Senin, 18 Mei 2026, pukul : 23:52 WIB
Surabaya
--°C

Hadiri Sertijab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Ini Pesan Khofifah

KOTA BATU-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu periode 2025–2030 di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Minggu (2/3).

Sertijab yang dilakukan dari Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai kepada Wali Kota Batu terpilih Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Gubernur Jawa Timur dan Purna Pj. Wali Kota Batu.

Dalam sambutannya,9 Khofifah berpesan agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu menyelaraskan misi yang diusung dengan program kerja provinsi maupun pusat. Diketahui, Khofifah punya program kerja Nawa Bhakti Satya dan Kota Batu dengan Nawa Bhakti. Sementara Presiden Prabowo Subianto mempunyai Asta Cita.

“Yang ingin saya sampaikan adalah keberseiringan Nawa Bhakti dengan Asta Cita, sehingga in line pusat, regional, dan lokal,” kata Khofifah.

>>>>Khofifah juga menyampaikan beberapa hal yang harus segera dilakukan dalam waktu dekat. Yaitu, menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu, menciptakan suasana kondusif di Kota Batu melalui harmonisasi usai Pilkada.

“Menyusun dan menetapkan Perda tentang RPJMD paling lambat terhitung 6 (enam) bulan sejak kepala daerah terpilih dilantik,” katanya.

RPJMD Kota Batu Tahun 2025-2030, lanjut Khofifah, merupakan bagian yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan nasional dan perencanaan pembangunan daerah Provinsi Jawa Timur. Oleh sebab itu ia mengajak seluruh pihak terkait untuk bekerja sama dalam menyusun RPJMD Kota Batu.

“Saya mengajak DPRD, semua kepala perangkat daerah, semua pihak untuk bekerja sama dan berkomitmen dalam kelancaran dan kesuksesan penyusunan RPJMD Kota Batu Tahun 2025-2030,” ajaknya.

Dalam rangka membangun daerah menjadi lebih baik di tengah situasi tidak menentu, Khofifah meminta agar wali kota dan wakil wali kota Batu memperhatikan beberapa hal dalam pelaksanaan tugas. Antara lain mengedepankan transparansi dan akuntabilitas, memprioritaskan penanggulangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, meningkatkan kesempatan kerja, investasi dan ekspor, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Lalu melakukan hubungan kerja sama  untuk mewujudkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik, mendukung upaya peniadaan korupsi.

“Sektor-sektor pelayanan publik yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan ekonomi, kesejahteraan rakyat perlu mendapat prioritas,”  terangnya.

“Juga langkah-langkah kongkrit dalam mengentaskan kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, dan melakukan berbagai terobosan dalam mengurangi ketimpangan antar wilayah dalam pembangunan,” sambungnya.

Terkait Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), 9pKhofifah menyampaikan bahwa TPT Kota Batu mengalami penurunan sebesar 3,63% poin, dan merupakan penurunan tertinggi se Provinsi Jawa Timur.

Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Batu pada tahun 2024 mengalami kenaikan. Pada tahun 2023 IPM Kota Batu mencapai 79,07 dan selanjutnya pada tahun 2024 meningkat menjadi 79,69 atau tumbuh 0,62 persen.

“Tahun 2024, pembangunan manusia Kota Batu termasuk kategori “tinggi”. Ranking IPM Kota Batu pada 2024 menduduki peringkat ke-8 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,” katanya.

Sedangkan angka kemiskinan di Kota Batu dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Di tahun 2024 Angka kemiskinan di Kota Batu terendah di Jawa Timur yakni sebesar 3,06 persen.

“Ini adalah kekuatan yang luar biasa, ini adalah modal yang luar biasa yang dimiliki oleh Kota Batu dengan orkestrasi Pak Walikota dan Wakil Walikota Batu,” pungkasnya.

Turut hadir Wali Kota Batu beserta istri, Wakil Wali Kota Batu beserta istri, Purna Wali Kota Batu beserta istri, Wali Kota Batu periode 2017-2022, serta jajaran Forkopimda Plus Kota Batu. Juga Sekretaris Daerah Kota Batu, anggota DPRD Kota Baru, Kepala Perangkat Daerah Prov. Jatim, jajaran Kepala SKPD Kota Batu, dan para pimpinan instansi vertikal Kota Batu. (Dwi Arifin)

Hadiri Sertijab Walikota dan Wakil Walikota Batu, Gubernur Khofifah Pesankan Program Nawa Bhakti Kota Batu Inline Dengan Nawa Bhakti Satya dan Asta Cita

KOTA BATU– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Walikota dan Wakil Walikota Batu periode 2025–2030, di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Minggu (2/3).

Sertijab yang dilakukan dari Penjabat (Pj) Walikota Batu Aries Agung Paewai kepada Walikota Batu terpilih, Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Gubernur Jawa Timur dan Purna Pj. Walikota Batu.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah berpesan agar Walikota dan Wakil Walikota Batu menyelaraskan misi yang diusung dengan program kerja provinsi maupun pusat. Diketahui, Gubernur Khofifah punya program kerja Nawa Bhakti Satya dan Kota Batu dengan Nawa Bhakti. Sementara Presiden Prabowo Subianto mempunyai Asta Cita.

“Yang ingin saya sampaikan adalah keberseiringan Nawa Bhakti dengan Asta Cita, sehingga in line pusat, regional, dan lokal,” kata Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah juga menyampaikan beberapa hal yang harus segera dilakukan dalam waktu dekat. Yaitu, menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu, menciptakan suasana kondusif di Kota Batu melalui harmonisasi usai Pilkada.

“Menyusun dan menetapkan Perda tentang RPJMD paling lambat terhitung 6 (enam) bulan sejak kepala daerah terpilih dilantik,” katanya.

RPJMD Kota Batu Tahun 2025-2030, lanjut Khofifah, merupakan bagian yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan nasional dan perencanaan pembangunan daerah Provinsi Jawa Timur. Oleh sebab itu ia mengajak seluruh pihak terkait untuk bekerja sama dalam menyusun RPJMD Kota Batu.

