corporate Secretary PT. Pertamina Brahmantya Satyamurti Poerwadi, Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof. Widiastuti, S,Si,M.Si, Ph.D, mahasiswa dan sejumlah peserta dari berbagai daerah.

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashudi Asngari dalam sambutannya mengaku sangat senang. Pasalnya, hari ini bisa menghadirkan priyayi priyayi (leader) yang hebat dari Surabaya dan seluruh Indonesia, di mana ke depan akan memegang pucuk karier yang hebat.

Pertamina Foundation  berharap bahwa kompetisi PFmuda ini dapat menjadi sarana untuk mengembangkan potensi anak muda Indonesia dan membuat perubahan positif di masyarakat

Pada kesempatan tersebut Agus Mashudi juga mengenalkan sejumlah pejabat di lingkungan PT. Pertamina (Persero) dan Pertamina Foundation.

“Semua yang hadir di sini adalah orang-orang hebat termasuk yang duduk di depan ini. Beliau-beliau yang ada didepan ini memiliki karier yang hebat pula serta kepedulian kepada anak anak muda. Bahkan beliau selalu memiliki jiwa untuk melakukan perubahan,” kata Agus Mashudi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu Wakil Rektor bidang Akademikan dan Kemahasiswaan Prof. Nurul Widiastuti, kemudian pemilik kebun durian Komisaris PT. Pertamina (Persero) Komjen Pol (Purn) Drs. Condro Kirono (hadir melalui zoom), Secretary Corporate Secretary PT Pertamina Bramantya Satyamurti Poerwadi,  mantan Rektor ITS Prof. Ashari, dan beberapa narasumber.

Dalam penjelasannya, Brahmantya Satyamurti Poerwadi menyebut  bahwa kompetisi tahun ini merupakan keenam kalinya digelar Pertamina. Tiap tahun pesertanya berkisar 2.000 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka tidak hanya dari kalangan mahasiswa, karena kompetisi ini terbuka untuk umum.

“Karang taruna juga bisa ikut. Target kita bisa mengumpulkan semangat masyarakat di desa untuk bersama-sama mengembangkan potensi daerah melalui usaha-usaha yang dikembangkan oleh sosio enterprenuer yang disupport oleh Pertamina Foundation,” ujarnya usai launching.

Dia menjelaskan, PFmuda ini merupakan  ajang untuk sosio enterprenuer dengan batasan usia 18-35 tahun. Namun yang diprioritaskan adalah para leader muda di daerah untuk membangun potensi yang ada di daerah masing-masing. Untuk itu, pihaknya menyediakan total hadiah Rp 3 miliar bagi para juara.

“Sasaran kita adalah para enterprenuer ini bisa mengembangkan masyarakat muda yang ada di daerahnya masing-masing. Harus bisa membesarkan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerahnya,” harapnya.

Tahun ini, lanjut dia, sesuai arah kebijakan pemerintah, pihaknya akan mengedepankan target sosio enterprenuer di bidang pangan dan energi. Rencana kami,  sosio-sosio enterprenuer juga bisa menjadi titik suplai untuk pengembangan dari unit pelayanan pakan bergizi, misalnya di masing-masing desa.

“Kita lihat tadi para juara enterprenuer tahun lalu bisa mengembangkan produk sayuran, buah-buahan yang memang bisa sangat membantu untuk ketahanan pangan di masing-masing daerahnya,” ungkapnya.

Demikian pula untuk ketahanan energi, Brahmantya melihat beberapa calon yang mengikuti PFmuda punya ide menarik terkait pengembangan energi, baik energi untuk transformasi energi yang ada di lokal.

“Misalnya mikrohidro, lampu untuk nelayan, dan lainnya, sehingga bisa lebih ramah lingkungan, serta bisa memanfaatkan potensi daerahnya masing-masing,” pungkas Brahmantya.

Sementara Nurul Widiastuti, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada semua tamu undangan dan para peserta.

Nurul percaya apa yang dihasilkan melalui kompetisi ini akan bermanfaat untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah mensupport kegiatan ini. (Dwi Arifin)

Sehari Jelang Dilantik, Khofifah Kunjungi Kraton Majapahit Jakarta

JAKARTA-KEMPALAN: Jelang pelantikan kepala daerah, Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Kraton Majapahit Jakarta yang terletak di Jalan Raya Mabes Hankam Nomor 45, RT. 07/RW. 02, Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (19/2).