“Saya mengajak DPRD, semua kepala perangkat daerah, semua pihak untuk bekerja sama dan berkomitmen dalam kelancaran dan kesuksesan penyusunan RPJMD Kota Batu Tahun 2025-2030,” ajaknya.

Dalam rangka membangun daerah menjadi lebih baik di tengah situasi tidak menentu, Gubernur Khofifah meminta agar Walikota dan Wakil Walikota Batu memperhatikan beberapa hal dalam pelaksanaan tugas. Antara lain mengedepankan transparansi dan akuntabilitas, memprioritaskan penanggulangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, meningkatkan kesempatan kerja, investasi dan ekspor, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Lalu melakukan hubungan kerja sama untuk mewujudkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik, mendukung upaya peniadaan korupsi.

“Sektor-sektor pelayanan publik yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan ekonomi, kesejahteraan rakyat perlu mendapat prioritas,” terangnya.

“Juga langkah-langkah kongkrit dalam mengentaskan kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, dan melakukan berbagai terobosan dalam mengurangi ketimpangan antar wilayah dalam pembangunan,” imbuhnya.

Terkait Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa TPT Kota Batu mengalami penurunan sebesar 3,63% poin, dan merupakan penurunan tertinggi se Provinsi Jawa Timur.

Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Batu pada tahun 2024 mengalami kenaikan. Pada tahun 2023 IPM Kota Batu mencapai 79,07 dan selanjutnya pada tahun 2024 meningkat menjadi 79,69 atau tumbuh 0,62 persen.

“Tahun 2024, pembangunan manusia Kota Batu termasuk kategori “tinggi”. Ranking IPM Kota Batu pada 2024 menduduki peringkat ke-8 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,” katanya.

Sedangkan angka kemiskinan di Kota Batu dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Di tahun 2024 Angka kemiskinan di Kota Batu terendah di Jawa Timur yakni sebesar 3,06 persen.

“Ini adalah kekuatan yang luar biasa, ini adalah modal yang luar biasa yang dimiliki oleh Kota Batu dengan orkestrasi Pak Walikota dan Wakil Walikota Batu,” pungkasnya.

Turut hadir Walikota Batu beserta istri, Wakil Walikota Batu beserta istri, Purna Walikota Batu beserta istri, Walikota Batu periode 2017-2022, serta jajaran Forkopimda Plus Kota Batu. Juga Sekretaris Daerah Kota Batu, Anggota DPRD Kota Baru, Kepala Perangkat Daerah Prov. Jatim, Jajaran Kepala SKPD Kota Batu, dan para pimpinan instansi vertikal Kota Batu. (*)

Khofifah Pastikan Supply dan Stok Bapok Maupun Sayuran Aman selama Ramadan

BATU-KEMPALAN: Memasuki hari kedua puasa Ramadan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengecek sejumlah harga Bahan Pokok (Bapok) di Pasar Among Tani Kota Batu, Minggu (2/3).

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah yang didampingi Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto juga memantau beberapa komoditas harga sayuran yang menjadi keunggulan di Kota Batu. Ia berbincang dan bertanya langsung ke pedagang pasar selama pengecekan.

Dari hasil pengecekan, Khofifah dapat memastikan bahwa ketersediaan bapok maupun sayur mayur aman selama Bulan Suci Ramadan. Ia menyebut, saat ini posisi supply dan stok pangan di Kota Batu dalam kondisi yang normal.

Akan tetapi, diakui Khofifah, terkait demand memang mengalami peningkatan sejak sebelum Ramadan. Ia optimis kalau memasuki hari kedua Ramadan, semua harga akan mengalami stabilisasi.

“InsyaAllah supply-nya dan stoknya aman. Biasanya ada hal-hal tertentu ketika permintaan itu tinggi,  demand-nya tinggi kemudian supply-nya kurang  akan jadi masalah,” ujarnya.

Sementara terkait kenaikan harga bapok, Khofifah mengatakan ada beberapa komoditas yang memasuki Ramadan kemarin sempat mengalami peningkatan permintaan sehingga terjadi kenaikan harga.  Namun pada hari ini sudah normal  kembali. Kecuali cabe rawit masih di kisaran 90 ribu per kg dan beras premium ada kenaikan seribu  rupiah per 5 kg.

Khofifah mencontohkan, harga gula pasir kini sebesar Rp17.000 per kg dari sebelummya Rp18.000 per kg, minyak goreng sempat di harga Rp18.000 per liter sekarang Rp17.000 per liter. Begitu juga telur ayam ras, semula Rp30.000 per kg, sekarang Rp28.000 per kg.

“Hari ini yang ada kenaikan adalah harga beras yang 5 kg dari Rp71.000 menjadi Rp72.000,” ungkapnya.

Khusus daging, Gubernur Khofifah melihat bahwa harga di Pasar Among Tani relatif stabil. Harga daging sapi kualitas super sebesar Rp120.000 per kg (HET Rp140.000 per kg). Kemudian harga ayam ras Rp35.000 per kg (HET Rp40.000 per kg).

Sedangkan terkait naiknya harga komoditas jenis cabai, yaitu cabai rawit dan cabai merah besar, Khofifah menerima laporan kalau memang stoknya terbatas. Hal ini disebabkan pada awal Ramadan beberapa distributor masih libur.

Lebih lanjut, dalam pengecekan harga komoditas pangan di pasar ini, Khofifah mendapatkan fakta menarik. Ia menemukan ada bawang merah  dengan kualitas super. Ternyata bawang tersebut produksi petani lokal Kota Batu.

Untuk itu, Khofifah meminta kepada Walikota Batu agar budidaya komoditas ini ditumbuhkembangkan oleh Pemerintah Kota Wisata Batu. Ia menilai ada potensi  besar kekayaan sumber daya sayur buah di kota yang terkenal dengan udara sejuk ini.

“Inilah sebetulnya yang harus dipublish bahwa setiap daerah yang memilki keunggulan di sektor agro harus dikembangkan. Dari sini saya tahu mana bawang dari Probolinggo, dan bawang dari Nganjuk, bawang dari Brebes dan bawang dari Kota Batu,” urainya.

Selain itu, Khofifah meminta kepada semua pihak untuk turut menjaga stabilisasi harga-harga bapok selama Ramadan ini. Ia mengingatkan agar tidak ada oknum yang melakukan penimbunan, karena dirinya sudah berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polda Jatim dalam pengawasan.

“Kemarin saya sudah ketemu dengan Pak Kapolda pada saat sertijab bahwa  tim Satgas pangan kemarin  sudah turun di pasar yang menjadi titik simpul BPS. Jadi di Jawa Timur ini ada 28  pasar yang menjadi sampling BPS, salah satu yang di sampling BPS kemarin juga tim Satgas pangan turun,” tegasnya.

Setelah dikunjungi Gubernur Khofifah, Pedagang bawang merah dan bawang putih Ali Imron mengatakan, bahwa bawang merah dan putih yang dibawanya merupakan produk lokal dari Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. 

Ia mengatakan harga bawang merah maupun putih yang dijual harganya cenderung stabil karena mengambil bawang dari pertanian lokal sehingga harganya tidak terlalu tinggi.

“Bawang yang saya jual ini untuk Bawang Merah Rp34.000 per kg dan Bawang Putih Rp38.000 per kg masih termurah sepasar karena hasil dari petani Kota Batu sendiri,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Cek Harga Bapok hingga Sayuran di Pasar Among Tani Batu, Gubernur Khofifah: Pastikan Supply dan Stok Aman

BATU– Memasuki hari kedua puasa Ramadan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengecek sejumlah harga Bahan Pokok (Bapok) di Pasar Among Tani Kota Batu, Minggu (2/3).

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah yang didampingi Walikota Batu Nurochman dan wakil Walikota Batu Heli Suyanto juga memantau beberapa komoditas harga sayuran yang menjadi keunggulan di Kota Batu. Ia berbincang dan bertanya langsung ke pedagang pasar selama pengecekan.

Dari hasil pengecekan, Khofifah dapat memastikan bahwa ketersediaan bapok maupun sayur mayur aman selama Bulan Suci Ramadan. Ia menyebut, saat ini posisi supply dan stok pangan di Kota Batu dalam kondisi yang normal.

Akan tetapi, diakui Khofifah, terkait demand memang mengalami peningkatan sejak sebelum Bulan Ramadan. Ia optimis kalau memasuki hari kedua Ramadan, semua harga akan mengalami stabilisasi.

“InsyaAllah supply-nya dan stoknya aman. Biasanya ada hal-hal tertentu ketika permintaan itu tinggi, demand-nya tinggi kemudian supply-nya kurang akan jadi masalah,” ujarnya.

Sementara terkait kenaikan harga bapok, Khofifah mengatakan ada beberapa komoditas yang memasuki Ramadan kemarin sempat mengalami peningkatan permintaan sehingga terjadi kenaikan harga. Namun pada hari ini sudah normal kembali. Kecuali cabe rawit masih di kisaran 90 ribu per kg dan beras premium ada kenaikan seribu rupiah per 5 kg.

Khofifah mencontohkan, harga gula pasir kini sebesar Rp17.000 per kg dari sebelummya Rp18.000 per kg, minyak goreng sempat di harga Rp18.000 per liter sekarang Rp17.000 per liter. Begitu juga telur ayam ras, semula Rp30.000 per kg, sekarang Rp28.000 per kg.

“Hari ini yang ada kenaikan adalah harga beras yang 5 kg dari Rp71.000 menjadi Rp72.000,” ungkapnya.

Khusus daging, Gubernur Khofifah melihat bahwa harga di Pasar Among Tani relatif stabil. Harga daging sapi kualitas super sebesar Rp120.000 per kg (HET Rp140.000 per kg). Kemudian harga ayam ras Rp35.000 per kg (HET Rp40.000 per kg).

Sedangkan terkait naiknya harga komoditas jenis cabai, yaitu cabai rawit dan cabai merah besar, Khofifah menerima laporan kalau memang stoknya terbatas. Hal ini disebabkan pada awal Ramadan beberapa distributor masih libur.

Lebih lanjut, dalam pengecekan harga komoditas pangan di pasar ini, Khofifah mendapatkan fakta menarik. Ia menemukan ada bawang merah dengan kualitas super. Ternyata bawang tersebut produksi petani lokal Kota Batu.

Untuk itu, Khofifah meminta kepada Walikota Batu agar budidaya komoditas ini ditumbuhkembangkan oleh Pemerintah Kota Wisata Batu. Ia menilai ada potensi besar kekayaan sumber daya sayur buah di kota yang terkenal dengan udara sejuk ini.

“Inilah sebetulnya yang harus dipublish bahwa setiap daerah yang memilki keunggulan di sektor agro harus dikembangkan. Dari sini saya tahu mana bawang dari Probolinggo, dan bawang dari Nganjuk, bawang dari Brebes dan bawang dari Kota Batu,” urainya.

Selain itu, Khofifah meminta kepada semua pihak untuk turut menjaga stabilisasi harga-harga bapok selama Ramadan ini. Ia mengingatkan agar tidak ada oknum yang melakukan penimbunan, karena dirinya sudah berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polda Jatim dalam pengawasan.

“Kemarin saya sudah ketemu dengan Pak Kapolda pada saat sertijab bahwa tim Satgas pangan kemarin sudah turun di pasar yang menjadi titik simpul BPS. Jadi di Jawa Timur ini ada 28 pasar yang menjadi sampling BPS, salah satu yang di sampling BPS kemarin juga tim Satgas pangan turun,” tegasnya.