Setibanya di Kraton Majapahit Jakarta, Khofifah dipakaikan tanda kehormatan berupa udeng oleh AM. Hendropriyono.. Setelah itu ia diajak berkeliling melihat replika dari sebagian Istana Kerajaan Majapahit.

Mulai dari replika kereta kencana, seperangkat gamelan, patung Ratu Tribhwuana Tunggadewi, patung Raja Hayam Wuruk, patung Mahapatih Gajah Mada, replika mahkota Ratu Tribhwuana Tunggadewi, mahkota Raja Hayam Wuruk, dan keris Majapahit.

Kraton Majapahit Jakarta sendiri dibangun di atas lahan seluas 5.500 meter persegi, dimana pada masa silam istana asli dari Kraton Majapahit ini luasnya mencapai 6 hektare dan berada di wilayah Jawa Timur. Tepatnya di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Khofifah tampak terkesan dan kagum atas replika dari sebagian Istana Kerajaan Majapahit yang digagas oleh Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pertama di Indonesia ini. Ia pun menyebut Kraton Majapahit Jakarta mampu membangkitkan semangat kebesaran Kerajaan Majapahit untuk mewujudkan Jawa Timur Sebagai Gerbang Baru Nusantara.

“Kraton Majapahit Jakarta yang digagas Bapak Hendropriyono ini mampu merekonstruksi kebesaran kerajaan Majapahit, sehingga mampu memantik semangat dan merefleksikan bagaimana kebesaran Majapahit di masa kejayaannya dulu,” kata Khofifah.

Kerajaan Majapahit dulu pernah menjadi imperium terbesar dan terkuat di Asia Tenggara pada 1293-1527 Masehi. Menurutnya hal ini harus menjadi semangat tersendiri untuk membangun Indonesia.

“Majapahit ini ada di Jawa Timur, harapan saya kebesaran Majapahit dapat perlahan direfleksikan dan itu dimulai dari Jawa Timur,” terangnya.

Bagi Khofifah, kunjungan ke Kraton Majapahit Jakarta sehari jelang pelantikannya adalah hal yang bukan kebetulan. Karena nuansanya yang mampu mengajak semua kembali ke masa kejayaan Majapahit, maka harus ada nilai yang diambil dari besarnya Majapahit.

“Saya bersyukur mendapatkan kesempatan luar biasa mengunjungi Kraton Majapahit Jakarta sehari sebelum dilantik,” ucapnya.

Tak berhenti di situ, pada sisi kanan pintu Balairung Gajah Mada terdapat kutipan dari Sumpah Amukti Palapa Mahapatih Gajah Mada yang mengingatkan tentang kegigihan seorang maha patih Gajah Mada untuk dapat menyatukan Nusantara.

Menurutnya hal ini juga harus menjadi pengingat bagi semua agar selalu memiliki semangat menjaga  Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini harus kita jadikan pengingat untuk selalu punya semangat menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” tegasnya.

Selain replika-replika yang berkaitan dengan Majapahit, di tempat ini juga ada Pohon Maja Pahit hingga Patung Pangeran Jaya Samudera, cucu kelima Raja Brawijaya yang kemudian beragama Islam dan bergelar Sultan Suriansyah.

Tidak hanya itu, Kraton Majapahit Jakarta dilengkapi dengan Pendopo Hayam Wuruk, Balairung Gajah Mada yang dapat disewakan untuk berbagai acara istimewa.

Di Kraton Majapahit Jakarta juga terdapat taman Madakaripura yang merupakan replika air terjun Madakaripura yang ada di Probolinggo.  Air terjun ini pun tidak lepas dari kaitan Majapahit dimana air terjun Madakaripura adalah tempat pertapaan terakhir dari Maha Patih Gajah Mada. (Dwi Arifin)

Jatim Juara Umum Kejurnas Ju-Jitsu Piala Kajati Jatim Cup 2025

PACITAN -KEMPALAN : Pacitan ternyata tidak hanya terkenal dengan julukan wisata seribu gua, tapi juga mampu dan sukses menyelenggarakan event kelas nasional Kejurnas Ju-Jitsu Piala Kajati Jatim Cup selama dua hari 14-15 Februari 2025 di GOR Pacitan. 