Setelah dikunjungi Gubernur Khofifah, Pedagang bawang merah dan bawang putih Ali Imron mengatakan, bahwa bawang merah dan putih yang dibawanya merupakan produk lokal dari Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.

Ia mengatakan harga bawang merah maupun putih yang dijual harganya cenderung stabil karena mengambil bawang dari pertanian lokal sehingga harganya tidak terlalu tinggi.

“Bawang yang saya jual ini untuk Bawang Merah Rp34.000 per kg dan Bawang Putih Rp38.000 per kg masih termurah sepasar karena hasil dari petani Kota Batu sendiri,” pungkasnya. (*)

Usai Retreat, Wali Kota Eri dan Wawali Armuji Gelar Silaturahmi Bersama Forkopimda

SURABAYA-KEMPALAN: Usai menjalani retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali  Kota (Wawali) Surabaya Armuji langsung gerak cepat. Mengawali hari pertama kerja, keduanya bersilaturahmi dan doa bersama, serta menyantuni 50 anak yatim piatu di Balai Kota, Sabtu, (1/3).

Acara ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya, organisasi masyarakat (ormas), tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pengusaha. 

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, di momen awal ramadan kali ini  ingin menyelaraskan visi-misi program pembangunan Kota Surabaya selama lima tahun ke depan bersama masyarakat. Menurutnya, dalam membangun kota tidak bisa dilakukan oleh pemerintah dan wali kotanya saja, akan tetapi juga harus dilakukan bersama seluruh masyarakat Surabaya. 

“Jadi hari ini saya memang memulai untuk menyamakan cara berpikir visi-misi dengan menyantuni anak yatim, tapi sebenarnya itu adalah berbagi. Karena apa? Kota ini tidak bisa bergerak sendiri tanpa ada peran masyarakat,” kata Eri Cahyadi.

Karena itu,  Eri menyampaikan, pada hari pertama kerja, dirinya ingin mengajak warga yang mampu untuk menyisihkan sedikit hartanya untuk membantu warga yang kurang mampu.

“Saya berharap itu (warga) yang mampu mau menyumbangkan hartanya, untuk disumbangkan kepada orang yang tidak mampu, dan akan saya gerakkan setelah hari ini bekerja,” ujarnya.

Wali kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu mengungkapkan, anggaran pemkot senilai Rp 12 triliun tidak cukup jika hanya digunakan untuk mengentaskan kemiskinan di Surabaya. Sebab, ia menyebutkan, pemkot memiliki skala prioritas yang harus dikerjakan selama lima tahun ke depan. 

Cak Eri mencontohkan, seperti halnya penanganan banjir di Surabaya. Setelah warga diminta untuk mengusulkan titik rawan banjir, jika seluruhnya dikerjakan menggunakan anggaran pemkot, biaya yang dialokasikan untuk penanganan banjir bisa mencapai sekitar Rp 9,3 triliun. Selain itu, juga ada usulan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) bisa mencapai kurang lebih Rp 2 triliun dan bantuan kesehatan mencapai Rp 1,4 triliun. 

“Kemudian ada orang miskin yang rumahnya tidak layak huni, itu kalau ditotal seluruhnya bisa mencapai Rp 286 miliar. Nah, kalau sudah seperti ini, maka yang didahulukan yang mana? Sehingga harus ada yang namanya skala prioritas. Maka dari itu, saya berharap warga yang mampu itu mau menyumbangkan hartanya untuk orang yang tidak mampu,” jelasnya. 

Rencananya, ia akan menyampaikan visi-misi program pemkot  lima tahun ke depan dalam rapat paripurna di DPRD Kota Surabaya pada Senin, 3 Maret 2025. Harapannya, setelah disampaikan visi-misi tersebut, akan muncul skala prioritas yang akan dikerjakan pemkot bersama DPRD Surabaya selama lima tahun ke depan. 

“Saya yakin, dengan model seperti itu, lima tahun ke depan masyarakat Surabaya menjadi lebih sejahtera. Itu akan saya sampaikan semuanya, sehingga tidak ada lagi yang berbicara tanpa ada data,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Khofifah Cetuskan 10 Program Quick-Win untuk Tiga Bulan Pertama Kerja

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak resmi melaksanakan sertijab dan menyampaikan visi-misi pembangunan Jawa Timur periode 2025-2030 di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Jawa Timur, Sabtu (1/3).

Dalam acara yang hadiri Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan Brigjend Pol (P) Prof Dr Hoiruddin Hasibuan ini, Khofifah memaparkan cita-cita besar mewujudkan Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara dengan mengangkat visi Bersama Jawa Timur maju yang adil, makmur, unggul, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

“Apa yang dihadapi di periode pertama pemerintahan Khofifah-Emil tidak sama dengan yang apa kita hadapi hari ini hingga lima tahun ke depan. Menjawab hal ini akan memerlukan kombinasi antara keberlanjutan strategi dan program dengan inovasi langkah- langkah baru,” kata Khofifah.

Di periode pertama memimpin Jatim, Khofifah-Emil diketahui telah berhasil membuat Jatim lebih maju. Hal itu tampak dari keberhasilan Khofifah dalam membangkitkan ekonomi Jatim yang terpuruk  pasca pandemic covid-19, menurunkan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur yang mulanya berada di atas rata-rata kemiskinan ekstrem nasional dengan angka 4,4 persen di tahun 2020, kemudian menurun sangat signifikan menjadi 0,66 persen di awal tahun 2024.

Demikian pula dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Di tahun 2019 IPM Jawa Timur berada di angka 71,50 dan berada di bawah rata-rata nasional. Dan di tahun 2024, IPM Jawa Timur berada di angka 75,35 dan berada di atas rata- rata nasional.

“Sebagai provinsi yang juga memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia atau hampir seperenam jumlah penduduk Indonesia, Jawa Timur tak hanya di hadapkan pada peluang sebagai pemilik sumber daya manusia dan daya tarik pasar yang besar,” ujar Khofifah.

“Namun, juga di hadapkan pada tantangan keterbatasan sumber daya alam termasuk lahan yang menuntut langkah-langkah baru ke depannya. Inilah yang mendasari kami mengusung cita-cita mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara,” imbuhnya.

Dengan semangat mewujudkan Jatim Gerbang Baru Nusantara dan adanya visi Bersama Jawa Timur maju yang adil, makmur, unggul, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045, secara khusus Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat bekerja sama dalam satu tekad yang kuat.

Khususnya demi melanjutkan perjuangan untuk menjadikan Jawa Timur sebagai Center of Gravity yang strategis dan berkembang pesat, menciptakan keadilan sosial, kemakmuran ekonomi, keungguan inovasi, dan pembangunan yang berkelanjutan.

“Mari berupaya mencapai tujuan dengan rencana dan strategi yang terukur demi mendukung visi nasional dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi di tahun 2045,” tegasnya.

Lanjutkan Nawa Bhakti Satya Selaras Asta Cita

Khofifah juga menegaskan  bahwa ke depan Nawa Bhakti Satya akan terus dilanjutkan dengan penyempurnaan dan penyelarasan dengan Asta Cita yang diusung pemerintah pusat.

“Nawa Bhakti Satya yang akan dilaksanakan dalam lima tahun ke depan adalah Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Akses, Jatim Berkah-Amanah, Jatim Harmoni, Jatim Agro, dan juga Jatim Lestari. Semua kita rumuskan dengan evaluasi dan peningkatan dari capaian di periode sebelumnya dan penyelarasan dengan Asta Cita,” tegasnya.

Sejumlah program prioritas yang akan dilakukan seperti PKH Plus, Jatim Puspa, Desa Berdaya, Desa Devisa ataupun Klinik BUMDes, Millenium Job Centre (MJC), Eko Tren-One Pesantren One Product (OPOP), YC2 (Youth Creativepreneur Centre), Jatim World Class Education, Beasiswa Santri Unggul, East Java Centre of Literacy, BPOPP SMA, SMK, PK-PLK Negeri & Swasta.

“Selain itu juga pengembangan rumah sakit rujukan oleh Pemprov, KIPA (Kesehatan Inklusif, Preventif dan Aksesibel), Jatim World Class Hospital Collaboration, BUAIAN (Bunda Anak Impian), Mental Wellness & Happiness Service. Berikutnya juga Mudik Gratis, Percepatan Pansela, Trans Jatim Plus, dan Trans Laut Jatim, dan lain-lain,” urainya.

Cetuskan Program Quick Win

Selain itu, di hadapan seluruh tamu yang hadir, ia juga menyampaikan semangat untuk untuk bergerak cepat dalam menjalankan program pembangunan, pelayanan, dan pemerintahan.

“Kami sengaja merumuskan beberapa program quick-win yang akan jadi salah satu dari fokus kami selama tiga bulan ke depan,” tegas Khofifah.

Yang pertama yaitu menjaga stabilitas harga di bulan Ramadan dan Lebaran dengan program Lumbung Pangan dan menjadikan Lumbung Pangan sebagai basis berkelanjutan untuk penguatan hulu hilir agro.

“Kedua kami siap meningkatkan efektivitas sistem pelayanan publik berbasis digital terpadu dengan menambah jumlah aplikasi pemerintah terintegrasi kedalam platform Majadigi super apps, termasuk integrasi DTSEN (Data Tunggal  Sosial Ekonomi Nasional),” tegas Khofifah.

Yang ketiga, Khofifah siap melaksanakan mudik gratis berbasis angkutan darat dan laut, termasuk pemantapan penanganan dermaga pelabuhan Jangkar, dan rute lainnya seperti kepulauan Sumenep dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

“Keempat kami siap untuk mendorong peningkatan frekuensi dan kapasitas pelayanan Trans Jatim di koridor-koridor eksisting serta meningkatkan kenyamanan halte dan rute, berikut pula memulai koridor VI dengan rute Sidoarjo-Mojokerto,” ujarnya.

Kelima, ia berkomitmen untuk mempercepat dimulainya tahapan periode 2025 untuk pembangunan RS Moh. Noer, serta pembangunan RS Paru Jember.

Keenam, ia siap untuk menginisiasi program penguatan kompetensi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kepada talenta Millennium Job Center (MJC) dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi digital dan ekonomi kreatif bagi generasi Z dan UMKM.

Ketujuh, pihaknya siap meluncurkan program perluasan pembiayaan usaha mikro dan usaha kecil melalui hibah modal Baznas, pembiayaan ultra mikro Bank UMKM dan penyaluran KUR melalui Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur.

“Berikutnya kami siap melakukan pemantapan jalan dengan sapu bersih lubang dan pemeliharaan rutin untuk mengantisipasi arus lalu lintas lebaran,” tutur Khofifah.

Kesembilan, pihaknya siap untuk mengnisiasi pemantapan ekonomi kreatif dalam program Desa Berdaya dengan sinergi program desa wisata, desa devisa, klinik BUMDes, dan Eko-tren.

“Dan terakhir, merujuk data BMKG bahwa kemarau akan dimulai April-Juni, kami akan memulai pelaksanaan penanganan sungai-sungai rawan banjir dalam kewenangan provinsi termasuk pembersihan dan pengerukan sebagai langkah proaktif mitigasi bencana,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Mantap Paparkan Visi-Misi Pembangunan Jatim 2025-2030, Khofifah Cetuskan 10 Program Quick-Win untuk Tiga Bulan Pertama Kerja

SURABAYA– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak resmi melaksanakan sertijab dan menyampaikan visi-misi pembangunan Jawa Timur periode 2025-2030 di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Jawa Timur, Sabtu (1/3/2025).