Pacitan tidak hanya sukses menjadi tuan rumah, tapi Pacitan juga mampu membantu kontingen PBJI Jatim menjadi juara umum Kejurnas Ju-Jitsu Piala Kajati Jatim Cup 2025.

Kontingen Jawa Timur dari 17 nomor atau kelas yang di pertandingkan menyabet 10 medali emas, 7 medali perak dan 21 medali perunggu. Torehan prestasi Jawa Timur ini mengungguli Jawa Barat yang hanya mampu membawa pulang 6 keping medali emas, 2 medali perak dan 2 medali perunggu.

Ketua PBJI Jatim Eko Surcahyo mengatakan, hasil ini sudah sesuai prediksi awal.

” Ya ini merupakan hasil dari pembinaan PBJI Jatim yang konsisten dan berkesinambungan,” Ujar Eko. 

Lebih lanjut Ketua Ju-Jitsu Jatim ini mengaku bangga dengan prestasi yang di capai para atlet yang turun di Kejurnas kali ini. Dan yang lebih membanggakan adalah event nasional ini di manfaatkan oleh Pengkab/Pengkot PBJI test event sebelum Porprov IX Jatim 2025.

Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan Eri Yudianto yang mewakili Kajati Jatim saat menutup Kejurnas Ju-Jitsu Piala Kajati Jatim Cup 2025 memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Pacitan, OPD, TNI, Polri dan seluruh cabor yang ikut mensukseskan pelaksanaan Kejurnas Ju-Jitsu Piala Kajati Jatim Cup 2025.

Eri juga berharap para atlet yang datang ke Pacitan tidak hanya sekedar berkompetisi tapi juga bisa menikmati destinasi wisata yang ada di Pacitan.

” Insyaallah pak Kadis Pariwisata dan Olahraga sekaligus ketua panitia mengajak para atlet untuk city tour menikmati destinasi wisata di kota “seribu gua” Pacitan,” harap Kajari.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Kunjungi Kraton Majapahit Jakarta, Khofifah Sebut Gagasan Luar Biasa Bangkitkan Semangat Wujudkan Gerbang Baru Nusantara

JAKARTA– Jelang pelantikan kepala daerah, Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Kraton Majapahit Jakarta yang terletak di Jalan Raya Mabes Hankam Nomor 45, RT. 07/RW. 02, Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (19/2).

Setibanya di Kraton Majapahit Jakarta, Khofifah dipakaikan tanda kehormatan berupa udeng oleh AM. Hendropriyono.. Setelahnya, ia diajak berkeliling melihat replika dari sebagian Istana Kerajaan Majapahit.

Mulai dari replika kereta kencana, seperangkat gamelan, patung Ratu Tribhwuana Tunggadewi, patung Raja Hayam Wuruk, patung Mahapatih Gajah Mada, replika mahkota Ratu Tribhwuana Tunggadewi, mahkota Raja Hayam Wuruk dan keris Majapahit.

Kraton Majapahit Jakarta sendiri dibangun di atas lahan seluas 5.500 meter persegi, dimana pada masa silam istana asli dari Kraton Majapahit ini luasnya mencapai 6 hektare dan berada di wilayah Jawa Timur tepatnya di Dusun Bendo Desa Kumitir Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto.

Khofifah tampak terkesan dan kagum atas replika dari sebagian Istana Kerajaan Majapahit yang digagas oleh Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pertama di Indonesia ini. Ia pun menyebut Kraton Majapahit Jakarta mampu membangkitkan semangat kebesaran Kerajaan Majapahit untuk mewujudkan Jawa Timur Sebagai Gerbang Baru Nusantara.

“Kraton Majapahit Jakarta yang digagas Bapak Hendropriyono ini mampu merekonstruksi kebesaran kerajaan Majapahit, sehingga mampu memantik semangat dan merefleksikan bagaimana kebesaran Majapahit di masa kejayaannya dulu,” kata Khofifah.

Kerajaan Majapahit dulu pernah menjadi imperium terbesar dan terkuat di Asia Tenggara pada 1293-1527 Masehi. Menurutnya hal ini harus menjadi semangat tersendiri untuk membangun Indonesia.