Turut dihadiri Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan Brigjend Pol (P) Prof Dr Hoiruddin Hasibuan, dalam kesempatan ini Khofifah memaparkan cita-cita besar mewujudkan Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara dengan mengangkat visi Bersama Jawa Timur maju yang adil, makmur, unggul dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

“Apa yang dihadapi di periode pertama pemerintahan Khofifah-Emil tidak sama dengan yang apa kita hadapi hari ini hingga lima tahun ke depan. Menjawab hal ini akan memerlukan kombinasi antara keberlanjutan strategi dan program dengan inovasi langkah- langkah baru,” tegas Khofifah dalam paparannya.

Di periode pertama memimpin Jatim, Khofifah-Emil diketahui telah berhasil membuat Jatim lebih maju. Hal itu tampak dari keberhasilan Khofifah dalam membangkitkan ekonomi Jatim yang terpuruk pasca pandemic covid-19, menurunkan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur yang mulanya berada diatas rata-rata kemiskinan ekstrem nasional dengan angka 4,4 persen di tahun 2020, kemudian menurun sangat signifikan menjadi 0,66 persen di awal tahun 2024.

Demikian pula dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Di tahun 2019 IPM Jawa Timur berada di angka 71,50 dan berada dibawah rata-rata nasional. Dan di tahun 2024, IPM Jawa Timur berada di angka 75,35 dan berada diatas rata- rata nasional.

“Sebagai provinsi yang juga memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia atau hampir seperenam jumlah penduduk Indonesia, Jawa Timur tak hanya dihadapkan pada peluang sebagai pemilik sumber daya manusia dan daya tarik pasar yang besar,” ujar Khofifah.

“Namun, juga dihadapkan pada tantangan keterbatasan sumber daya alam termasuk lahan yang menuntut langkah-langkah baru kedepannya. Inilah yang mendasari kami mengusung cita-cita mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara,” imbuhnya.

Dengan semangat mewujudkan Jatim Gerbang Baru Nusantara dan adanya visi Bersama Jawa Timur maju yang adil, makmur, unggul dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045, secara khusus Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat bekerja sama dalam satu tekad yang kuat.

Khususnya demi melanjutkan perjuangan untuk menjadikan Jawa Timur sebagai Center of Gravity yang strategis dan berkembang pesat, menciptakan keadilan sosial, kemakmuran ekonomi, keungguan inovasi dan pembangunan yang berkelanjutan.

“Mari berupaya mencapai tujuan dengan rencana dan strategi yang terukur demi mendukung visi nasional dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi di tahun 2045,” tegasnya.

Lanjutkan Nawa Bhakti Satya yang Selaras dengan Asta Cita

Di kesempatan ini, Khofifah juga menegaskan ke depan Nawa Bhakti Satya akan terus dilanjutkan dengan penyempurnaan dan penyelarasan dengan Asta Cita yang diusung pemerintah pusat.

“Nawa Bhakti Satya yang akan dilaksanakan dalam lima tahun ke depan adalah Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Akses, Jatim Berkah-Amanah, Jatim Harmoni, Jatim Agro, dan juga Jatim Lestari. Semua kita rumuskan dengan evaluasi dan peningkatan dari capaian di periode sebelumnya dan penyelarasan dengan Asta Cita,” tegasnya.

Sejumlah program prioritas yang akan dilakukan seperti PKH Plus, Jatim Puspa, Desa Berdaya, Desa Devisa ataupun Klinik BUMDes, Millenium Job Centre (MJC), Eko Tren-One Pesantren One Product (OPOP), YC2 (Youth Creativepreneur Centre), Jatim World Class Education, Beasiswa Santri Unggul, East Java Centre of Literacy, BPOPP SMA, SMK, PK-PLK Negeri & Swasta.

“Selain itu juga pengembangan rumah sakit rujukan oleh Pemprov, KIPA (Kesehatan Inklusif, Preventif dan Aksesibel), Jatim World Class Hospital Collaboration, BUAIAN (Bunda Anak Impian), Mental Wellness & Happiness Service. Berikutnya juga Mudik Gratis, Percepatan Pansela, Trans Jatim Plus, dan Trans Laut Jatim, dan lain-lain,” urainya.

Cetuskan Program Quick Win untuk 100 Hari Pertama Kerja

Tak hanya itu, di hadapan seluruh tamu yang hadir, pihaknya juga menyampaikan semangat untuk untuk bergerak cepat dalam menjalankan program pembangunan, pelayanan dan pemerintahan.

“Kami sengaja merumuskan beberapa program quick-win yang akan jadi salah satu dari fokus kami selama tiga bulan ke depan,” tegas Khofifah.

Yang pertama yaitu menjaga stabilitas harga di bulan Ramadhan dan Lebaran dengan program Lumbung Pangan dan menjadikan Lumbung Pangan sebagai basis berkelanjutan untuk penguatan hulu hilir agro.

“Kedua kami siap meningkatkan efektivitas sistem pelayanan publik berbasis digital terpadu dengan menambah jumlah aplikasi pemerintah terintegrasi kedalam platform Majadigi super apps, termasuk integrasi DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional),” tegas Khofifah.

Berikutnya yang ketiga, Khofifah siap melaksanakan mudik gratis berbasis angkutan darat dan laut, termasuk pemantapan penanganan dermaga pelabuhan Jangkar, dan rute lainnya seperti kepulauan Sumenep dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

“Keempat kami siap untuk mendorong peningkatan frekuensi dan kapasitas pelayanan Trans Jatim di koridor-koridor eksisting serta meningkatkan kenyamanan halte dan rute, berikut pula memulai koridor VI dengan rute Sidoarjo-Mojokerto,” ujarnya.

Kelima, ia berkomitmen untuk mempercepat dimulainya tahapan periode 2025 untuk pembangunan RS Moh. Noer, serta pembangunan RS Paru Jember.

Berikutnya keenam ia siap untuk menginisiasi program penguatan kompetensi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kepada talenta Millennium Job Center (MJC) dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi digital dan ekonomi kreatif bagi generasi Z dan UMKM.

Ke tujuh, pihaknya siap meluncurkan program perluasan pembiayaan usaha mikro dan usaha kecil melalui hibah modal Baznas, pembiayaan ultra mikro Bank UMKM dan penyaluran KUR melalui Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur.

“Berikutnya kami siap melakukan pemantapan jalan dengan sapu bersih lubang dan pemeliharaan rutin untuk mengantisipasi arus lalu lintas lebaran,” ujar Khofifah.
Dan yang ke Sembilan, siap untuk mengnisiasi pemantapan ekonomi kreatif dalam program Desa Berdaya dengan sinergi program desa wisata, desa devisa, klinik BUMDes, dan Eko-tren.

“Dan terakhir, merujuk data BMKG bahwa kemarau akan dimulai April-Juni, kami akan memulai pelaksanaan penanganan sungai-sungai rawan banjir dalam kewenangan provinsi termasuk pembersihan dan pengerukan sebagai langkah proaktif mitigasi bencana,” pungkasnya.

Negeri Oplosan

Oleh: Dhimam Abror Djuraid*

KEMPALAN: Apa beda ‘’blending’’ dengan ‘’oplosan’’? Mau jawaban slengekan atau serius? Kalau mau slengekan, jawabannya: beda blending dengan oplosan sama dengan beda ‘’mudik’’ dengan ‘’pulkam’’ alias pulang kampung.

Mau jawaban yang serius? Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) oplosan diartikan sebagai hasil mengoplos, campuran, larutan. Istilah ini kerap dipakai dalam kasus penyampuran minuman keras yang menimbulkan korban jiwa.

Dalam kamus Inggris-Indonesia versi Oxford, blending artinya tindakan mencampur atau mengombinasikan dua cairan menjadi satu. Simpulannya, blending punya arti yang sama dengan oplos. Satunya serapan dari bahasa Jawa, satunya bahasa Inggris.

Semasa Covid-19 beberapa tahun yang lalu, pemerintah menerapkan larangan mudik lebaran. Tapi, ketika itu ketahuan bahwa Presiden Jokowi mudik ke Solo. Ketika ditanya wartawan dijawab bukan mudik, tapi pulang kampung.

Itulah gaya eufemisme yang sudah menggejala di dalam kekuasaan. Eufemisme secara harfia berarti penghalusan kata atau istilah. Tetapi, dalam praktiknya eufemisme sudah menjadi penipuan kepada masyarakat.

Anda yang gemar lagu-lagu campursari hafal dengan lagu ‘’Oplosan’’, yang memperingatkan penggemar oplosan untuk menghentikan kebiasaan minum oplosan. ‘’Tutupen botolmu, tutupen oplosanmu’’. Tutuplah botolmu, tutuplah oplosanmu. Begitu warning dalam reff lagu itu.

Alih-alih menjadi peringatan, lagu itu malah menjadi ‘’anthem’’ lagu kebangsaan para peminum oplosan. Mereka memlesetkan reff itu menjadi ‘’cucupen botolmu, cucupen oplosanmu’’, teguklah botolmu, teguklah oplosanmu.

Kasus oplosan dengan skala yang lebih heboh terjadi di salah satu anak perusahaan Pertamina. Kejaksaan Agung mengungkap kasus mega-korupsi di anak perusahaan Pertamina yang merugikan negara Rp 197 Triliun. Korupsi dilakukan dengan mengoplos produk Pertamina jenis Pertalite dengan jenis Pertamax. Yang pertama adalah BBM untuk rakyat jelata yang dapat subsiddi, dan yang kedua adalah BBM untuk kelas menengah yang tidak boleh menerima subsidi.

Selama ini pemakai Pertamax merasa keren, karena tidak perlu antre dan tidak perlu mendaftarkan kendaraannya sebagai penerima subsidi. Tiap kali datang ke SPBU pemakai Pertamax berani membuka kaca mobil dan melirik dengan bangga kepada antrean BBM bersubsidi. Ternyata, ketahuan bahwa BBM non-subsidi kualitasnya sama saja dengan BBM bersubsidi. Kata netizen, Pertamax rasa Pertalite.

Korupsi ala Pertamina ini benar-benar korupsi level brutal. Korupsi ini masuk kategori korupsi ‘’luar biadab’’. Para koruptor yang terlibat dalam skandal ini benar-benar bertindak di luar ‘’nurul’’, menipu matang-matang konsumen Pertamina seluruh Indonesia.

Kejaksaan Agung baru mengungkap praktik lancung ini pada periode 2018-2023. Kejaksaan Agung memperkirakan kerugian negara total bisa mencapai satu kuadriliun atau seribu triliun. Jumlah itu masih bisa bertambah jauh lebih besar, kalau rangkaian korupsi ini bisa dibongkar sampai ke akarnya.

Pertamina masih tega membela diri dengan mengatakan bahwa tidak ada operasi pengoplosan itu. Yang ada adalah pencampuran jenis Ron 92 dengan Ron yang lebih rendah tetapi jenisnya sama. Di sisi lain, Kejaksaan tegas mengatakan ada pengoplosan yang menyebabkan kualitas Pertamax merosot menjadi Pertalite.

Muncul perang wacana. Menteri Bahli Lahadalia pun membela Pertamina dengan mengatakan bahwa praktik oplosan itu tidak ada. Dia tidak percaya bahwa Pertamina melakukan praktik oplosan sebagaimana yang diungkap oleh Kejaksaan Agung.

Sudah ada tersangka dari direksi perusahaan Pertamina yang melakukan oplosan. Sudah ada pihak swasta yang ditetapkan sebagai tersangka. Sudah terungkap bahwa perusahaan itu punya kilang khusus untuk menjadi tempat oplosan.

Salah satu tersangka dari pihak swasta ternyata anak dari seorang taipan minyak. Nama besar sang bapak beredar seperti Don Corleone yang ‘’untouchable’’, tidak tersentuh humum. Perusahaannya menjadi rekanan Pertamina, tetapi beroperasi di luar negeri.