“Majapahit ini ada di Jawa Timur, harapan saya kebesaran Majapahit dapat perlahan direfleksikan dan itu dimulai dari Jawa Timur,” terangnya.

Bagi Khofifah, kunjungan ke Kraton Majapahit Jakarta sehari jelang pelantikannya adalah hal yang bukan kebetulan. Karena nuansanya yang mampu mengajak semua kembali ke masa kejayaan Majapahit, maka harus ada nilai yang diambil dari besarnya Majapahit.

“Saya bersyukur mendapatkan kesempatan luar biasa mengunjungi Kraton Majapahit Jakarta sehari sebelum dilantik,” ucapnya.

Tak berhenti di situ, pada sisi kanan pintu Balairung Gajah Mada terdapat kutipan dari Sumpah Amukti Palapa Mahapatih Gajah Mada yang mengingatkan tentang kegigihan seorang maha patih Gajah Mada untuk dapat menyatukan Nusantara.

Menurutnya hal ini juga harus menjadi pengingat bagi semua agar selalu memiliki semangat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini harus kita jadikan pengingat untuk selalu punya semangat menjaga persatuan dan kesatuan NKRI” tegasnya.

Selain replika-replika yang berkaitan dengan Majapahit, di tempat ini juga ada Pohon Maja Pahit hingga Patung Pangeran Jaya Samudera, cucu kelima Raja Brawijaya yang kemudian beragama Islam dan bergelar Sultan Suriansyah.

Tidak hanya itu, Kraton Majapahit Jakarta dilengkapi dengan Pendopo Hayam Wuruk, Balairung Gajah Mada yang dapat disewakan untuk berbagai acara istimewa.

Di Kraton Majapahit Jakarta juga terdapat taman Madakaripura yang merupakan replika air terjun Madakaripura yang ada di Probolinggo. Air terjun ini pun tidak lepas dari kaitan Majapahit dimana air terjun Madakaripura adalah tempat pertapaan terakhir dari Maha Patih Gajah Mada.

Eri Cahyadi Dilantik, Harapkan Karangan Bunga Diganti Santunan Yatim atau Aksi Penghijauan

Eri Cahyadi bersama Armuji mengikuti latihan untuk persiapan pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

SURABAYA-KEMPALAN: Eri Cahyadi segera dilantik menjadi Wali Kota Surabaya di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta pada 20 Februari 2025.

Setelah dilantik nanti, Eri Cahyadi berharap kepada seluruh pihak agar tak perlu repot-repot mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk ucapan selamat ke kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Eri Cahyadi ingin di momen pelantikannya nanti seluruh masyarakat Surabaya bisa merasakan manfaatnya.

“Tak perlu mengirim karangan bunga. Semua masyarakat yang ingin mengucapkan selamat bisa membagikan bantuan sembako bagi yang membutuhkan atau menyantuni anak-anak yatim piatu. Misalnya mau ada organisasi mengirim karangan bunga, diganti dengan santunan yatim di wilayah sekitar kantor organisasi tersebut. Itu jauh lebih bermanfaat,” kata Eri Cahyadi, Rabu (19/2).

Selain santunan anak yatim maupun membagikan sembako ke warga yang membutuhkan, aksi nyata lainnya adalah dengan menanam satu tanaman di lingkungan sekitar atau tempat yang memungkinkan.

”Baik itu santunan anak yatim, sembako, maupun tanaman juga tidak perlu dikumpulkan di kantor Pemkot Surabaya. Langsung disalurkan atau ditanam di lingkungan sekitar pihak yang semula ingin mengirim karangan bunga,” jelas Eri yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

Menurut Eri Cahyadi, hal tersebut lebih bernilai dan bisa dirasakan oleh orang banyak. Baginya, menjadi Wali Kota Surabaya adalah amanah dari masyarakat. Oleh sebab itu, Eri Cahyadi berharap ketika Presiden Prabowo melantiknya, seluruh warga Kota Pahlawan bisa merasakan kebahagiaan yang sama.