Perusahaan itu menjadi makelar jual beli dan pengilangan minyak. Bahasa kerennya broker. Tapi dalam praktiknya tidak lebih dari makelar yang kerjanya menggarong uang negara melalui manipulasi perdagangan minyak.

Sang taipan ini sudah beroperasi puluhan tahun. Bebas berkeliaran tidak tersentuh hukum. Makelar kelas dinosaurus seperti ini tidak mungkin bekerja sendirian. Sudah pasti dia tidak menikmati hasil garongannya sendirian. Sudah pasti dia menyetor kesana-kemari untuk mendapatkan perlindungan hukum dan politik.

Sepuluh tahun yang lalu, Sudirman Said, kala itu menjadi Menteri ESDM, membubarkan perusahaan makelar itu. Dengan membubarkan perusahaan makelar itu negara bisa mendapatkan efisiensi triliunan rupiah setiap bulan.

Alih-alih mendapatkan apresiasi, Sudirman Said hanya bertahan dua tahun sebagai menteri ESDM. Pada tahun kedua, Presiden Joko Widodo memecat Sudirman Said dari jabatan menteri. Kingkong lu lawan.

Praktik makelar itu masih berlangsung ‘’business as usual’’. Rezim berganti, jaringan mafia lama dihancurkan. Akankah mafia musnah? Tunggu dulu. Indonesia sedang gelap seperti Gotham City yang dikuasai mafia.

Muncul Batman The Dark Knight, Sang Ksatria Hitam menghancurkan jaringan mafia. Polisi Gotham City membantu penghancuran jaringan mafia. Tapi, ujung-ujungnya polisi menjadi mafia baru, menggantikan mafia lama.

Regenerasi korupsi berjalan mulus. Praktik lama masih berjalan dengan aman. Bahkan aktornya sudah berganti menjadi generasi baru yang usianya belum jangkap 40 tahun. Mereka adalah koruptor milenial genre baru.

Direksi anak perusahaan Pertamina yang menjadi tersangka rata-rata usianya di bawah 40 tahun. Dulu saat reformasi mereka berada di barisan demonstran meneriakkan gugatan anti KKN. Sekarang mereka justru melanggengkan praktik KKN dengan lebih serakah.

Inilah bukti nyata bahwa korupsi di Indonesia menurun: dari bapak ke anak. (DAD)

*Penulis: Ketua Dewan Pakar PWI Pusat, pengajar ilmu komunikasi Unitomo, Surabaya

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

Sia-Sia Puasa Tanpa Ruh Kemiskinan

Percuma berpuasa. Jika puasamu tidak menumbuhkan empati, tidak melahirkan kepekaan sosial. Seberapa banyak yang benar-benar menjalani puasa dengan ruh kemiskinan?

Berpuasa merupakan perjalanan spiritual yang seharusnya mempertajam perasaan dalam memahami derita kaum miskin. Puasa bukan guma menahan lapar dan dahaga melainkan cara untuk mem-fakir-kan diri. Namun realitanya, berpuasa menjadikannya sekadar jeda sebelum berpesta di waktu berbuka.

RITUAL HEDON

Ironi terbesar adalah ketika puasa berubah menjadi ritual hedonistik. Orang sibuk menyiapkan hidangan berlimpah bahkan lebih mewah dari hari-hari biasa. Momen berbuka menjadi ajang konsumsi tanpa batas, seolah-olah lapar yang ditahan sejak subuh harus dibalas dengan kerakusan. Apa ini makna puasa yang sesungguhnya?

Bagi banyak orang, agama berhenti pada level syariat, yaitu sebatas aturan formal yang dipatuhi tanpa penghayatan mendalam. Syariat memang penting tetapi seharusnya menjadi gerbang awal menuju hakikat.

Syariat adalah tempat anak-anak belajar mengenal agama tetapi bagi orang dewasa yang tidak beranjak ke tahap lebih tinggi maka hanya akan terjebak dalam kulit tanpa menyentuh isi.

Agama dalam esensi tertingginya bukanlah sekadar menghafal teks tetapi memahami makna terdalamnya. Agama bukan sekadar kumpulan dogma yang dipelihara mati-matian melainkan cahaya yang harus menerangi kehidupan. Mereka yang bertahan hanya pada syariat sering kali terjebak dalam kisah-kisah yang tak lebih dari dongeng. Dijadikan komoditas di atas panggung ceramah, dijajakan sebagai barang dagangan di majelis-majelis.

Itulah mengapa banyak alumni kampus Islam lebih tertarik menjadi pedagang ayat daripada pencari kebenaran. Mereka cukup berbekal contekan ayat, hadis dan kisah nabi-nabi untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Agama dijadikan bisnis dan pasar spiritualnya adalah mereka yang pikirannya tumpul. Yang lebih suka mendengar dongeng ketimbang mencari makna sejati.

PERBUDAKAN TEKS

Puasa seharusnya membebaskan kita dari belenggu duniawi tetapi justru banyak yang menjadikannya sebagai rutinitas kosong. Jika hanya lapar dan haus yang dirasakan tanpa ada pertumbuhan spiritual maka lebih baik tidak usah berpuasa.

Sebaliknya, jadikan puasa sebagai sarana untuk menajamkan mata batin. Rasakan perihnya lapar sebagai cara untuk menyatu dengan mereka yang kekurangan. Gunakan momen ini untuk mendekat secara hakikat, bukan sekadar mempertahankan syariat yang kosong.

Ibadah bukanlah tentang seberapa banyak aturan yang diikuti melainkan seberapa dalam pemahaman kita tentang makna kehidupan. Jangan biarkan puasa menjadi ritus tanpa ruh, sekadar lapar tanpa hikmah, sia-sia.

Oleh: Rokimdakas
Wartawan & Penulis
1 Maret 2025

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.