“Ingat saudara-saudara kita, tetangga-tetangga kita, yang mungkin lebih membutuhkan. Dan yang tidak kalah penting, saya mohon doanya untuk Surabaya agar semakin maju, warganya guyub rukun, dijauhkan dari segala marabahaya dan perpecahan,” tambahnya.

Sebagai bentuk suka cita, masyarakat bisa berswafoto dan membagikan momen berbagi santunan anak yatim, berbagi sembako, maupun menanam pohon di media sosial. Warga bisa menautkan di akun Instagram @ericahyadi_.

“InsyaAllah nanti saya re-post, mungkin tidak bisa semuanya, yang penting saya ingin 20 Februari besok menjadi perayaan bagi seluruh warga Surabaya sekaligus membuktikan bahwa kita semua bisa bergandengan untuk saling menguatkan menghadapi tantangan ke depan,” ucap Eri Cahyadi.

Eri Cahyadi berterima kasih kepada masyarakat Surabaya yang telah memberikan kepercayaan. Dia optimistis, Surabaya akan semakin hebat.

“InsyaAllah semua program-program yang telah dicanangkan akan berjalan baik dan membawa Surabaya terus maju berkelanjutan, amin,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Pengobatan HIV Warga Surabaya Dipastikan Tak Kena Efisiensi Anggaran

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya menegaskan pengobatan HIV (Human Immunodeficiency Virus)/AIDS (ODHA) bagi warga Kota Pahlawan akan tetap berjalan dan tidak terkena efisiensi anggaran. Karenanya, pengobatan HIV/AIDS di Surabaya dipastikan tetap berjalan dan tidak berkurang anggarannya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa Pemkot Surabaya memberikan pengobatan HIV/AIDS gratis, khusus bagi warga Kota Pahlawan dan bukan pendatang yang berdomisili di Kota Surabaya.

“Khusus untuk warga Surabaya kita obati, tapi kalau non Surabaya yang dulu saya obati ikut pusat. Uang pusat juga di ini (efesiensi), nanti kita koordinasikan. Tapi kalau untuk orang Surabaya terus berjalan,” kata Wali Kota Eri, Rabu (19/2).

Ia menegaskan, pengobatan yang terus berjalan tidak hanya untuk HIV/AIDS saja, tetapi juga untuk pengobatan lain seperti TBC. Khusus bagi warga Surabaya tetap mendapat fasilitas pelayanan dan
pengobatan. “Akan terus berjalan untuk TBC dan HIV, khusus untuk mengobati warga Surabaya,” tegasnya.

Sebab, saat ini, Pemkot Surabaya fokus memprioritaskan warga yang ber-KTP Surabaya. Dimana semua layanan dan program kesehatan telah dirancang untuk memudahkan warga Kota Pahlawan mendapatkan akses kesehatan.

“Kewajiban saya adalah warga Surabaya, yang non Surabaya tidak anggarannya, tetapi harus diobati. Sekarang ketika di efisiensi maka semuanya baru terasa, berarti daerahnya masing-masing harus bergerak menyejahterakan warganya,” jelasnya.

Meski begitu, Wali Kota Eri memastikan bahwa tidak ada efisiensi anggaran untuk layanan dan program kesehatan di Kota Pahlawan. Salah satunya, Pemkot Surabaya pun tetap menyediakan pengobatan HIV/AIDS gratis di fasilitas kesehatan miliknya.

“Tidak ada (efesiensi), layanan tetap berjalan. Dan dipastikan pengobatan HIV/AIDS bagi warga Surabaya terus berjalan,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Kembali Pimpin Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi dan Wawali Armuji Terima Dukungan dari Berbagai Elemen

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji dijadwalkan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025). Momen bersejarah ini merupakan bagian dari rangkaian prosesi pelantikan kepala daerah terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Beragam harapan dan dukungan pun mengalir dari berbagai elemen masyarakat terhadap kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji. Bahkan, mereka siap mendukung penuh kepemimpinan periode 2025-2030 untuk melanjutkan pembangunan di Kota Pahlawan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya H. M. Ali Affandi LNM, mengucapkan selamat atas pelantikan tersebut. Ia optimistis di bawah kepemimpinan yang berkelanjutan, Surabaya akan semakin maju sebagai kota yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

“Sebagai mitra strategis pemerintah kota, Kadin Surabaya berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta memberdayakan pelaku usaha lokal agar dapat berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Ali Affandi, Kamis (20/2/2025).

Pria yang lekat disapa Mas Andi itu berharap, sinergi antara dunia usaha dan pemerintah semakin diperkuat demi mewujudkan Surabaya sebagai kota yang humanis, inklusif, dan ramah investasi. Kadin Surabaya memastikan siap mendukung kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM, ekonomi kreatif, serta industri berbasis teknologi dan keberlanjutan.

“Dengan semangat gotong royong, mari bersama-sama membangun ekosistem bisnis yang sehat, mempercepat digitalisasi ekonomi, serta menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga Surabaya,” ujar Mas Andi.

Wali Kota Surabaya Dr.Eri Cahyadi S.T, M.T dan Wakil Wali Kota Surabaya Ir.H.Armuji, M.H.periode 2025-2030.

Pihaknya juga optimistis dengan kepemimpinan yang visioner dan sinergi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Surabaya akan semakin menjadi kota metropolitan yang maju, hijau, berdaya saing, serta tetap menjaga nilai-nilai sosial dan kebudayaan yang kuat.

“Kadin Surabaya siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi ini, demi masa depan yang lebih baik bagi Surabaya dan seluruh warganya,” imbuhnya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Surabaya Denny Yan Rustanto. Ia berharap sinergi antara Pemkot Surabaya dan HIPMI semakin erat, khususnya dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan yang melibatkan pemuda Surabaya.

“Harapannya ke depan sinergi antara Pemkot Surabaya dan HIPMI Kota Surabaya bisa terjaga dan terus meningkat, khususnya di bidang ekonomi serta kewirausahaan yang melibatkan seluruh pemuda di Kota Surabaya,” ungkap Denny Yan.

Selain itu, HIPMI berharap usaha milik anak muda Surabaya, baik yang berskala UMKM maupun menengah, mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota agar bisa berkembang menjadi perusahaan besar yang mampu membuka lebih banyak lapangan kerja.

“Dengan sinergitas antara Pemkot Surabaya dan HIPMI, kita buktikan bahwa anak muda Surabaya tidak hanya diam sebagai penonton, tetapi juga bisa bergerak sebagai pelaku utama dalam perputaran ekonomi kota,” imbuhnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya H. Muhammad Yazid, juga menyampaikan dukungan dan apresiasinya atas kembali dilantiknya Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji sebagai pemimpin Kota Pahlawan.

“Saya sangat senang beliau mengemban amanah ini kembali, karena beliau sangat baik dalam memimpin serta memberikan kenyamanan kepada warga Surabaya, baik itu dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan,” katanya.

Yazid menilai bahwa kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji selama ini telah berkontribusi besar dalam pemberdayaan ekonomi warga melalui program padat karya serta bantuan bagi UMKM. Ia optimistis, jika kepemimpinan ini terus berlanjut dengan integritas yang tinggi, Surabaya akan semakin maju.

“Saya rasa jika ini terus dilanjutkan dengan baik, penuh tanggung jawab dan integritas, Surabaya akan semakin baik di tangan beliau berdua. Mereka sangat konsisten dalam meningkatkan kesejahteraan warga melalui pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” tuturnya.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya Hoslih Abdullah, berharap kepemimpinan periode kedua Eri Cahyadi dan Armuji semakin memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di Kota Pahlawan. Ia menekankan pentingnya kesinambungan program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kepemimpinannya sudah baik, tinggal diperkuat lagi untuk meningkatkan semangat gotong royong di antara warga masyarakat Kota Surabaya,” ujar Hoslih, yang akrab disapa Cak Dul.

Menurutnya, selama kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji, semangat gotong royong yang mereka tanamkan telah meresap ke seluruh elemen masyarakat, termasuk dalam Forum Pembauran yang terdiri dari berbagai suku bangsa.

“Semangat kebersamaannya sangat kuat dan harus terus ditingkatkan serta dipertahankan. Jangan sampai tergeser oleh perubahan budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kebersamaan Surabaya,” harapnya.

Ketua Karang Taruna Kota Surabaya Febryan Kiswanto, turut menyampaikan harapannya untuk kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji di periode kedua. Menurutnya, inovasi dan kolaborasi lintas generasi menjadi kunci dalam pembangunan kota ke depan.

“Tidak masuk akal, adalah kalimat yang menjadi darah anak muda Surabaya. Maka yang akan menjadi fokus saya dalam harapan untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota di masa kepemimpinan mereka yang kedua ini adalah hal-hal tidak masuk akal yang berarti inovasi-inovasi besar dalam pembangunan kota, terutama program yang menjadi wadah aksi kreasi anak muda,” ungkap Febry.

Ia menilai kombinasi antara birokrat dan teknokrat dalam kepemimpinan saat ini merupakan modal yang baik untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota global. Oleh karena itu, pelibatan anak muda dalam pembangunan menjadi aspek penting agar kota ini semakin dicintai oleh generasi penerusnya.

“Sebagai generasi milenial, saya berharap Mas Wali dan Cak Wawali bisa segera tancap gas untuk menyempurnakan Kota Surabaya. Melanjutkan pekerjaan rumah yang belum selesai dan memperkuat kebijakan yang berorientasi pada pemuda, seperti dukungan terhadap lapangan pekerjaan, fasilitasi ruang kreatif, serta penguatan keterampilan pemuda guna mempersiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing,” jelasnya.

Mewakili para pemuda Surabaya, Febry menegaskan komitmen Karang Taruna untuk terus berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dalam membangun kota yang lebih maju. “Selamat bekerja Mas Eri Cahyadi dan Cak Ji. Kami semua anakmu menunggu dan siap membantu, kolaborasi untuk kemajuan kota kita tercinta Surabaya,” pungkasnya. (ADV)

Reshuffle Menteri Jilid I Kabinet Merah Putihnya Prabowo

JAKARTA – KEMPALAN: Sore ini Prabowo melantik beberapa menteri / Pejabat baru di Istana Negara (19/2). Nampak seluruh menteri hadir dan menyaksikan pelantikan tersebut dan memberi ucapan selamat setelah prosesi sumpah dan tanda tangan.

Berikut daftar pejabat yang dilantik:

Menteri pendidikan tinggi sains dan teknologi

Kepala dan wakil kepala badan pengawasan keuangan dan pembangunan

Kepala dan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik

Kepala Badan siber dan Sandi Negara

Yang paling menarik dan menyita perhatian masyarakat adalah digantinya Menteri pendidikan tinggi sains dan teknologi yang sebelumnya dijabat oleh Satryo Soemantri Brodjonegoro yang digantikan oleh Brian Yuliarto.

Berikut profil dari Brian Yuliarto:

Pendidikan
S1: ITB Bandung
1999
S2: University of
Tokyo, Jepang
2002
S3: University of Tokyo, Jepang 2005

Karier
Guru Besar Fakultas Teknologi Industri ITB
Dekan Fakultas Teknologi Industri ITB 2020-2024
Visiting Professor Tsukuba University 2021-sekarang
Kepala Research Center on Nanoscience and Nanotechnology ITB 2019-2020

Prestasi
Penerima Habibie Prize 2024
Top 1 Indonesia Researcher Nanoscience & Nanotechnology 2023
Peneliti Terbaik ITB 2021
Dosen Berprestasi Bidang Saintek ITB 2017

Organisasi Kemasyarakatan

PW Muhammadiyah Jawa Barat
(Ketua kerjasama lembaga kajian strategis 2023-2027)

PC Muhammadiyah Cibeunying Kaler, Kota Bandung (2023-2027)

Ketika Satryo Brodjonegoro diwawancarai oleh awak media kenapa dia mengundurkan diri, dia menyatakan “Utamanya karena saya sudah bekerja keras selama 4 bulan. Namun karena mungkin tidak sesuai dengan harapan dari pemerintah, ya saya lebih baik mundur dari pada diberhentikan”. Masih menurut Satryo, surat pengunduran dirinya dibuat jam 24.00 (tadi malam) dan diserahkan ke Setneg serta sudah diterima oleh presiden.

Pergantian ini terhitung sangat cepat, termasuk pemilihan menteri pengganti yang mana baru sorenya Brian dihubungi untuk menggantinya. (Izzat)

Editor: Nur Izzati Anwar

Sumber: Dari berbagai sumber

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.